The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 26. I'm Sorry



Makan malam berjalan dengan baik. Tugasku adalah membuat suasana menyenangkan, dan semua orang menjadi nyaman.


Sang tamu dan Nyonya sudah mengenalku, tampak terkejut ketika mereka tahu aku adalah pendamping khusus.


"Tuan Hisao punya kebanggaan luar biasa bisa mendapatkan pendamping bisnis pribadi seperti Setsuko-san. Aku sekarang kagum para Tuan Hisao yang sangat memikirkan kebanggaan keluarga. Tuan Yamada memang punya penerus yang luar biasa... Ahh Setsuko-san, apa aku tak bisa meminta bantuanmu lagi di Gion?" Hisao sekarang tersenyum dan membungkuk, sekarang dia lihat citra kebanggaan yang didapatnya.


"Saya tetap bekerja di Gion Tuan. Anda tetap masih bisa mendapatkan bantuan saya, hanya saya tidak melakukan pendampingan pribadi secara personal di luar ochaya selama jangka waktu tertentu karena kontrak kerja khusus."


"Ahhh begitu, suami saya merasa sangat terbantu dengan Anda, bahasa Inggrisnya tidak ada kemajuan Setsuko-san." Nyonya Yoshibara sekarang juga terlibat percakapan denganku.


"Nyonya itu tugas saya, membuat semuanya menjadi mudah. Anda bisa mengandalkan saya..." Ini jauh lebih mudah. Pembicaraan mengalir lebih baik, aku menikmati tugas malam ini. Walaupun tentu saja sebagai pendamping aku harus tetap menonjolkan yang kudampingi biarpun aku masih mengangapnya menyebalkan.


Di ujung pembicaraan aku akan membiarkan para laki-laki bicara dan dengan keramahanku sendiri aku menyenangkan sang Nyonya dengan hadiah pribadi untuk sang Nyonya dari Kyoto.


Sekarang aku mulai melihat kekaguman pada Hisao dan merasa dia mulai memandangku dengan penghargaan. Penghargaannya kelihatannya baru didapatkan setelah dia bisa melihat sendiri.


"Nyonya dan Tuan Yoshibara, kami berterima kasih atas makan malam ini. Lain kali mari kita lakukan lagi." Hisao sekarang melakukan penutupan pembicaraan.


"Tentu saja..tentu saja. Kita masih punya banyak kerjasama di masa depan." Akhirnya kami saling berpisah dan makan malam pun berakhir dengan baik.


Aku dan Hisao membungkuk mengantar mereka dan lega tugasku berjalan dengan baik.


"Tunggu, biarkan aku mengantarmu."


"Saya tidak ingin merepotkan Hisao-san. Tak terlalu jauh dari sini. Saya akan kembali sendiri." Kenyataannya aku malas membuat malamku rusak dengan mendengarkan pembicaraannya. "Selamat malam Hisao-san." Aku membuat bungkukan pantas dan melangkah pergi.


"Setsuko san! Jika aku berkata aku akan mengantarmu. Maka aku tak melakukan itu untuk kesopanan." Langkahku terhenti. Aku terpaksa berbalik lagi dan menunggunya berjalan ke depanku.


"Aku akan mengantarmu. Kuberitahu kau, aku tak suka dibantah dalam waktu tugas. Ikut aku." Lengannya terulur dan aku terpaksa harus menerima lengannya.


Tak ada yang bicara sekarang, kami terus berjalan sampai ke mobil. Pengawalnya langsung tanggap dan memastikan bahwa mobil akan langsung berjalan.


Pengawal-pengawal ini, aku sekarang yakin mereka punya latar belakang kompleks. Baik Tuan Yamada, anaknya maupun cucunya memakai pengawalan lengkap seperti ini. Mungkin benar mereka ada hubungannya dengan Yakuza.


Kami masuk mobil dia menyebutkan daerah apartmentku kepada sopirnya.


"Terima kasih Hisao-san." Aku merasa perlu bicara padanya karena dia mengantarku. Dia tidak menjawabku, mungkin tersinggung aku menolaknya tadi. Tapi entah kenapa aku senang sekali membantahnya.


"Kau kembali ke Gion besok?" Dia tiba-tiba bicara, aku yang sedang menikmati kesendirianku terkejut. Sekarang aku terkejut dia mengesampingkan emosinya, kusangka dia akan mendiamkanku sampai ke apartmentku. Dan aku tak keberatan didiamkan sebenarnya daripada mendengarkan sindirannya.