
POV HISAO
Sebulan sejak pembicaraanku yang terakhir dengan Kimiko dua bulan yang lalu, tampaknya dia belum bisa memutuskan. Ibuku masih bertanya padaku, membujukku Dan yang membuatku paling marah adalah keluarganya mengirim orang untuk menganggu Setsuko.
Takeru menghajar ba*ngsat-bangs*at itu dengan pantas dan memastikan tak ada seorangpun diantara mereka yang berani menyentuh Setsuko lagi.
Kurasa aku tak perlu menunggu lagi untuk bicara dengan Ayah. Ini sudah sangat mengangguku, tambah lama ini dibiarkan ini akan semangkin tak bisa diselesaikan.
"Kau kuberi hati diajak bekerja sama tapi kau malah mengirimkan berandalan menggangu Setsuko!? Dia dengan baik hati memikirkanmu, tapi kau sengaja membuat masalah." Akhirnya aku bicara pada di telepon Kimiko keesokan harinya setelah menerima laporan lengkap dan semua video dari Takeru.
"Hisao, aku tak bisa melawan keluargaku. Mereka bilang Ibumu sudah setuju dengan perjodohan ini. Keluargaku yang mengurusnya. Aku tak punya keberatan apapun seperti yang kubilang. Jika kau tak setuju bicaralah ke orang tuamu untuk menyelesaikannya!" Sekarang nampaknya dia juga tak punya keberanian apapun.
"Kau tak ingin hidup bersama kekasihmu sendiri?"
"Tidak, keluargaku tidak menyetujuinya, apa yang bisa kulakukan lagi selain menurut kepada mereka. Aku hanya bersikap logis . Lagipula sudah kubilang kau bebas mengunjungi kekasihmu. Aku bersikap adil padamu... Tapi kau yang berkeras tak mau bekerjasama."
"Aku benar-benar tak mengerti kalian."
"Aku juga tak mengerti kenapa kau tak bisa menerimanya. Kau tergila-gila dengan geisha itu! Apa yang bisa dia berikan padamu selain tubuhnya. Kau yang tak logis. Kenapa kau harus menolaknya. Apa yang kutawarkan masuk akal. Kita hanya harus bersikap semuanya baik-baik saja dan jadi teman." Nampaknya bicara keinginan bisa membangun keluarga dengan orang yang kau cintai saja tak bisa dia pahami. Kurasa dia memang psych*opath.
"Baiklah, aku sekarang juga tak bisa bicara banyak. Kita tempuh jalan masing-masing yang jelas kita tak akan pernah menikah." Aku menyerah bicara padanya. Ide ini mungkin terlalu naif baginya untuk diterima.
Aku memutuskan pembicaraan. Tak ada gunanya bicara dengan gadis itu. Mereka mau cara sulit, akan kuberikan mereka kesulitan.
"Yukio, jangan masukkan keluarga Yamasaki ke perjanjian itu. Mereka menolak bekerja sama, malah memgirimkan orang untuk menganggu Setsuko semalam. Akhir minggu depan aku akan ke Kyoto untuk bertemu Ayah langsung.
"Aku mengerti Kak Hisao, tapi sebenarnya aku juga tak ingin bekerja sama dengan Yamasaki."
"Ohh ya? Kenapa? Ceritakan padaku apa yang kau tahu tentang mereka..." Tampaknya memang ada yang tak beres dengan keluarga itu sehingga mareka sangat memaksakan pernikahan ini. Dan aku ingin tahu apa itu.
"Baiklah, dengarkan ini...." Yukio ternyata memberitahuku sebuah informasi penting.
\======
Sudah pasti Kimiko tak bisa meyakinkan keluarganya, aku pun tak ingin memberi mereka kontrak apapun.
"Kita menandatangani akan menandatangani kontrak besar dengan pemerintah untuk event Sakura Matsuri tahun depan. Semua deal hampir final.... Jumlah kontrak ini bahkan cukup menjamin biaya tahunan kita..." Yukio memulai pembicaraan sekarang saat aku makan siang dengan Ayah.
Aku akan mulai masuk dengan persetujuan Ayah. Sementara Yamasaki sebenarnya dekat dengan Ibu. Perjodohan ini karena Ibu kami berdua
"Kekasih Hisao yang mengenalkannya, Setsuko-san. Dia kenal dekat dengan orang pemerintah ini karena sering bekerja sama. Tahun ini nampaknya kita pertama kalinya bisa bekerjasama dengan orang pemerintah."
"Setsuko-san, geiko terkenal itu? Kekasih? Sejak kapan kau bisa ke ochaya?" Ayah langsung heran.
"Sebenarnya Kakek yang mengenalkannya dan membayarnya khusus menjadi pendamping resmiku. Karena kasus champagne tower itu."
"Ohh... pendamping resmi. Hmm..." Dia tampaknya hanya menganggap Setsuko sebagai wanita lain yang sudah lewat dalam kehidupanku sebelumnya. "Baguslah, Kakekmu suka kesana, kurasa mereka juga membalas budi pada Kakekmu?"
