The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 20. Champagne Tower 2



"Sebenarnya apa yang akan kita lakukan Bibi?"


"Tuan Yamada mau meminta bantuan padamu."


"Meminta bantuan?"


"Kau akan tahu nanti, ini bukan hal yang sulit dan bayarannya sangat baik." Aku sekarang berdebar tak menentu. Suara pintu yang digeser terbuka membuatku terkejut saat beberapa orang masuk.


Nyonya Siguira sendiri yang hadir. Bersama Tuan Yamada, Hisao, seorang pria yang aku tak tahu siapa. Aku dan Bibi membungkuk memberi hormat kepada mereka.


"Setsuko-san, senang melihatmu lagi." Tuan Yamada tersenyum padaku. "Maaf memanggilmu seperti ini, tapi kali ini saya ingin meminta bantuan padamu secara pribadi."


"Tuan Yamada, bantuan apa yang sekiranya bisa saya berikan." Ini ada hubungannya dengan Hisao?! Apa lagi yang dilakukannya kali ini dia membeli champagne tower lainnya sehingga aku harus pergi menampar Aoki?!


"Begini. Hisao akan segera masuk ke bisnis inti keluarga. Tapi saya sangat membenci ... champagne tower. Dan aku perlu orang yang bisa menampinginya agar hal itu tidak terjadi lagi."


Apa maksudnya ini! Telingaku terbuka lebar sekarang.


"Tuan Hiroda ini pengacara keluarga, dia akan menjelaskan padamu." Tuan Yamada mengalihkan pembicaraan.


"Tuan Yamada setuju membayar 'champagne tower" kepada okiya Setsuko-san, dimana 25%, adalah milik Nona Setsuko, dan yang lainnya diatur untuk biaya kesepakatan, bagian untuk tugas menjadi pendamping Tuan Hisao, dalam acara resmi maupun tak resmi. Dan membayar penghasilan Nona Setsuko sejumlah 8 jam penuh apabila dia bertugas mendampingi Tuan Hisao keluar Tokyo." Mataku membulat. Champagne Tower! Assiten pendamping pribadi!


"Setsuko-san maafkan saya, saya akan bicara agak terus terang supaya kau mengerti, yang kumaksud adalah ini bukan transaksi yang melibatkan kau harus tidur dengan Tuan Hisao, tugasmu hanya mendampingi Tuan Hisao, kau bebas menolak permintaan tak sopan Tuan Hisao dan melapor kepada Tuan Yamada bahwa kau tidak melihat Aoki Roppongi dalam tugasmu, atau jika dia kesana kau harus melaporkannya ke Tuan Yamada." Aku melihat Hisao yang diam saja. Tampaknya dia tak punya pilihan.


"Dengan kata lain, Setsuko-san bekerja padaku, bukan ke Hisao." Tuan Yamada menambahkan dengan jelas.


"Tuan Yamada, bagaimana kalau cucu Anda berniat melenyapkan saya." Tuan Yamada sekarang tertawa keras atas pertanyaan terang-teranganku. Aku mendengar hal mengerikan tentang keluarga Yamada. Mereka sepertinya terlibat dengan Yakuza.


"Laporkan padaku, aku yang akan melenyapkannya dengan tanganku sendiri dari garis pimpinan keluarga. Dia menerima pengaturan ini. Setsuko-san, aku percaya kau telah mendengar champagne tower itu, aku membangun keluarga dan perusahaanku dengan keringat dan darah melewati perang, jatuh bangun, aku sangat marah dengan kata itu... Bagiku para pekerja seni di Gion yang bekerja dan belajar keras kesenian tradisional untuk citra pariwisata negara ini adalah jutaan kali lebih terpuji dari wanita-wanita itu. Saya sekarang meminta Anda secara pribadi untuk menerima tugas ini." Dia membungkuk padaku. Ya ampun. Bagaimana bisa aku membiarkan kakek tua ini membungkuk padaku. Aku balik membungkuk padanya.


"Tuan Yamada, kau meninggalkanku tanpa pilihan."


"Kalau begitu Nona Setsuko menerima tugas ini."


"Saya menerimanya." Sekarang Tuan Yamada tersenyum dan tertawa.


"Kau tak pernah mengecewakanku Setsuko-san. Terima kasih telah bersedia membantu." Kakeknya sekarang berhadapan dengan Hisao. "Hisao, Setsuko adalah rekan kerjamu, satu kata dia berkata buruk tentangmu, atau kau melakukan sesuatu yang tidak sopan padanya sehingga dia melapor padaku. Kau akan mendapat pelajaranmu."


"Saya mengerti." Hisao tak punya pilihan. Seperti aku yang tidak bisa menolak permintaan ini.


Kenapa dia harus menyeretku dalam kekacauan ini.