The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 49. Chicago 2



Kapan uangku cukup banyak untuk membeli pertanian dan aku akan jadi petani saja. Aku bosan jadi editor atau agen mata-mata.


Atau mungkin aku mencari sugar daddy saja pekerjaan itu lebih mudah kata Nathan. Aku pasti sedang badmood, sehingga pikiranku begini. Setengahnya aku hanya merasa sendirian. Bossku hanya memasangku sebagai kamera, tapi mungkin dia mempertimbangkan jika tahu lebih banyak aku juga akan dalam bahaya, sementara Nathan dan orang-orangnya juga belum mempercayaiku.


Aku terus berjalan di pinggir pantai sampai dermaga tengah lautnya. Banyak yang jogging sepertiku disini. Ponselku bergetar, Nathan menelepon setelah dua jam aku meninggalkan rumah.


"Ohh aku di dermaga North Avenue. Kenapa?"


"Aku akan kesana, tunggu aku." Dia mematikan telepon. Nampaknya dia ada didekat sini."


Tak menunggu lama sosoknya terlihat mendekatiku. Dengan hoodie gelap untuk jogging dan celana olahraga selutut. Jika dia lari tanpa baju pun seperti yang dilakukan exhibitionist kebugaran maka akan ada wanita yang langsung berbelok mengukutinya.



Pikiranku terlalu banyak memikirkan apa yang kulihat kemarin, abs nya terlalu sulit dihapus dari pikiran, membayangkan menyentuhnya terlalu menggoda. Aku terlalu lama tak punya pacar atau teman hangout kurasa.


"Hi, tadi pas kau kembali aku jalan kesini. Sudah lama aku tak jogging sejauh ini, tak terasa. Lenganmu baik-baik saja?"


"Dokter bilang itu akan membaik dengan cepat."


"Baguslah." Dia duduk disampingku di dermaga itu , kami berdiam saja sesaat.


"Kurasa aku kembali saja ke LA besok. Orang itu mengejarmu, kurasa dia tak akan peduli padaku."


"Kau mungkin disangka pacarku, aku tak tahu apa mereka tahu kau menginap dirumahku atau tidak, jika mereka tahu, kau langsung di cap pacarku, apa kau berani menghadapi resiko diculik sebagai jaminan. Aku tak jamin aku bisa menyelamatkanmu hidup-hidup dari KGB. Aku tidak akan tinggal di Camel Shore lagi. Aku akan menjualnya sekarang."


Aku jadi mengkerut lagi sekarang.


"Kau menakutiku bukan?" Dia tertawa.


"Apa kau takut? Itu resiko, jika kau berani menghadapinya sihlakan pulang, tapi kalau kau takut tinggallah disini sebentar. Atau kau lebih takut padaku? Pilihanmu?"


"Pilihanku tak ada yang bagus tampaknya."


"Aku bukan pilihan yang bagus? Well, ... baiklah." Dia mengaruk kepalanya sendiri. Aku mau tak mau tersenyum dan tertawa, tampaknya semua gadis menganggap dia pilihan yang bagus, tapi kemudian aku hanya menatap laut didepanku. Perasaanku kacau hari ini moodku naik turun, kurasa ini PMS wanita.



"Kau pilihan yang bagus... Tentu saja, semua orang akan mengatakan itu."


"Lalu kenapa kau mengatakan aku bukan pilihan yang bagus untukmu." Dia penasaran. Hmm simple karena kau targetku. Aku akan berakhir di kantung mayat jika kau tahu.


"High gain, high risk. Aku lebih suka yang moderate..." **Dia tertawa terbahak sekarang.


** istilah dalam investasi jika kita bermain dalam instrument pasar modal dengan resiko keuntungan lebih tinggi seperti forex atau komoditi yang naik turunnya cepat, moderate adalah instrument insvestasi yang hanya menjanjikan return tertentu tapi rendah dengan hasil yang pasti.


"Baiklah-baiklah, ... Tapi aku low risk kurasa."


"Bagaimana kau low risk, aku hampir terbunuh semalam dan kau bilang itu low risk. Kau bercanda, belum lagi wanita yang menaikkan alisnya padaku dengan cakar terpasang."