"Soal Setsuko-san, aku ingin membawanya kerumah untuk berkenalan dengan Ayah dan Ibu." Ayah diam dengan perkataanku. Masalah Kimiko pasti juga telah dikatakan Ibu.
"Hisao, Ibumu meminta kau berkenalan dengan Kimiko Yamasaki bukan, mereka adalah keluarga baik, Kimiko juga sangat cantik. Setsuko-san mungkin cantik, terkenal, tapi dibanding keluarga Yamasaki dia bukan siapa-siapa. Jadikan dia kekasihmu, tapi untuk pernikahan kurasa banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Adikmu sudah punya ikatan dengan keluarga Kimura sangat disayangkan. Ayah kira Kimiko-san sangat baik." Aku tahu dari awal memang ini tak akan mudah.
"Ayah, sejak pertama saya mengenal Kimiko-san saya tak suka dijadikan target."
"Maksudmu dijadikan target?"
"Sering mengujungiku dengan berbagai alasan sejak pertemuan pertama kami setahun yang lalu, menyewa rumah didekatku. Langsung menawarkan dia tidak perduli berapa banyak kekasihku, asal kami berlagak semuanya baik-baik saja di depan keluarga kami."
"Dia berkata seperti itu?" Sekarang tercengang setelah tahu apa yang gadis itu tawarkan.
"Apakah itu tidak kelewatan, apa aku harus hidup dengan orang yang menganggap keluarga seperti bisnis, lagipula dia punya kekasihnya sendiri, jadi kami punya kekasih sendiri keluarga terpisah? Mungkin anak kami bisa tertukar, mungkin dia memutuskan lebih baik punya benih dari kekasihnya. Aku bisa memutuskan punya anak dari kekasihku juga." Sekarang Ayah diam melihatku. Apa dia tidak belajar dari perjodohanku yang terdahulu.
"Setsuko-san itu, aku mendapatkan beberapa foto. Yang ini bukan." Ternyata mereka kesana untuk mendapatkan foto-foto Setsuko yang dicium dan dipegang sekehendak hati mereka. Takeru sudah mematahkan gigi dua orang yang mencium dan merangkulnya itu.
"Ohh ternyata foto ini sampai padamu dan Ibu untuk menjelekkannya. Aku sudah menduganya. Keluarga Yamasaki mengirim berandala -berandalan ini ke ochaya tempatnya bekerja untuk mempermalukannya. Orangku sudah mematahkan gigi mereka. Ini video pengakuannya... Lihatlah sendiri apakah orang yang di sana sama dengan foto yang ada ditanganmu Ayah."
Aku memberikan video pengakuan dari orang yang mengganggu Setsuko sampai siapa yang menyuruhnya, plus siapa sebenarnya yang menyuruh mereka. Nyonya Yamasaki dibalik semua ini.
"Kau yakin dia sudah punya kekasih?" Ayah sekarang meminta bukti. Aku memberikan semua foto yang diserahkan penyidik yang kusewa. Dia melihat itu dan menghela napas. Tampaknya aku sekarang berhasil mengoyangkannya sedikit. Bagaimanapun dia seorang laki-laki juga, apa dia mau memaksaku anak laki-laki tertuanya masuk ke perkawinan dengan wanita ular seperti itu.
"Dan ini apa Ayah sudah tahu? Jaringan hotel mereka yang dikelola salah seorang anaknya di Kyoto belakangan tak begitu baik. Mereka tak pernah melakukan restorasi hotel sudah lama. Sementara banyak yang lebih baik dan baru bermunculan, perawatan kurang diperhatikan dan banyak mendapatkan review jelek. Tadinya aku berniat menarik mereka sebagai partner kerjasama proyek besar yang kita terima. Tapi dengan kebanyakan masalah di review mereka aku memutuskan tak menjalin kerjasama dengan mereka. Kurasa kerjasama dengan mereka tak akan menghasilkan apapun Ayah malah menambah beban kita. Aku tahu Ibu punya hubungan keluarga jauh dengan Yamasaki, tapi sebuah nama keluarga tak cukup sebagai jaminan jika ahli warisnya sendiri tak menjaga nama baik mereka. Itu yang Ayah ajarkan kepada kami."
Yukio mencoba membantuku sekarang.
"Ayah tak bisa memutuskan ini sekarang soal Setsuko-san. Tapi Ayah juga tak akan menerima perjodohan apapun dari Yamasaki. Kita endapkan dulu untuk sementara. Aku perlu bicara dengan kakekmu nanti..."
Aku lega sekarang, ...setidaknya aku berhasil menahan Nyonya Yamasaki untuk mempengaruhi Ayahku juga. Ibu mungkin tetap mendukungnya tapi jika Ayah dan Kakek tak menyetujuinya, lama kelamaan dia juga tahu tak ada gunanya.