The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 67. Another Reward 2



“Tuan Segni, Anda sangat melebih-lebihkan saya.”


“Tidak, aku tak melebih-lebihkan, jelas kau bisa menyelesaikan semua dengan sangat bagus, bahkan kau mampu menarik Gianni yang hampir tak tersentuh ke bawah kakimu, semua itu berkat otakmu  sendiri. Aku tak perlu berpikir, kau yang melakukan bagian memeras otaknya, aku tinggal berjalan sesuai strategimu dan tidak mengalami kerugiaan apapun, bahkan keuntungan yang luar biasa. Bagaimana aku bisa melepaskan otak brilliant sepertimu dari kubu partai.” Sekarang ternyata aku akan ditarik sepenuhnya sebagai pendukung partainya. Biasanya hanya Paman yang terlibat langsung dengan  politik, tapi sekarang rupanya aku diberi akses langsung  oleh senior partai.


Di Italia  usia 40 tahun adalah usia minumum dimana kau diberikan kesempatan untuk menjadi anggota Parlemen. Karier politik biasanya dimulai menjadi anggota parlemen.


“Terima kasih Tuan Segni, saya benar-benar merasa terhormat.” Dia tertawa kecil didepan sana.


“Kudengar dari Pamanmu kau akan menikah dan bahkan segera punya anak, selamat atas pernikahanmu, kehidupan keluarga yang stabil adalah pilihan yang bagus.”


“Ahh, saya hanya mengundang keluarga dekat. Maafkan saya, ...Tapi tentu saja saya sangat senang bila Tuan bersedia hadir.”


“Tak usah, aku tak ingin mengganggu acara keluarga, merayakan dengan keluarga dekat memang cara terbaik untuk menikah. Aku tak akan merepotkanmu, orang tua ini  hanya ingin memberi ucapan selamat padamu.”Sekali lagi aku berterima kasih padanya untuk penghargaannya yang luar biasa itu. Akhirnya, ini seperti pengakuan yang luar biasa bagiku. Dibalik semua kesulitan tak ada akhir ini, ternyata ada anak tangga yang membawaku lebih ke atas. Aku mengucapkan terima kasih untuk kepercayaannya.


Dan kemudian kembali lagi ke ruang meeting di mana Allesio Gianni duduk menungguku. Berharap aku dapat merundingkan remisi untuk keluarnya anaknya lebih cepat. Jika dilihat dari sisi lain dia hanya seorang Ayah yang terlalu membela anaknya, tapi itu sebenarnya malah menghancurkan. Anaknya menganggap melakukan pelanggaran pun dia tak akan tersentuh karena ada nama besar Ayahnya dibelakangnya.


“Seperti yang Anda lihat, masih bertahan hidup, walaupun dengan topangan kanan kiri.”


“Anda jelas punya semangat hidup yang perlu dicontoh siapapun.” Dia tertawa kecil, mungkin antara miris atau menyesal dengan kondisinya sendiri.Tapi aku tidak di posisi akan memberikan dukungan solid untuknya. Bagaimanapun kami di sisi yang berbeda saat ini. Minyak dan air belum bisa begitu saja bersatu.


“Saya akan membantu Anda.” Dia mendonggak dengan harapan baru di matanya saat mendengar kalimatku. “Tapi saya tidak bisa memberikannya secara gratis, tidak ada yang gratis jika Anda tidak pernah memberikan gratis, Anda tahu aturannya. Tapi saya rasa, saya akan mengaturnya tidak akan terlalu memberatkan bagi Anda nantinya.” Dia mengganguk.


“Saya tahu.” Dia menghela napas, aku tak tahu artinya, mungkin antara lega atau mungkin membayangkan apa yang akan  aku minta.


“Intinya Tuan Antonio bersedia membantu Anda. Saya hanya bisa menyampaikan itu sekarang. Nanti saya akan menghubungi Anda lagi soal detailnya.”


“Baik, saya akan menunggu. Terima kasih atas bantuannya. Kalau begitu saya kembali sekarang Anda pasti sibuk.”


“Jaga kesehatan Anda Tuan Gianni.” Dia pergi. Aku melihatnya dengan banyak pikiran berjalan.  Sungguh orang tua yang malang. Tapi apapun yang dia putuskan karena dia seorang Ayah. Aku berpikir tentang Ayahku sekarang? Entah dimana, aku juga tak tahu. Tapi kuharap dia sehat dan baik-baik saja.