The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR DADDY WANNA BE Part 50. Silent Operation 2



Seorang pria disebuah toko groceries di salah jalan menuju Green Mountain itu melihat lagi gambar yang sengaja disebarkan sheriff dengan catatan hadiah USD 5.000 itu, di berharap dia mempunyai keberuntungan  untuk melihat seseorang yang mirip dengan penculik ini. Walaupun ada peringatan mereka mungkin berbahaya dan lebih  baik tak mengorek terlalu dalam.


Udara dingin masih membayangi di akhir maret ini, malam hari biasanya turun dibawah 0, dan siang tak lebih dari 5-10 derajat celcius.  “General Store Kennedy” toko yang menyediakan groceries itu mempunyai stok daging, makanan kaleng dan semua yang dibutuhkan untuk camping dan menjelajah pegunungan Green Mountain. Sudah tengah hari, karena ini masih musim dingin hampir musim semi, masih jarang para pelancong. Dia biasanya hanya mendapat pelanggan dari orang lokal yang tinggal disini. Mendapat tambahan USD  5.000 di musim sepi seperti ini akan sangat menyenangkan, makanya dia langsung menghafal penampakan penculik dan kendaraan yang mereka gunakan setelah mendapat selebaran dan sayembara itu.



Teman-temannya yang lain juga mengetahuinya, tapi belum ada yang melihat dimana mereka, tak satupun  di area  ini terdengar menyewakan kabin mereka.


Sebuah kendaraan masuk di halaman parkir, Kennedy seperti nama tokonya langsung awas, karena dia tidak  pernah melihat van seperti itu masuk ke daerah sini, biasanya pelancong membawa SUV, atau mobil 4 wheel untuk menaklukan medan offroad, tapi ini van tertutup panjang, mobil yang sangat jarang untuk turis dan nampaknya cocok dengan deskripsi yang disebarkan  sherif. Tapi  dia berlaku tenang, bukan sekali dua kali mereka disini mendapat selebaran tentang penjahat yang mengasingkan diri.  Orang ini memekai jaket musim dingin dan topi, syal melindungi mukanya, dan kacamatan hitam, tampaknya dia berusaha sedikit mungkin tidak menunjukkan wajahnya, bukan orang dengan muka jelas yang ditampilkan di selebaran itu, tapi mungkin orang ini mirip dengan gambar orang lainya yang tidak begitu jelas.  Kennedy hanya bisa mencurigai van-nya dan penampilannya yang tertutup.


“Hei Man, bisa kubantu? Turis? Mencari persediaan makanan?”  Dia bertanya kepada orang asing yang tidak  dikenalnya itu seperti dia  bertanya ke yang lain. Orang ini tampaknya   sudah familiar dengan daerah  ini.


“Iya, aku butuh daging dan makanan kaleng, minuman.” Laki-laki berambut gelapdengan wajah setengah tertutup itu menjawab singkat. Dia ingat salah satu orang di deskripsi yang  disebarkan memang dikatakan berambut  gelap, dengan usia 25-35 tahun, tampaknya yang ini pas dengan van aneh yang dibawanya itu.


“Freezer dan chiller makanan beku di sebelah kanan sana. Kau bisa pilih sendiri  sudah ada harganya disana.”


“Oke, thanks.” Kamera CCTV nya menyala, ada 3 kamera merekam. Dia hanya perlu menunggu orang ini pergi untuk melapor sekarang. Ken melihat orang itu mengambil cukup banyak makanan dan daging. Tampaknya mereka berencana untuk tinggal cukup lama disini.


“Ini sudah semua, ada lagi yang kau butuhkan?” Tapi sekarang dia tidak berani bertanya terlalu banyak, salah-salah nyawanya yang akan melayang jika orang ini mencurigainya.


“Iya, kau punya rokok apa? Bir mungkin disini?”


“Bir ada di kiri, aku punya banyak bir disini, semua orang pasti butuh bir  di kabin.”


“Baik, akan kupilih sendiri.” Tak lama dia kembali dengan dua lusin bir kaleng.


“Nampaknya berencana lama di cabin?” Ken adalah  penjual yang ramah, dia sering mengajak mengobrol para pelanggannya.


