
Aku kembali ke New York lagi, ternyata benar perhitungan mereka, Callaway kalah, kali ini cukup jauh perbedaannya dengan lawannya.
"Kim, bagaimana kabarmu." Aku mampir ke kantorku, menyapa assisten kepala unitku yang lama. Empat hari kemudiam, hari Selasa setelah Minggu yang melenakan di Sicily itu. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi pada Callaway setelah berita itu keluar.
"Nathalie, ternyata itu kau. Senang melihatmu lagi. Kau sedang bertugas di NY?" Kim tampak senang melihatku, kami sudah bekerja di unit yang sama beberapa tahun.
"Ohh iya, aku sedang ada rapat di kantor pusat Garcia. Jadi aku bisa mengunjungi kalian, biasanya aku bertugas di LA, kesini rasanya sangat jauh, padahal aku merindukan NY. Bagaimana keadaan kantor, apa Callaway masih menyebalkan." Aku berbisik padanya. Dia mendekatkan diri padanya.
"Ahhh kau kehilangan tontonan seru, dia menjadi bahan tertawaan disini, sudah dari minggu lalu." Aku tentu saja tahu, tapi aku ingin mendengar dari biang gosip kantor ini, detail-detail mendebarkannya.
"Wow, kumohon ceritakàn padaku apa yang terjadi, sepertinya sangat seru."
"Begini yang terjadi...." Mulailah Kim menceritakan berita besar tentang keluarga Callaway, sampai Tyson tak berani masuk ke kantor karena skandal besar itu dan harus membantu Ayahnya menangulangi dampak berita itu. Tapi ternyata apa yang ada dalam berita itu tidak bisa dibantah kebenarannya kemudian.
"Ohh sekarang bagaimana?"
"Sekarang... entahlah, kemarin dia masuk kantor, tapi sebentar saja. Kau tahu kan Ayahnya berakhir kalah kemarin . Tak ada kebanggaan lagi yang tersisa sekarang. Semua orang di kantor ini malaj bersyukur dia kalah, itu akibatnya menjadi sombong diantara yang lain." Kim bercerita dengan bersemangat.
"Kasihan sekali. Tapi kurasa dia menuai apa yang dia tabur." Aku tersenyum puas mendengar penderitaannya, aku membayangkan bagaimana dia tahu jika aku yang membocorkan rahasia keluarganya itu. Tidak , dia tidak akan tahu selamanya. Aku tak mau mencari masalah. Bagaimanapun keluarga mereka masih punya pengaruh.
"Ada yang lebih seru lagi, dia bertengkar dengan Andrea kemarin dan membuat heboh kantor ini, kemungkinan mereka putus." Kim menambah gosib baru yang harus kudengarkan.
"Benarkah? Kenapa..." Bisa ditebak kenapa.
"Tyson sudah tak menarik lagi mungkin. Sudah kalah..." Aku meringis saja mendengarnya.
"Ohhh Kate, kau kesini." Sekarang Boss-ku lama ku Sir Reed yang menyapaku. Aku memang ingin menemui dan bicara dengannya.
"Kemarilah, aku ingin bicara padamu." Aku mengikutinya ke ruangannya sekarang, dia kepala tim senior disini, sebenarnya aku beruntung bisa satu tim dengannya. Jika dia merekomendasikan pimpinan tim baru dia akan didengarkan oleh kepala divisi, perjalanan masa mudanya sama denganku, dia banyak disusupkan di tugas lapangan.
"Baik Sir."
"Aku akan berusaha menarikmu lagi dalam tim-ku karena aku punya banyak kasus baru. Aku perlu kau yang memimpin tim kali ini. Kau tak akan bertugas di luar lagi."
"Terima kasih Sir, saya menantikan bisa kembali ke sini. Ehm tapi bagaimana Anda bisa menarik saya, saya di bawah Callaway sekarang?"
"Tugas yang mereka berikan padamu sebenarnya hanya permainan tingkat atas, orang ini punya catatan bisnis bersih, aku tak tahu kenapa mereka menargetkannya. Mereka sendiri yang tahu, aku juga tak diberi tahu apapun, dan kita ditugaskan tapi kepala divisi tidak bisa membuat kita memperoleh akses apapun, bahkan penyadapan pun tidak karena dia ternyata asset tingkat tinggi pemerintah. Kenapa kita menghabiskan waktu menyelidiki asset kita sendiri. Aku tak habis pikir, sementara kita punya tumpukan kasus untuk diselesaikan." Tuan Reed nampaknya sudah paham duduk permasalahan kasus ini.
"Saya hanya bisa meminta bantuan Anda Sir menarik saya dari sana. Saya menghabiskan waktu sebenarnya disana."
"Aku akan melakukannya, boss barumu itu tidak berguna disini. Dia hanya menebar pesona dan menghabiskan sumber daya penyelidikan. Kita perlu orang yang bekerja dengan benar. Aku akan bicara dengan Ketua Divisi segera, dia harus setuju aku menarikmu, dia sendiri tahu kita punya banyak kasus untuk diselesaikan. Kau tunggulah kabar dariku untuk sementara ini."
"Baik Sir,..."
"Kasusmu sudah selesai? Yang berkaitan dengan Oguri dan Ailes itu?"
"Masih dalam proses Sir, tapi tidak ada kesulitan saya kira, kita biarkan saya polisi mengurusnya."
"Baiklah jika begitu, anggap saja kau sedang dapat gaji double disana. Kau bahkan punya posisi wakil auditor internal, gajimu pasti sangat lumayan disana." Aku tertawa sekarang.
"Jika saya mundur dari pekerjaan sekarangpun saya butuh waktu Sir, mereka pasti menahan saya."