
“Hisao, kenapa kau tidak kembali ke rumah?” Aku tidak menginap di rumah di rumah orang tuaku kemarin, setelah kemarin bertemu Ayah dulu, lalu bertemu Paman dan Kakek, malam bersama Setsuko, baru bisa kembali kerumah besok sorenya bisa kembali bertemu Ibu dan besok pagi aku sudah harus kembali ke Tokyo.
“Aku menginap malam ini Ibu. Aku hanya sebentar disini. Ada beberapa bisnis yang harus dibicarakan ke Ayah,Paman dan Kakek.”
“Mumpung kau disini, Ibu juga mengundang tamu.”
“Tamu? Maksud Ibu.”
“Keluarga Yamasaki akan makan malam bersama kita, ada Kimiko juga datang.” Rupanya kesempatan kecil saja bisa jadi batu loncatan untuk menyukseskan perjodohan ini. Baiklah akan kuhadapi keluarga Yamasaki ini.
“Ibu aku tak menginginkan perjodohan ini, kau harus tahu.” Aku berkali-kali menolaknya dengan halus tapi tampaknya dia akan tetap memaksaku. Sekarang aku akan bicara terang-terangan menolaknya.
“Ohh Ibu tahu kekasihmu. Geiko yang sangat ramah dan membiarkan dirinya dicium oleh pelanggannya kiri kanan, murahan sekali.” Aku langsung tersenyum. Kuambil ponselku dan kuperlihatkan fotonya.
“Maksudmu yang ini bukan?”
“Itu karena dia memang dijebak oleh Yamasaki. Keluarga Yamasaki mengirim berandalan itu kesana dan mempermalukannya. Aku tak main-main dengan orang yang menyentuh kekasihku. Ini video berandalan itu dihajar oleh pengawalku, dia mengakui semua.” Aku memberi Ibu video pengakuan plus pemukulan yang meriah itu.
“Biarpun begitu, apa kau tahu bagaimana kelakukannya diluar. Jangan terlalu mudah untuk tertipu oleh seorang gadis.” Aku tersenyum.
“Ibu kau tahu siapa yang mengenalkan Setsuko padaku? Kakek yang melakukannya.” Sekarang Ibu heran. Aku sudah membuatnya berpikir. “Soal kelakukannya diluar, aku bisa pastikan aku adalah laki-laki pertama buatnya, kekasih pertamanya dan aku sudah membuktikannya sendiri, Ibu tak usah takut aku ditipu oleh siapapun. Dia tak punya cela dalam menjaga dirinya dan dia dijaga seperti berlian oleh keluarganya.”
“Dan soal Kimiko... aku akan ceritakan pada Ibu kebenarannya. Dengarkan anakmu ini. Bukan aku tak ingin menurutimu, tak menghormati keinginanmu tapi coba dengarkan semua cerita ini...” Kusebutkan semua dosa keluarga Yamazaki, dari mulai Kimiko yang menawariku pernikahan bisnis secara terang-terangan, pacarnya yang masih dia temui, sampai kepada apa sebenarnya tujuan dibalik pernikahan ini bahwa sebenarnya kondisi bisnis keluarga Yamazaki tidak dalam keadaan baik. Walaupun Ibu Kimiko adalah sepupunya dia juga harus tahu tujuan sepupunya itu.
“Ibu, pikirkan ini, apa kau mau nanti mungkin cucumu bukan anak kandungku, seperti perjodohan kemarin yang sudah kau atur untukku. Aku menjadi anak yang berbakti padamu, aku mencoba berkenalan dan aku menyukai gadis yang kau pilihkan. Tapi akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa dia tak menghendakiku menjadi suaminya juga, ... Kau ingin melemparkanku ke dalam kehidupan pernikahan bisnis seperti ini Ibu? Anakmu kau suruh menikah dengan gadis yang terang-terangan mengatur kesepakatan, aku masih bisa bersama kekasihku tapi dia juga bisa bersama kekasihnya?” Aku memegang tangannya dan bicara dengan lembut. Dia Ibuku, tanpa restunya aku memang tak bisa melawannya. Aku ingin dia mengerti, dia menyayangiku, demi ikatan keluarga dengan sepupunya itu dia tak mungkin menjual anaknya sendiri.
Dia sekarang diam menatapku. Lalu duduk termenung.