The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 87. Reward



“Mr. Reed, aku tak mengerti maksud Anda? Kenapa Anda membawa saya kesini?” Tyson Callaway masih berusaha menyangkal keterlibatannya didepan Mr. Reed


“Kemana mereka membawa Kate? Jangan banyak berdalih didepanku bang*sat!” Mr.  Reed mencengkram kerah bajuanak buahnya itu karena sudah muak melihatnya. Padahal dia tahu Tyson dan Kate dulunya adalah teman.


“Aku tak tahu apapun soal Kate...” Dia menolak bekerja sama tentu saja, bagaimana mungkin orang ini mengakuinya begitu saja, apalagi dia tahu bagaimana celah hukum bekerja, yang dilakukannya adalah mengulur waktu menyangkal keterlibatannya dan mengatakan dia bukan membicarakan Kate. Mr. Reed memicingkan matanya menghadapi pria didepannya ini.


“Jika Kate sampai tak kami temukan, percayalah, kau tak akan pernah keluar dari penjara seumur hidupmu! Rekaman pembicaraanmu dengan Arthur Kulkov sudah didapatkan, tak usah berpura-pura lagu didepanku. Aku muak  padamu, Kate menganggapmu temannya, tapi kau memperlakukannya seperti kalian tak pernah berteman. Manusia macam apa kau!” Mr. Reed langsung menuding dan memegang dagu Tyson Callaway. Dia ingin memberikan  bogem mentah kepada pria ini sekarang jika bisa.


“Aku tak ada hubungannya dengan hilangnya Kate yang kau maksudkan dan  aku tak tahu apa yang kau bicarakan. Aku mau menghubungi pengacaraku. Aku tak akan memberikan keterangan apapun sebelum  aku bertemu pengacara.” Tyson menolak bicara apapun pada penyidik. Mr. Reed merasa dia memang tak tahu apapun, bagaimana penculikan itu berjalan, dia hanya tahu Arthur Kulkov mengatur orang untuk menculik Kate.


“Baik, menyangkalah sebanyak yang kau mau, aku berharap kau masih punya hati, tapi ternyata memang tidak, lihat nanti bagaimana aku akan mengurusmu.”


Tyson tak mau bicara. Dari rekaman pembicaraan itu, Mr. Reed juga tahu dia tak tahu teknis penculikannya dan dimana mereka sekarang. Dia membiarkan investigator yang bekerja sementara dia kembali keatas dan fokus ke operasi pencarian. Kate agen yang pintar dia pasti tahu  untuk membuat tanda.


Mr. Reed ke ruang kontrol dimana tim dari National Security Division bekerja sama dengan CIA menyelesaikan kasus ini.


“Berdasarkan waktu hilangnya kate, dia mungkin sekarang berada di Virginia atau Kentucky, kami menemukan mobil pertama sudah diganti dan ditinggalkan di sebuah  lapangan parkir terpencil di luar  New York sejam kemudian, sayangnya tampaknya mobil ini sudah disiapkan dan kita tidak bisa menentukan mobil pengantinya, tak ada laporan kehilangan mobil di wilayah ini, berarti ini mungkin mobil sewa yang sudah dipersiapkan sebelumnya.” Liam Logan memberikan updatenya di layar.


“Tak bisakan kita sebarkan warning penculikan di sepanjang jalur interstate 85 dan interstate 81, itu jalur yang mungkin mereka lewati, jika mereka benar menerobos ke Selatan.” Mr. Reed memang tidak terbiasa menangani kasus seperti ini, tapi dia merasa itu bisa membantu mereka menemukan jarum dalam jerami.


“Aku sudah memberikan peringatan penculikannya, yang kita perlukan dia menciptakan tanda, sedikit tanda untuk kita, aku sudah mengatur polisi mengawasi pom bensin, dan memberitahu mereka jika melihat sesuatu yang mencurigakan. Tapi jika nomor yang kita lacak itu aktif maka kita akan mendapat petunjuk. Orangku sedang  menelusuri nomor-nomor yang dihubungi oleh penculik itu. Dan melacak pergerakannya beberapa jam terakhir.”Liam mengerti bahwa mereka tak boleh kehilangan Kate, jika tidak membebaskannya tak akan mudah.


Semoga  mereka bisa menemukan petunjuk secepatnya dari pelacakan lanjutan  nomor telepon yang terhubung ke penculik itu.


Sementara Nathan terbang sendiri ke  kota perbatasan di Texas- San Antonio untuk menemui Pamannya. Dia tak akan membiarkan mereka bisa melewati perbatasan. Nathan tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Kate berhasil diterbangkan  ke Russia.


