The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 23. One Step Forward 4



"Kau punya kontak yang bisa melihat data federal?"


"Saya dulu bekerja di auditor besar yang berhubungan dengan firma hukum kenamaan, ... saya punya kontak seperti itu, tapi saya tak bisa membocorkan ke orang lain. Dia hanya mau berhubungan dengan orang yang  dia kenal."


“Dia mengancam-mu dikesempatan pertama?” Aku akhirnya memutarkan rekaman percakapanku yang juga kukirimkan pada Tuan Alan dan Louis.


"Enrique mencuri dariku, apa bonus penghasilannya belum cukup besar, Aku bahkan memberinya bagian saham? Aku bahkan menganggapnya teman, aku menolong keluarganya, aku tak pernah meminta dia membayarnya...Sh*it!" Nada tidak percaya Nathan masih terlihat kentara. Tapi memang itu yang terjadi.



"Well Nathan, this is NY, people who desperate about money is casual things here."** Perkataan Tuan Alan diiringi dengan tawa kecil yang ironis. Semua yang punya uang akan dipuja, wanita akan datang padamu. Tampaknya Enrique merasakan apa yang orang katakan tentang kota ini. Begitu dia melihat kesempatan, dia tak ragu melakukannya.


* Well Nathan, ini NY, orang terlalu berharap uang adalah hal biasa disini.*


*New York is a great monument of money and greed. Money do talk in NY. **  Ibuku meninggalkan ayah untuk laki-laki lebih baik. Aku menyalahkannya untuk itu, tapi juga menyalahkan Ayah karena tak pernah berjuang. Entahlah, dulu aku pikir aku sulit mengerti mereka. Mereka bilang anak kecil sulit mengerti permasalahan orang dewasa. Baiklah, aku memang tak mengerti,  setelahnya aku tak perduli.


*NY adalah monumen besar dari  uang dan kekuasaan. Uang bisa bicara di NY.


Well, mereka benar, kupikir lebih baik aku menganggap mereka hanya bagian dari masa lalu, lebih baik melupakan tentang mereka dan fokus ke hidupku sendiri. Tapi belakangan aku juga menyadari, aku juga lari dan suka bersembunyi seperti mereka. Ironi... tapi apa yang paling kau benci ternyata juga menjadi bagian dari dirimu sendiri. Itu seperti mengenal sisi gelapmu di saat yang bersamaan.


"Jadi apa yang harus kulakukan. Kau ingin aku menanganinya bagaimana? Kau sendiri berkata dia temanmu..." Tuan Alan bertanya. Nathan terdiam cukup lama memutuskan apa yang ingin  dia lakukan.


"Hmm..teman. Teman sangat berarti murah baginya...Dapatkan semua investasinya kembali, terserah padamu caranya. Tak usah buat dia menemuiku lagi, kau saja yang tangani. Lakukan seperti biasa, dia tidak menganggapku sebagai teman. Aku juga tak akan memandangnya lagi. Buat dia berakhir di penjara...." Bagaimana sebenarnya mereka menangani penggelapan.


“Kau mengizinkan aku mengancam keluarganya.”Tuan Alan memastikan langkahnya sekali lagi.


“Tentu, lakukan apapun yang kau mau.” Nathan menuliskan sesuatu pada ponselnya. “ Ini alamat Ibunya di Chicago, masih ada adik perempuannya juga disana berumur 17tahun. Lakukan apa yang kau mau untuk memaksanya membayar, ditambah bunga 10%.”


"Hmm... “ Alan hanya menjawab dengan gumaman singkat.


Aku merinding, seperti yang kuduga. Dia menggunakan orang lain untuk mengunci targetnya. Cara Alan adalah memegang kepala orang yang paling berharga untuk musuhnya lalu baru maju bernegosiasi.


Kali ini walaupun Nathan  mengenal keluarga ini dia tak perduli lagi, bahkan dia menambahkan bunga 10%. Nathan loyal kepada orang yang dianggapnya teman, tapi sebaliknya dia tak ragu bersikap  kejam pada orang yang sudah dicap mantan temannya itu. Sekali dia kehilangan kepercayaan dan menganggapmu musuh akan selamanya begitu, bahkan tak akan repot menemuimu lagi.