"Aku orang yang setia, jika aku sudah menyukai seseorang. Tapi jika sekali saja dia membuatku tak bisa percaya padanya aku tak akan percaya lagi, bagaimanapun dia minta maaf. Seperti Amanda..."


Itulah masalahnya. Aku hanya ingin menyelesaikan tugas ini secepatnya, ini tugas penyusupan paling berat, tapi aku sama sekali belum memperoleh hasil kecuali Diego dan dikejar agen KGB Rusia. Apa benar mereka belum memperoleh hasil, kenapa aku masih ditaruh disini.


"Ohh Howard ikut, tapi aku tak tahu dimana dia."


"Aku mau pulang, mungkin Deborah membuatkan makan malam yang enak. Rasanya seperti punya Ibu dirumah, dan dia senang makanannya dimakan."


"Teringat Ibu?" Dia menjejeriku berjalan.


"Ibu? Hmm... tidak. Sudah terbiasa tidak kurasa..."


"Keluargamu disini Boss?" Aku dengan cepat mengalihkan pembicaraan karena tidak suka bercerita tentang keluargaku yang pecah. Tak ada yang bagus tentang itu.


"Ada mereka disini. Tapi kadang juga berpindah kota. Mereka sudah memasuki masa pensiun, terserah mereka mau kemana." Hidup Nathan tampak sangat ideal, kaya, keluarganya sepertinya keluarga yang baik.


Kami berjalan lagi, kali ini ternyata Howard membawa mobil perjalanan kurang dari lima belas menit membawa kami kembali ke rumah indah ditepi danau itu.


Aku bergegas masuk rumah. Ada suara dua wanita. Mungkin wanitanya Nathan, tapi nada bicaranya dengan Deborah nampaknya mengatakan dia wanita yang sudah berumur.


"Ada tamu?"


"Itu suara Ibuku." Ibu Nathan? Baiklah jika begitu ... Aku harus tetap lewat ruang tengah karena tangga ke lantai dua disana.


"Nathan sayang..." Dia tersenyum lebar melihat putranya dan memeluknya. Wanita tua anggun cantik dengan sisa-sisa kecantikan di masa mudanya.


"Mom,... Senang kau bisa kemari."


"Aku membawakanmu makan malam, kita makan malam bersama dan ngobrol, kau lama disini?"


"Kira-kira seminggu Mom."


"Ahh baguslah, kita bisa ngobrol banyak." Perhatiannya teralih padaku.


"Nyonya senang bertemu Anda, saya Nathalie..." Aku dengan cepat menyapanya duluan sambil menyalaminya.


"Kekasih Nathan."


"Ohh bukan-bukan, saya hanya staff." Aku langsung menggeleng.


"Staff? Selama ini dia anti dengan staff perempuan, walaupun assisten itu harus laki-laki. Apa sekarang kau sudah berubah pikiran?" Nathan hanya meringis, karena Ibunya tak tahu cerita aku bisa terjebak disini.


"Ya aku berubah pikiran."


"Benarkah?" Ibunya seperti tak yakin. Jadi benar pria dengan tampilan seperti dewa Zeus ini setia dan tak macam-macam dengan wanita. Bahkan menghindari assisten perempuan. Tampaknya dia punya pengalaman tak menyenangkan dengan assisten perempuan.


"Sudahlah Mom, Ibu membawa makanan ayo kita makan...Aku berganti baju dan mandi dulu aku dan Nathalie baru selesai jogging."


"Ohhh, kalian jogging bersama. Hmm baiklah..." Sang Nyonya tersenyum saja. Apa yang dia pikirkan? Apa adalah sebuah keanehan juga jika anaknya jogging bersama wanita. Yang ini hanya karena staffnya ini terjebak dengannya mau atau tidak mau.


Terserahlah, yang penting nyawa pion yang berharga ini selamat. Dan nampaknya ada masakan enak malam ini dibawa untuk anak laki-lakinya. Dia mengajak semua orang untuk makan bahkan termasuk Deborah, benar-benar Nyonya yang baik hati. Tapi kenapa anaknya bisa memasukkan orang ke kantong mayat dengan mudah.


Ahh ironi, aku tak mengerti dunia Nathan yang misterius itu. Apa yang dia lakukanpun aku tak tahu.


______ bersambung besok