
"Setsuko, kau tahu. Kau mengenal banyak orang yang bahkan belum pernah kami kenal, bahkan kau pernah bertemu setingkat menteri, banyak orang hebat mengenalmu, apakah itu tidak hebat, mungkin setengah dari jepang merasa pernah melihat wajahmu. Jangan biarkan dirimu dihina siapapun."
Kata-kata Hisao memberi sedikit keberanian padaku.
"Setsuko, kau dengar aku."
"Aku mengerti."
"Bagus. Kau akan baik-baik saja. Dengarkan saja dia bicara dan setelah itu jangan menjawab apapun yang kelihatannya menantang."
Aku sekarang menghela napas panjang. Bibi yang duduk didepanku melihatku.
"Setsuko-chan, ada apa denganmu." Kakak tertua Ayah ini walaupun tegas dan sangat pelit, dia sudah makan asam garam kehidupan jauh lebih lama dariku dan pemimpin bisnis okiya ini. Dia wanita brilliant sebenarnya. Aku akan minta nasihatnya. Kuceritakan semua yang terjadi padanya sekarang.
"Benarkah... Ahh ternyata Hisao-san itu memang menghargaimu Setsuko. Tapi bagaimanapun posisimu sulit jika tidak ada keluarganya yang mendukungmu. Jika Yamada-san melarangmu mendekati cucunya. Kau dan Hisao-san hanya bisa menjadi kekasih. Kau harus melepaskannya. Kau mengerti perkataan Bibi, jika kau membuat Yamada-san marah padamu, dia bisa membuat kariermu selesai sekarang juga." Dia langsung ke inti masalah. Aku sudah tahu dia akan mengatakan itu. Dia orang yang logis dan jarang terpengaruh dengan perasaan sepertiku.
"Aku mengerti apa yang Bibi katakan. Hisao bilang dia akan memcoba bicara dan meminta izin ke kakeknya. Aku juga tak punya keberanian menentang keluarga Hisao-san." Nasehat Bibi benar seperti yang kupikirkan. Aku bukan elang yang berani terbang menantang langit, aku daun momiji yang mengalir melewati aliran air. Dimana aku terakhir berlabuh aku tak akan memiliki kuasa menentukannya.
"Bagus, soal Tuan Yamasaki yang mungkin akan menemuimu. Bersikap sopan, jangan memprovokasi apapun, dan biarkan dia bicara menunjukkan kekuasaannya. Orang seperti itu akan mencoba menekan dan menunjukkan kekuasaannya. Jika kita melawannya secara kita akan hancur, alihkan saja, menghindarlah dari setiap konfrontasi. Jangan lawan dia, jika dia memintamu meninggalkan Hisao-san katakan padanya lebih baik langsung bicara kepada Hisao karena kau tidak bisa mengatur Hisao. Kau mengerti maksud Bibi Setsuko."
"Aku mengerti Bibi."
"Hmm... Yamasaki, di masa muda Bibi, Bibi pernah beberapa kali bertemu dengannya, dia punya temperamen cukup sulit diatasi, keluarga mereka adalah keluarga tua. Orang Kyoto tahu nama besar keluarganya. Dengan orang seperti itu kita lebih baik merendah untuk menang. Mereka terbiasa berada diatas dan orang merunduk begitu mengetahui nama mereka."
Aku merasa menjadi kecil sekarang. Apa benar aku bisa mengikuti Hisao-san. Apa ini semuanya sepertinya tampak seperti sebuah kemustahilan.
Nasihat Bibi selalu bijak, kita akan melihat apa yang dikatakan Himeda Yamasaki besok.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku berdebar-debar sekarang. Himeda Yamasaki benar-benar ada di ruangan tatami didepanku ini untuk bicara denganku. Aku menghela napas berulang untuk menenangkan diriku.
Tenang Setsuko, dia juga manusia. Dia bukan monster yang akan memakanmu. Anggap saja dia Paman Gober yang congkak. Aku meringis sendiri dengan pikiranku. Baiklah. Sekarang dia tidak menakutkan lagi.
Dan melihatnya dan membungkuk dalam kepada . Pria itu membungkuk kembali padaku, mungkin usianya sudah di angka 60 tahun. Rambut putihnya terlihat elegan di wajahnya yang datar.
"Tuan Yamasaki, senang bertemu dengan Anda."
"Setsuko-san, senang bertemu Anda juga." Dia berbasa-basi denganku sebentar sebelum memulai pembicaraan inti. Orang ini awalnya sopan dan sabar. Aku hanya mengikuti alur permainannya.
"Putriku cerita beberapa hari yang lalu dia bertemy dengan Setsuko-san. Namanya Kimiko."
"Ahh iya Kimiko-san. Memang beberapa hari yang lalu kami bertemu...."
"Dia putri saya, saya kenal baik dengan keluarga Yamada juga. Teman keluarga, teman bisnis, rumah kami di lingkungan yang sama, dan sama-sama punya kepentingan yang sama. Setsuko-san mengerti maksud saya."
"Saya mendengarkan." Maksudnya dia menjelaskan mereka punya kelas yang sama sedangkan aku tidak. Sederhana.