
Sudah mendekati akhir musim panen, udara mulai mendingin, anggur sudah selesai dipetik, daun-daunnya sudah mulai menguning, kami akan mulai merayakan berakhirnya musim panen, dapur kami mulai membuat Ciambella biskuit, biskuit keras tradisional Sicily yang disajikan dengan dengan wine fortified (anggur yang ditambahkan alkohol) seperti Moscato atau Malvasia. Sementara Nouveau Wine akan mulai dijual.
Dan peternakan akan memulai membuat keju ricotta di bulan ini. Keju kambing yang digunakan sebagai bahan utama isian cannoli dan cassata ( Sicily Cheese cake)
...Ciambelle Cookies : Biskuit tradisional dengan rasa wine....
...(Nouveau Wine anggur yang dipanen awal dalam tahun yang sama dan dibotolkan langsung, rasanya manis seperti jus anggur dan haŕus dikonsumsi sekarang tidak boleh disimpan lama)...
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Semua orang bergembira di Linguaglossa atas musim ini. Kami juga, tidak terkecuali. Aku juga masih menunggu kabar dari Bova, secepatnya dia bisa menutup transaksi, lebih cepat kami menentukan nilai investasi.
"Nona, Tuan Raoul ada disini?" Seorang pegawaiku administrasi, menemui aku yang sedang berada di kantorku di sebuah sore . "Tapi dia masih di reception depan..."
"Apa lagi yang dilakukannya disini." Aku tak pernah membalas telepom dan pesannya sekarang dia dengan senang hati datang kesini. Aku menghela napas panjang.
"Bilang saja aku pergi bertemu rekan bisnis."
"Baik Nona." Pengawaiku itu pergi. Tapi tak lama kemudian dia kembali lagi. Aku melihatnya hati-hati berkata, semua orang disini tahu kenapa aku dan Raoul berpisah. Tak jarang aku melewati saat-saat buruk dan berpengaruh kepada temperamentku menghadapi mereka dulu.
"Nona, dia ternyata sudah memesan kamar disini via sistem online kita malam ini. Dia bilang dia akan menunggu." Aku sakit kepala mendengarnya. Haruskah dia mengganguku lagi.
"Baiklah. Tak apa..."
Aku membiarkan diriku bergabung dengan tamu untuk makan malam kemudian. Karena Ibu sedikit lelah malam ini, jadi aku harus menyapa mereka sebentar.
Tapi group yang ini terlalu menyenangkan, jadi aku putuskan bergabung lebih lama berbicara dengan mereka. Sekaligus menghindari Raoul, tapi akhirnya aku harus menghadapinya. Kali ini aku hanya menghadapinya dengan kembali ke kediamanku lebih cepat.
"Amore... Monica." Aku terus berjalan ke sisi restauran. "Tunggu aku..." Dia menarik tanganku dan aku menariknya kembali.
"Kenapa kau selalu menghindar sayang, ..."
"Lepas,.." Aku berniat menarik lepas tanganku. Tapi dia malah menangkap pinggangku dan membuatku mendekat padanya.
"Tidakkah kau merindukanku, aku berusaha keras untukmu." Berusaha keras untuk menipuku maksudmu. Aku sudah mengalaminya.
"Aku tak akan merindukam kebohonganmu lagi Raoul. Lepaskan aku..." Tenanganya memang bukan tandinganku. Aku berusaha mendorong dan membuka kunciannya tapi semangkin aku melawan mukanya semangkin senang.
"Bagaimana jika aku melepaskanmu di kamarku sayang, itu akan sangat ... memuaskan. Tak ingatkah kau pada malam-malam bahagia kita." Bastardo ini membuatku muak.
"Lepaskan aku Raoul ! Atau aku akan berteriak..." Aku sekarang memukulnya. Putus asa aku tak bisa melepaskan diri.
"Kau masih sulit seperti dulu..." Dan dia menyentuh pinggulku menempelkan aku padanya seperti dia memilikiku.
"Lepas!" Aku berteriak dan mendorong merasa dilecehkan.
"Lepaskan dia atau aku sendiri yang akan menghajarmu disini.." Suara dingin dan dalam itu. Fabricio Bova. Matanya menatap Raoul dengan niat melukai. Raoul otomatis melepaskanku.