The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
S3. Part 10. Milestone 3



Dia melihatku dengan meremehkan...


"Kau yang harusnya dengar aku Tuan Endrique, aku sudah sering menghadapi orang-orang sepertimu, dan akhirnya berakhir di tangan Tuan Alan, bagaimana jika begini saja, sebelum aku menghitung berapa perkiraan kerugian, kau pergi ke Tuan Nathan dan mengakuinya... Itu akan lebih mudah, mungkin Tuan Nathan memandang usahamu sebelum, dan dia memberimu kesempatan yang lain. Kau tak akan bisa menghentikanku maju ke Tuan Nathan dengan perkiraan kerugian."


"Aku tak melakukan apapun yang merugikan Nathan, perempuan..." Offensive, kata perempuan itu aku sangat tidak menyukainya, kita lihat apa yang perempuan ini bisa lakukan untuk menendangmu dari sini. "Kau melangkah terlalu jauh... hati-hati kau terpeleset dalam langkahmu."


"Apa kau mengancamku Tuan Enrique?" Aku menunjuk dadanya dengan jariku, pria berwajah keras itu akan kudorong sampai ke titik kritis emosinya jika bisa.


"Aku tak takut dengan ancaman pengecutmu itu, kau pikir aku bisa kau perintah seenaknya jika aku wanita, kau sering bertemu perempuan yang bisa kau kangk*angi disini, aku bukan yang seperti itu, jika aku tak bisa membuatmu jatuh, namaku bukan Natalie. Dan kau pencuri rendahan, kau lebih baik meminta belas kasihan ke Tuan Nathan sekarang, sebelum Tuan Alan yang menghabisimu." Aku malah berharap dia main tangan, aku bisa menghandle sedikit luka disini.


"Bitc*h, kau benar-benar tak tahu siapa yang kau hadapi. Kau sengaja mempersulitku untuk menjilat didepan boss? Kau hanya auditor! Kami berteman sudah lama! Kau pikir dia percaya padamu..."


"Aku mencari data dan bukti Tuan Enrique! Bukan masalah kepercayaan! Teman apa yang berlaku tak jujur pada temannya sendiri... Kau membuatku tertawa. Kau teman yang mencuri dari temanmu sendiri, tapi aku sudah sering melihat yang begitu, jadi  percayalah status  teman tak akan berarti dia tidak mencuri darimu...." Aku mengikik tertawa. Mukanya memerah, dia benar marah sekarang.


"*****! Kau benar-benar mau membuat hidupmu sendiri  sulit heh, saranku sangat gampang kau ikuti tapi kau sudah ingin menyulitkanku saat pertama kita bertemu, benar-benar perempuan sombong... Wajah cantikmu itu belum pernah tergores sedikit nampaknya, sehingga kau belum tahu apa yang bisa dilakukan orang seperti kami." Dia menaruh jarinya di pipiku, aku menepisnya langsung.


"Kita lihat kesulitan apa yang akan kau berani berikan padaku. Ingat aku menunggu kau mengaku ke Tuan Nathan sendiri Tuan Enrique..."


"Ohhh, hati-hati dengan mulutmu Tuan, kau tak tahu apa yang kau minta..." Aku ganti menunjuknya. “Pengecut pengancam wanita sepertimu tidak akan membuatku takut.”


“Kita akan lihat sampai dimana keberanianmu...”


“Keberanian  membuktikan kau mencuri? Tak usah kubuktikan lagi sekarang nampaknya.”Aku tersenyum sinis padanya, akan kucoba batas kesabaranmu sekarang. Sudah lama aku tak menemukan tulang hidung yang patah.


“Kau terlalu percaya diri  Nona, sudah kubilang untuk berhati-hati di setiap langkahmu. Kau tak akan menemukan apapun disini. Aku bersih, aku teman Nathan, kau memperlakukanku sebagai tertuduh dan mempersulit staffku. Hati-hati kelakuanmu membuatmu jatuh didepan Nathan, kau dari awal datang langsung menuduhku mencuri”


“Kau memang berbelit belit dan pandai membalikkan pembicaraan Tuan  Enrique, kau akan lihat bagaimana aku melakukannya. Saranku kau pergi ke Tuan Nathan sekarang dan mengaku kau bersalah.”


“Fu*ck you woman!” Aku tersenyum menang mendengar umpatannya, fu*ck you as*shole!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Jangan lupa vote dan hadiahnya yaaa 😁😁😁