The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILL ME Part 5. Natalie Davis



"Sir Nathan..." Aku sekarang menabraknya karena melihat ke ponsel dan berakhir sedikit terkejut.


"Ohh Natalie." Tentu saja dia mengenaliku.


"Tuan Nathan, Maaf saya menabrak Anda." Harus berakting tipsy dan terlalu banyak senyum itu sulit. "Kenapa Anda disini, saya tadi melihat  kekasih Anda dipeluk pria lain di ruangan sana..." Aku tertawa didepannya, sambil membetulkan kacamataku yang hanya penghias itu. Aku berakting mabuk dan aku mengatakan kebenaran.


"Maksudmu..." Aku langsung mendapat perhatiannya.


"Wanita yang saya lihat hari ini menemui Anda, dipeluk orang lain, saya melihatnya." Aku tertawa dan menepuknya dadanya dengan berani, aku sekarang sedikit mabuk dalam dramaku, aku bisa melakukan yang sedikit kelewatan. "Wah, Tuan saya hari ini nampaknya jadi auditor yang keterlaluan. Saya menyelamatkan uang Anda dan kekasih Anda, saya pergi Tuan." Aku bergegas pergi mengharapkan dia memakan umpanku. Dia diam mencerna kalimatku sesaat.


"Tunggu dulu  dimana dia, katakan padaku." Nathan Garcia menahan tanganku. Dia memakan umpannya.


"Meja di ujung sana." Dia melaju tanpaku sendiri ke room yang kutunjuk. Aku pergi meninggalkannya.


"Tunggu dulu!"Aku kaget dia tiba-tiba kembali. "Bagaimana kau tahu dia kekasihku?" Orang ini hati-hati sekali.


"Tadi siang saya berpapasan di ruang pertemuan menemui Tuan, beberapa kali saya melihatnya di kantor. Dia sangat cantik, saya menyimpulkan dia pacar Tuan. Tapi saya mungkin salah? Tenang saja saya tak akan mengatakan apapun ke orang lain, mulut saya terkunci...Anda harus melihatnya mereka sangat mesra, baru awal malam tapi sudah  sangat panas." Aku tertawa kecil, aku sedang berakting mabuk, aku bisa mengatakan apapun. Mukanya langsung kaku, wajah tampannya yang dingin itu terlihat menakutkan.


"John, tetap pegang gadis ini..." Dia melaju ke ruangan yang kutunjuk, pengawalnya benar-benar memegang tanganku. Astaga apa ini.


"John, kurasa aku tak akan mengatakan apapun. Lepaskan aku..." Aku masih berakting terhuyung dan mabuk, tapi John tak mau melepaskanku. Ini bagus sepertinya, semamgkin tak dilepaskan semangkin  baik.


"Tuan menyuruhmu menunggu Nona." Kenapa aku harus melihat urusan rumah tangga ini. Sementara aku harus tetap berakting terlalu riang karena mabuk ke John pengawalnya itu.


Tampaknya dia diruangan itu tak lama karena dia segera keluar dengan wajah dingin dan kaku, kurasa dia kecewa menemukan kenyataannya. Kurasa itu wajah yang terpukul. Dia benar-benar menyukai tunangan jalangnya itu heh..


"Bawa gadis ini kembali ke apartmentnya sekarang. Kau ingat satu kata aku mendengar kau menyebarkan kejadian ini di kantor kau akan tahu akibatnya." Dia tak mengatakan aku akan dipecat , tapi dia mengatakan aku akan tahu akibatnya.


"Iya baiklah Tuan. Saya tak akan menyebarkannya...." Aku  menurut saja perkataannya.


"Aku akan memanggilmu besok." Untuk mengancamku lagi nampaknya.Ini bagus. Besok kita lihat apa yang terjadi. Bisakah aku sedikit lebih maju dari hanya kepala auditor internal. Setidaknya aku telah dapat kesempatan melangkah ke dalam urusan pribadinya.


Dan setidaknya aku bisa diuji dalam hal tutup mulut dan mungkin dia mengingatku jika mempertimbangkan mencari seseorang. Jika itu assiten pribadipun tak apa.Aku perlu berpikir rencana lebih baik  malam ini.