
Kembali ke New York bersama Nathan terasa melegakan. Dan keesokan harinya aku langsung dipaksa pindah ke rumahnya, aku menyiapkan perpindahan itu selama dua hari dengan bantuan salah satu staff pelayan yang ada dirumah.
Semua yang kuperlukan sudah ku pak dengan baik. Tak banyak karena aku juga baru meninggalkan LA dan kembali lagi ke NY.
Aku diminta memberikan keterangan di kantor keesokan harinya walaupun aku cuti. Aku berpapasan dengan orang tua Tyson, Tuan dan Nyonya Peter Callaway yang selalu terlihat sebagai orang sukses, seperti anaknya mereka selalu bangga terlihat lebih tinggi daripada yang lain.
"Kau! Kau bukankah teman Josh dari dulu? Aku merasa pernah mendengar namamu. Kenapa kau bisa dijadikan targetnya." Nyonya Callaway menunjuk dan mengenaliku. Aku memang pernah muncul didepannya beberapa kali sebagai teman Tyson.
"Entahlah, mungkin bayarannya bagus Nyonya, kami bukan teman lagi. Dia tak pernah menganggapku teman kurasa, hanya pendukung setianya yang bisa dia manfaatkan sekarang." Aku berlalu begitu saja dari hadapannya dan mengabaikannya.
Memberikan keterangan untuk laporan penyelidik tak lama. Aku melihat kesempatan untuk bicara dengannya sebentar.
"Kau bisa mamanasinya untukku?" Ternyata investigatornya meminta bantuanku sekarang.
"Mamanasinya? Dia tak mau bicara apapun?"
"Tentu saja tidak, dia langsung memanggil pengacara kriminal terbaik di negeri ini dan berdalih dia hanya mendengar kau diculik. Jika kau bisa mengancamnya itu akan bagus...." Penyidik membiarkanku masuk karena juga ingin memancingnya bicara. Karena dia tak mau bekerjasama dengan penyidik. Pengacaranya akan memberikan perlawanan habis-habisan di sidang meminta hukuman teringan yang bisa dia usahakan.
"Kelihatannya menarik Sir, kurasa aku bisa mengusahakan sesuatu membantu Anda." Aku menyetujui untuk membantu penyidik sekaligus kesempatan untuk menghinanya.
"Halo Tyson, senang melihatku..." Aku melangkah masuk ke ruangan dengan kamera perekam itu. Dia melihatku tapi melengos kemudian. Menolak melihatku sama sekali. "Bagaimana keadaan penjara?Nyaman untukmu..."
"Aku tak terlibat dengan penculikanmu, aku hanya diberitahu kau akan diculik...itu saja. Supaya kau tahu... Jangan terlalu menganggap dirimu tinggi." Ohhh ternyata itu yang akan dia pakai untuk melawanku. Aku mendengar rekaman pembicaraannya, memang dia bisa saja berkilah seperti itu, pengacara-pengacara ini memang punya otak licin.
"Tak usah bermuka dua didepanku,...kusangka hanya karena aku berdiri sejajar denganmu kau berniat membunuhku. Kenapa? Aku melukai egomu begitu dalam? Dulu kita teman, hanya karena aku berdiri di jabatan yang sama kau berniat melenyapkanku karena mempermalukanmu. Kau memang psychopath narsistis... Tapi tetap saja kau kalah. Tenang saja, Arthur Kulkov akan ditangkap secepatnya dan kau akan bisa satu sel dengannya." Dia cuma meringis sinis tak terpancing oleh perkataanku. Memang menangkap Kulkov mungkin agak sulit, kurasa dia akan ditugaskan ke belahan dunia lain dengan nama yang berbeda.
"Percuma kau bicara disini..."
"Kau pikir masalahmu cuma aku, tapi kau berkerjasama dengan Kulkov untuk menyelamatkan mata-mata. Kau pikir kau bisa lolos dari dakwaan itu?"
"Kau akan dipenjara seumur hidup, kecuali kau mengaku salah. Mungkin merekan akan sedikit berbaik hati padamu, saranku lebih baik kau membuat kesepakatan, mungkin bisa menyelamatkan hidupmu. Dan jika kau lolos dengan hukuman minimum, ...." Aku berhenti dan mendekat padanya.
"Kau puas..." Tyson memandangku dengan sirat mata marah yang tak bisa dilampiaskannya.
"Ohh aku sangat puas, aku hanya mengatakan hal yang kau dapatkan dari berusaha membunuhku tapi tidak berhasil. Itu semua nyata kau akan dapatkan, jadi jangan mencoba lolos dengan hukuman minimum. Semuanya akan kau bayar nanti, aku tak pernah meminta nyawamu..." Dia masih tak menjawab sepatahpun.
"Bertahun-tahun kita adalah teman, kupikir aku temanmu, tapi ternyata aku hanya gadis yang bisa kau manfaatkan. Kau ingin aku mati, amatiran, aku akan membiarkanmu memohon untuk mati jika kau lolos bersama pengacaramu, kau boleh mencobanya, dan aku tak amatiran sepertimu..."
"Sangat meyakinkan..." Dia menjawabku dengan sinis.
"Sudah kubilang kau boleh mencobanya." Giliranku tersenyum padanya. "Kau juga boleh mencoba akibatnya."
Aku keluar sambil melambai mesra padanya.
"Sir, kau boleh katakan padanya kekasihku adalah mata-mata CIA dengan hubungan luas dengan geng-geng penjara khususnya Mexican dan Latin Gang. Dia akan percaya karena kasusku sebelumnya itu. Dan katakan padanya bagaimana mereka bisa menemukanku lewat jaringan orang Mexican yang memberi hadiah sayembara ke perbatasan, dan penculikku berkhianat demi hadiah 2 juta dollar dari kekasihku, dia akan tahu aku tak berbohong soal itu... biarkan dia berpikir bagaimana jika dia dipaksa merubah orientasi se*ksual*nya dalam periode hukuman minimumnya itu... Dia pria sejati, itu akan sangat menyiksanya."
Investigator tertawa mendengar perkataanku.
"Dia tidak akan bisa berdalih kurang dari 15 tahun kurasa. Dia menerima uang dari Rusia itu, itu hubungan tak terbantahkan, walaupun dia mengatakan misalnya itu uang untuk misalnya investasi. Hakim dan juri tak akan sebodoh itu mempercayainya..."
"Percayalah ancamanku akan membuatnya berpikir dan perkerjaan Anda lebih ringan. Anda mendengar sendiri betapa meyakinkannya ancamanku." Dia menganggukkan kepalanya mengerti.
"Hmm baiklah, aku mengerti maksudmu, akan kumasukkan tekanan baru untuknya sehingga dia tergoyah secara mental. Tapi sebelumnya, aku ikut senang kau akhirnya bisa kembali."
"Tentu terima kasih Sir."
Aku kembali kemudian bersama Josh, yang sekarang ditugaskan sebagai pengawalku. Dalam lain kasus dia pacar pura-puraku, tak kusangka Tuan dan Nyonya Callaway masih menungguku di lobby.
Mau apalagi sekarang mereka.