“Paman, aku mau kau    sebarkan ke semua kontakmu, semua orang yang kau tahu bisa menyelundupkan orang pulang pergi perbatasan, apa mereka punya seorang gadis diselundupkan aku akan memberi mereka 2 juta dollar. Jika dari informasi mereka bisa membawaku ke gadis bernama Kate ini. Atau mungkin informasi ini bisa sampai ke orang yang menculik Kate.” Jam delapan pagi dia sudah memberi tahu Pamannya soal hadiah yang akan diberikannya. Hadiah ini tak main-main tapi Nathan tak perduli, itu sama sekali  bukan uangnya, itu uang yang Arthun Kulkov bayarkan padanya. Dia menyebarkan foto Kate dan harus menghubungi atau menulis pesan ke 911 jika mereka punya keterangan apapun yang  berguna.


“Wow dua juta dollar, kau  benar-benar serius Nak. Ini kekasihmu.”


“Iya dia kekasihku, jika  sampai dia melewati perbatasan akan sulit untukku menemukannya, aku minta tolong kau untuk menyebarkannya ke siapapun Paman, aku mencari gadis ini dalam jangka waktu 24 jam ini kurasa dia akan melewati perbatasan. Aku tak tahu mereka dibayar berapa untuk melewati perbatasan tapi aku jamin tak akan mencapai dua juta dollar, mungkin seratus ribupun tidak, tapi aku memberi dua juta dollar.”


“Baiklah, anggap dalam satu jam kedepan semua orang akan tahu ini.  Aku akan menyebarkan berita ini keseluruh perbatasan Timur.” Nathan yakin dia bisa menemukan sesuatu dengan hadiah  sebesar ini. Semangkin cepat berita ini tersebar akan lebih baik dan dia sudah menyertakan hotline 911 yang pasti tahu bagaimana merespon ini karena Kate sudah masuk daftar prioritas pencarian.


\=======*****=============


POV Natalie


Bulan November yang dingin, suhu mungkin hanya 10°C, untunglah  tidak ada salju, jika tidak akan lebih rendah lagi. Aku meringkuk kedinginan di ruangan kecil ini. Sudah berjam-jam aku setelah kami sampai, putus asa aku tak bisa menemukan apapun selain debu di ruangan ini, mungkin mereka beristirahat aku meringkukkan tubuhku lagi mencoba menyusun rencana pelarian, apa yang harus kulakukan, berpikir apakah Nathan tahu siapa yang kuhadapi, apakah mereka bisa melacak keberadaanku.


Setelah Virginia kami akan melintasi  Kentucky and Tennese, hari ini pasti perjalanan yang jauh untuk mereka  setelah semalaman mereka membawaku dalam gelap, kemungkinan mereka sudah di 1/3 perjalan ke kota perbatasan. Aku melihat ada seorang lagi yang bersama penculik itu, laki-laki yang memancing perhatianku dari depan. Dia pasti orang yang akan membawa melewati ke perbatasan.


Orang yang melintasi perbatasan ini biasanya bisa menyelundupkan manusia karena mereka terbiasa sudah terbiasa melewati perbatasan untuk berdagang. Kurasa dia akan membawaku ke semacam truk pengangkut, membuatku berada didasarnya. Kami diajarkan beberapa kasus tertangkap seperti itu.


 


 


Seorang Mexican yang melakukan ini  demi uang.... Demi  uang! Benar sekali!


Berapa dia dibayar, andai dia bisa menawarkan uang untuk membantu membebaskannya. Mereka pasti melihat uang yang ditawarkan, jika aku bisa menyuruhnya memberi tanda saja maka aku akan ditemukan.


Bagaimana caranya, orang Rusia itu pasti mengawasiku sangat ketat. Bernyayi, mengumpat berteriak dalam bahasa Spanyol,  apa dia tidak curiga. Mungkin aku bisa berteriak tidak jelas saja. Aku berusaha mengingat beberapa kata dalam bahasa Spanyol.


“Te doy uno million para ilamar nueve  uno ( Aku beri satu juta untuk telepon 91). “  Aku berteriak untuk menarik perhatiannya. Dalam bahasa yang kadang kucampur antara Inggris dan Spanish aku minta kekamar mandi. Kuharap dia mengerti dan kebetulan mendengar apa yang kukatakan,  aku hanya perlu membuat riak disini. Tak usah menelepon, text pun bisa. Jika ini Virginia maka dia bisa menghubungi 911 dengan text.


“Kenapa kau berteriak!” Pria itu membentakku.


“Aku mau ke kamar mandi.” Dia tidak curiga syukurlah, pria yang satu lagi melihatku dengan aneh. Apa dia mendengar kata-kataku tadi, aku berdebar sekarang mungkin dia benar-benar mendengar kata-kataku. Aku menatapnya berharap dia mengerti, tapi kemudian dengan cepat mengalihkan pandanganku lagi agar  penculikku tidak curiga.


“Cepatlah!” Aku didorong ke kamar mandi. “Kita akan berangkat segera...” Aku didorong ke kamar mandi dengan pintu terbuka, laki-laki itu melihatku, aku membuat tanda satu dengan jari telunjukku yang ku sembunyikan di bawah. Entah kenapa aku punya perasaan dia mengerti apa yang kuinginkan.


Mungkin aku bisa lolos, please... ambil satu jutanya.


Texting 911 untukku. Baritahu mereka aku disini.