The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 47. Another Back Up 3



“Kita tak membawa apapun ke Chicago?”


“Tidak, kita akan mampir kerumah sebentar, bawa yang kau perlukan, belilah pakaian yang kau inginkan untuk sementara besok disana. Aku akan menanggung biayanya. Tak aman disini sementara ini.”


“Baiklah.” Dia mengajakku keluar, aku melihat beberapa mayat tergeletak.  Mati. Rasanya horror, ada darah berceceran, sementara satu orang didalam sana masih pingsan.


“Ada berapa mayat...”


“Empat.” Demi apapun aku belum pernah terlibat dengan tim operasi yang harus menggunakan senjata  ataupun melibatkan mayat bergelimpangan seperti ini.


“ETA 10 menit.”


“Kita pergi jika begitu. Kau punya obat penahan rasa sakit John?”


“Ohh ada.”


Kami  bersiap pergi tak  lama kemudian. Semua orang yang termasuk  dalam  tim pengawal Nathan ternyata hanya Howard, Alan dan John yang ikut. Dua yang lainnya menunggu tim pembersih.


Penerbangan private jet itu berangkat jam 1 malam menuju O’Hare International Airport, penerbangan ‘go now’ itu akan memakan waktu hampir 4 jam, tapi dengan kami akan sampai jam 5 pagi. Pertama  kali aku terbang via private jet dalam hidupku


“Apa kalian akan membunuh orang itu.”


 


“Kau lebih baik tak tahu detailnya. Lebih membuatmu tak bisa tidur, apa kau baik-baik saja? Cobalah beristirahat” Dia tersenyum mendengar pertanyaanku. Apa mereka akan membunuhnya membuat agen KGB itu menghilang? Bukankah itu akan menambah masalah? Bagaimana dia hidup dengan beban bahaya seperti itu.


“Aku..., kurasa cadangan nyawaku habis.” Nathan tertawa.


 


“Kau masih hidup. Tenang saja, nanti kuberikan nyawa cadangan punyaku.”


 


“Hmm...” Aku setengah tertawa  karena mengantuk. “Rupanya kau punya banyak, sekarang aku lega. Lenganmu masih sakit?”


“Ini hanya luka kecil. Bukan hal yang perlu diributkan. Cobalah tidur, crew akan membangunkan kita saat kita mendarat. Good night Nat.”


“Nama kita awalannya sama, ... Aku akan memanggilmu Sir Garcia saja.”


“Tidak panggil  Nathan saja. Sudahlah tidurlah.”


Aku memejamkan mata mencoba beristirahat.


Katanya dia mau meminjamkanku  nyawa cadangannya. Dia akan menyesal mengatakan itu padaku. Karena aku  bahkan tidak  jujur tentang  siapa aku, siapa aku yang bisa meminta  perlindungannya.  Maafkan aku Nathan, aku membuatmu kecewa...


Sementara Chicago menungguku sekarang. Entah apalagi yang akan terjadi padaku disana.


 


 


\======================******==========================******===================


“Daerah pemukiman yang indah.”


“Danau Michigan tak jauh dari sini.” Dia menjelaskan tempat tinggalnya ini. Hari masih gelap hampir jam 6 hanya temaram cahaya terlihat di langit musim panas Agustus ini.


“Ini kota kelahiranmu?”


“Iya aku lahir disini.”


“Kita disini seminggu?”


“Iya, menunggu semua tenang dan dibereskan.”


“Bagaimana kau membereskannya?”


“Ada caranya, lagipula ini tanah Amerika, mereka tak akan berani  terlalu macam-macam disini. Kau tak usah memusingkannya. Anggap saja  kau menerima liburan.”


“Apa kau tak takut dikejar KGB?”


“Mengejar orang sepertiku tak mudah, mereka bisa berurusan denganku karena aku bertemu seseorang. Mereka salah menyangka aku target yang mudah. Tenanglah sudah kubilang aku punya banyak nyawa cadangan... Benar John? Masih berapa nyawa cadanganmu...”


“Banyak Boss.”


“Itu cara kami menghibur diri kami sendiri sebenarnya.”  Mereka tertawa bersama. Semua orang nampaknya lelah. Seorang pengurus rumah tampak bangun membukakan pintu untuk kami, sudah hampir jam 6 saat  kami sampai.


“Saya sudah menyiapkan sarapan, mungkin Tuan dan Nona lapar?”


“Guys? Sarapan dulu, sebelum tidur lagi...”


“Ahh lebih baik begitu.” Semua orang mengambil sandwich mereka dan makan sedikit.


“Aku tadi sudah makan makanan pesawat, aku mau tidur saja....”


“Kutunjukkan kamarmu.” Dia mengantarku ke lantai  dua ke kamarku.


“Kau tak bisa tidur tadi?”


“Berisik.” Aku menggeleng, aku tak bisa tertidur dengan kondisi berisik begitu. Salah satu kelemahanku jika melakukan perjalanan jauh, untunglah itu hanya empat jam.


“Kasihan. Tidurlah jika begitu...” Dia menunjukkan kamar mandi dan meninggalkan aku sendiri.


Aku sudah meninggalkan laporan ke boss-ku jika aku ada di Chicago sekarang sekaligus meninggalkan pesan kepada Alan. Aku akan mengawasi tim auditor dibawahku dari Chicago.


‘Ikuti terus mereka’


Bossku di FBI akan membiarkanku disini, menaruhku sebagai pion  seperti biasa, kadang aku merasa hanya sebagai kamera mata-mata. Nathan punya tim yang bahkan bisa membersihkan kekacauan yang begitu besar, sebesar apa kekuatan yang ada dibelakangnya. Aku merasa dia orang yang sangat berbahaya tapi kadang juga dia terlihat  begitu   menarik, ...Gabungan  aura misterius, ketampanan, gangster dan kepintaran otaknya dalam bisnis membuatku merasa dia terlalu sempurna, kecuali kenyataan dia tak segan melempar siapa saja ke kantung mayat seperti pyschopath berdarah dingin.


Aku mau tidur, aku mengunci pintu. Mamasang kunci cadangannya dan mencoba beristirahat sejenak. Dijadikan kamera pengawas ya baiklah, kamera pengawas ini sedang setengah liburan akhir musim panas di Danau Michigan yang indah.