
"Hmm.... kau hebat aku kagum padamu." Aku meringis lebar pada Louis.
"Jadi kau bersedia membayarku perjam. Luar biasa kau sugar daddy yang sangat murah hati." Dia tertawa sekarang. "Kau anti komitmen heh?"
"Aku hanya belum siap, bukan anti-komitmen, sekarang aku mengejar banyak hal, aku kadang tak punya waktu untuk sebuah hubungan serius, atau mungkin belum menemukan yang bisa menggerakkanku saja."
"Jawaban yang sangat diplomatis. Posisimu sekarang memang tak salah sebagai Corporate Secretary."
"Aku sedang belajar menjadi CEO yang baik seperti Nathan, dia punya visi yang lebih baik dariku..."
"Ohh kau akan mengambil alih jabatan CEO? Mungkin Nathan akan fokus ke perusahaan yang lain?" Aku langsung menebak itu setelah dia berkata sedang belajar menjadi CEO.
"Masih lama ..." Dia tersenyum kecil.
"Benarkah? Kurasa tidak... dalam waktu dekat bukan?"
"Kau suka menyimpulkan dari clue kecil, secepat itu kau menyimpulkan bahwa aku akan mengambil alih CEO segera."
"Tidak kecil, kau sering mengambil peran penghubung, selama setahun aku berada di sana kau yang tiap hari stand by di kantor pusat New York, walaupun masih nama Nathan kurasa itu juga hasil dari pertimbanganmu. Aku tidak sembarangan memyimpulkan, lagipula nampaknya Nathan juga kebanyakan fokus ke perusahaan lain belakangan, kurasa tak lama lagi kau akan mengambil alih CEO, Nathan hanya mengajarimu sedikit lebih lama. Dia sudah percaya padamu."
Ini memvalidasi kecurigaanku beberapa bulan ini, aku sudah berpikir bahwa yang menjalankan Garcia Int adalah Louis, tapi Nathan melalui Alan masih memegang pengawasan. Louis memang sedang disiapkan menjadi CEO.
Dia tersenyum kecil.
"Nathan akan pindah kemana?"
"Dia akan fokus ke perusahaan investasinya." Hmm yang dipegang oleh Diego ini? Apa namanya setelah malam ini aku akan tahu atau tidak.
"Iya itu salah satunya."
Tak lama kemudian kami sampai di sebuah restoran cantik di pinggir pantai Pasific Palisade yang disewa untuk event gathering ini.
Lantai kedua itu full dibuka untuk kami, sementara lantai pertama yang luas dan punya dermaga masih terbuka untuk umum. Kurasa timku akan menemukan cara menyusup dibawah, pemandangan pantai biru yang luar biasa.
Aku mengawasi sekitarku sambil memegang tangan Louis dan membaur dengan tamu lainnya. Aku harus mengawasi Nathan, dia sudah berbaur aku harus mencarinya di lantai dua ini.
"Louis, aku ke kamar kecil dulu sebentar." Aku akan memisahkan diri supaya lebih leluasa. Timku sudah memberi pesan mereka ada di bawah.
Yamada,Guilio dan Diego. Yamada dan Guilio ini sebutkan sebagai pasangan, mungkin mereka ini teman harusnya dimana ada orang Jepang maka ada si Guilio.
Orang Jepang pasti jarang dan bisa langsung kutemukan. Aku menyisir ruangan dan hati-hati. Aku menemukan seorang, Jepang kurasa, Asian yang jelas, tapi disampingnya juga ada Asian yang lain. Yang mana...Di sampingnya ada seorang laki-laki tampan aku memperhatikan bahasa tubuhnya Guilio, itu nama Italian, kau akan memperhatikan tangannya. Bingo itu pasti Guilio tapi Yamada yang mana...
Harimau, Bohlam dan Paus lagi maen ke tempat Nathan 😁😁😁
Aku tak perduli aku mengambil ponselku, berusaha memotret secara tersembunyi. Mencari cara yang baik sangat sulit di kelompok ini tapi aku berusaha, terutama dengan group Asia dan Italian ini.
Aku berhasil mendapatkan foto yang lumayan. Timku akan mendapatkan foto lebih baik ketika mereka mengikuti mereka. Karena jika mereka adalah orang luar perlu waktu bagi kami untuk menentukan siapa mereka.
Selanjutnya aku harus mencari Nathan... Dimana bossku yang tampan itu.