“Iya,  kami sudah lama tak berburu.” Tapi orang itu tak menjawab lebih jauh dari itu. Ken pun tak berani terlalu dalam lagi, jika orang ini berbahaya maka nyawa bisa jadi taruhannya jika dia curiga.


“Totalnya Sir...” Dia menyebutkan totalnya dan orang itu membayar dengan cepat.


“Ambil saja kembaliannya.” Dia tidak mengambil kembalian beberapa dollarnya.


“Thanks Man, aku buka sampai jam 8 malam dari jam 9 pagi. Jika kau kesini lagi dan perlu sesuatu.”


“Tentu.” Dan Kennedy  segera menelepon begitu mobil itu menghilang dari pandangannya.


“Sir, aku melihat van itu.” FBI bereaksi cepat, dari koordinat dan arah yang mereka dapatkan mereka meminta akses foto satelit spy daerah yang diperkirakan, untuk meneliti daerah sekitarnya. Tak banyak  orang yang tinggal di kabin di musim dingin ini dan  petunjuknya adalah van hitam yang  terlihat itu. Beberapa Satelit mata-mata sekarang punya kelas advanced mengerikan untuk memata-matai orang, yang  disebut sebagai  “Keyhole-class” yang artinya mereka bisa mengindentifikasi objek sekecil 1 cm dari ketinggian orbit ratusan mil di atas langit , artinya bahkan mereka bisa menentukan apa corak baju yang kau pakai. Jadi bila ditambah mereka bisa memata-matai ponselmu, jika kau menjadi target, mereka mungkin bisa menganalisa kebiasaanmu, mengetahui sechedulemu dan mengetahui siapa dirimu melebihi dirimu sendiri.


Dalam 24 jam kemudian beberapa tempat dicurigai.  Dan saat  mereka berhasil menemukan gambar van berwarna hitam itu berhasil ditemukan maka pengejaran bisa dikatakan mendekati akhir di hari ke 12 penculikan ini. Kabar ini kemudian segera sampai ke Milan. Kepala tim penyelidik langsung mengabarkan agar keluarga dan sekaligus orang yang membayar mahal mereka tidak kuatir lagi.


“Nona kami mungkin bisa melacak dimana adikmu berada, kurasa dalam 24 jam kedepan mungkin kau akan menerima kabar baik.” Tak terkira Eliza menghela napas lega sekarang.


“Kau menemukan adikku Tuan?!” Eliza sekarang hampir meloncat karena gembira. “Mereka menemukannya!” Saat itu ada Bova juga yang berada disana. Eliza langsung memasang loudspeaker dan membiarkan Bova ikut mendengar percakapan mereka.


“Kami melacak van yang membawanya. Pengintai lapangan sedang bekerja sekarang memastikan  apa benar mereka yang mereka maksud sekarang. Tapi aku rasa sudah 90% kami bisa memastikan bahwa memang benar. Karena itu van yang sama warna yang sama, bahkan satu orang yang terekam di CCTV  sebuah toko itu adalah orang yang sama.”


“Sir, aku punya permintaan. Ini Fabricio Bova.” Mereka mengenal orang yang membiayai operasi mereka tentu saja.


“Ya apa yang kami bisa bantu Tuan Bova.”


“Jika bisa sampai mereka mengaku, orang yang memerintahkan mereka menculiknya jangan tahu mereka sudah tertangkap. Beri kami waktu 2 hari sebelum  Anda kemudian menyampaikan laporan Anda ke atase Italy.”


“Ohh saya kira itu bisa saya atur. Kami  akan memberi Anda waktu 2  hari yang Anda butuhkan.”


“Sihlakan tunggu kabar selanjutnya. Begitu kami membebaskannya kami akan meminta adik Anda langsung menelepon Anda.”


“Terima kasih  officer, terima kasih sekali lagi.” Telepon itu berakhir. Rasanya bagi Eliza semua beban terangkat dari dadanya sekarang.


“Akhirnya, Valentina ditemukan. Terima kasih Tuhan.” Eliza tak bisa menahan dirinya untuk tak memeluk Bova. “ Sayang.apa yang kau akan kau lakukan dengan meminta mereka menunggu?” Eliza penasaran apa yang akan dilakukannya.


“Membuat dia membayar berkali-kali lipat tentu saja. