The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILL ME Part 2. Natalie Davis



"Juanito, ikut saya sekarang." Alan bossku berdiri, Nathan sudah menyerahkan  ke Alan dan terdakwa yang kalah itu mengikutinya ke ruangannya. Dia akan membereskan ini dengan caranya sendiri. Latar belakangnya adalah pengacara korporasi.


Pilihan mereka menangani kasus seperti ini tampaknya diputuskan sendiri oleh Alan. Unit internal audit ini berada dalam wilayah kukuasaan langsungnya, tapi tugasku adalah menemukan kesalahan bagaimana menghukumnya itu tak pernah jadi urusanku. Setelah itu diputuskan, ruangan menjadi sepi, assistennya Jonathan memberikan tabletnya. Menunjukkan sesuatu tanpa bicara.


"Iya, baiklah." Dia langsung menyetujui dan Jonatan mengetikkan sesuatu.


"Saya kembali Sir." Aku mengundurkan diri dari ruangannya karena tugasku telah selesai.


"Kerja bagus Natalie." Dia memberikan apresiasinya. Tak pernah berlebihan, dia menunjukkan dia menghargai orang-orang tertentu dengan pujian kecil dan kenaikan penghasilan di bonus penilaian khusus, dia tak pernah bersikap  terlalu akrab dengan orang diluar lingkaran utamanya. Aku sangat penasaran ingin mengintip laporan perusahaan lain yang sebenarnya, list nama keseluruhan perusahaannya, selain Garcia International Corp ini.


"Terima kasih Sir. Saya keluar dulu." Aku beranjak pergi dari ruangan itu. Nathan Garcia yang tampan itu sedikit mengangguk.


Kharisma pimpinan muda jenius itu tidak dapat ditandingi. Tampan, punya sentuhan midas, dan pimpinan yang jeli. Keluarga Garcia punya latar belakang cukup hitam. Pernah terlibat bisnis obat-obatan, praktek penyuapan, prostitusi, klub, tukang pukul dan boduguard,  tapi cabang yang satu ini berbeda, Ayahnya memperoleh kesuksesannya dari bisnis property, kemudian berkembang sampai ke anak-anak yang ternyata sukses mengembangkan banyak bidang usaha. Walaupun tentu saja awalnya bisnis property ini juga diragukan uangnya.


Dia tentu punya wanita, aku membaca filenya, tapi dia cukup lurus, kekasihnya seorang putri cantik Ayahnya orang terpandang pemilik pabrik chemical. Yah orang kaya, ...dengan koneksi kaya plus tunangan kaya. Jika dibandingkan aku orang biasa, pekerjaan spying antar negara bagian, kadang antar negara, memakai indentitas palsu, aku seperti  orang yang sebenarnya tidak ada, kami tidak bisa dibandingkan aku tahu.


Aku berusaha kelihatan tidak terlalu mencolok dan terlihat sebagai orang yang tidak menjadikan asset wanita sebagai tambahan keuntungan setelah memperlajari sifarnya sebentar. Nathan Garcia bukanlah orang yang suka melihat wanita penggoda, dia mengangapnya gangguan. Bahkan orang-orang disekelilingnya adalah pria,tak ada sekertaris  pribadi, yang ada hanya assisten pria dan tim mereka. Yang berhubungannya dengannya adalah orang yang berfungsi sesuai tanggung jawabnya.


Tapi aku tetap bangga dengan diriku, anak dengan seorang ayah pemabuk dan Ibu yang meninggalkanku. Aku sebatang kara, makanya menghilangkan indentitasku cukup mudah. Aku tak punya hubungan erat pada siapapun. Aku seperti tak punya keluarga. Entah senang atau aku sedih. Memang aku sebatang kara, dan kehidupan disampingku adalah settingan yang kuperoleh dari  agency.


"Natalie, urusan kita beres." Sherly salah satu staff utama bagianku menanyakan hasil pertemuan. Dia menunggu diluar ruangan sambil menyiapkan dokumen pendukung apabila aku minta. Tapi belum apa-apa orang itu sudah ketakutan, jadi aku tak perlu membuktikan apa-apa lagi.