
Aku mencurigai Guilio, dia memberiku hadiah mahal, dengan memaksa menemaniku ke pesta dansa, mengajakku hiburan tapi tak mau menerima uang akomodasi, memanggilku cara mio, tersenyum padaku dengan pandangan menggoda, terakhir mengatakan dia akan menerima apapun yang akan terjadi disana.
Apa dia sedang merayuku dan mencoba merusak persahabatan kami. Kenapa dia melakukan itu setelah bertahun-tahun kami bersahabat. Apa yang dia inginkan dengan itu. Untuk apa dia melakukannya... Suka denganku? Well, dia menyukai semua gadis kurasa.... Atau aku yang terlalu berpikir buruk tentangnya. Aku tak mau terlibat dengannya seperti Bova. Bova cukup terang-terangan mengatakannya, tapi akhirnya entah kenapa dia berubah dan berubah lagi kemudian. Aku tak mengerti kukira.
Tapi aku tak bisa menghindar dengan alasan apapun ke Canary Island. Ibu sudah berkemas dengan gembira, sudah siap dengan liburan yang selalu dinantikannya, aku tak mungkin tak berangkat. Entah apa yang akan terjadi disana aku tak tahu.
Apa maksudmu dia berani menanggung resikonya... Tapi jika dia mencoba membuatku tidur dengannya aku akan melemparkannya ke hiu. Aku sudah sangat jelas mengancamnya.
“Monica, ayo kita berangkat sayang.” Ibu dengan gembira memanggilku pagi ini. Semua koper sudah dimuat ke mobil, akhirnya kami akan liburan akhir tahun. Liburan tahun ini disponsori oleh Guilio.
“Iya Mamma.” Aku mengambil tas kecilku dan berangkat. Penerbangan 4 jam Catania -Canary Island ini semoga menyenangkan.
Giulio melambai pada kami diruang tunggu bandara, penampilannya sekarang terlihat sangat santai hanya celana pendek selutut dan baju kemeja lengan pendek yang terbuka seluruh kancingnya dan t-shirt putih pas badan. Tapi itu saja masih menyebabkan gadis-gadis menatapnya seperti permen. Mungkin berharap mereka bisa duduk bersama mahluk menggagumkan ini diperjalanan ini.
“Zia,Zio, menyenangkan bertemu kalian.” Aku memberi salam ke mereka.
“Monica sayang, senang bertemu denganmu lagi.”
“Kau sebentar lagi akan menjadi pemilik winery, Zio senang mendengarnya.” Ayah Guilio yang menyapaku sekarang.
“Iya Paman, ada investor tambahan sehingga aku bisa membangunnya, aku sendiri tak menyangka dia mau masuk jadi investor.”
“Itu artinya kerjamu diakui, siapa yang tidak mengenal kebun anggur dan restoran kalian di Catania sekarang. Nyonya Minetti, kau pasti sangat bangga pada Monica.”
“Victor, ini berkat bantuan Guilio juga, jika tidak kami tidak akan sampai sini.”
“Ahh sudahlah, ini liburan. Mari kita singkirkan sejenak semua masalah bisnis. Anak-anak kita sekarang sudah bisa kita andalkan.” Mereka berbicara satu group kemudian, sementara aku duduk bersama Guilio.
“Kau mau beli minuman atau makanan?
"Tidak,..."
"Terima kasih..." Aku menerima kantong itu, mengambil isinya, menawarkan lagi padanya untuk berbagi.
"Tak berbagi ke orang tua kita?"
"Tadi sudah, Mamalma sudah membeli sepaket juga..."
Aku memperhatikannya ponselku. Tiba-tiba aku ingat aku pernah bertanya kenapa Bova tiba-tiba tidak datang. Apa yang di alaminya. Apa dia di minta berkenalan dengan seseorang.
"Kemarin kau ketemu Bova, bagaimana tanggapannya terhadap proyeksi tahun pertama."
"Sudah kubilang dia mengerti, kau lakukan saja yang sudah kau rencanakan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, kau tak merugi di proyeksi itu..."
"Lalu ... dia mengatakan sesuatu yang lain."
"Tidak." Dia melihatku. "Sudahlah ini liburan, lupakan Bova. Sudah kubilang dia tak akan bisa diharapkan. Kenapa kau terus mengingatnya..." Aku meneliti raut wajahnya, Guilio tak suka tiap aku bertanya tentang Bova, apa dia sebenarnya sedang cemburu? Soal Luca yang kemarin dia juga tak menyukainya...
Cemburu?
Sejak kapan dia cemburu padaku.
Kenapa dia sekarang melihatku?
"Guilio, apa kau sudah mendapat pencerahan yang kau inginkan?" Aku ingat dia pernah bilang ingin tahu kenapa dia tidak tertarik dengan komitmen dengan salah satu gadis-gadis yang dipacarinya. "Apa kau sudah tahu kenapa kau tidak ingin berkomitmen?"
"Hmm... sudah, nanti kau akan tahu." Dia seperti menyembunyikan senyumnya.
"Kau sudah tahu?" Dan aku langsung membuatku bertanya tanya, pencerahan macam apa yang didapatkannya.
"€€€€€€€€€€€€€€€€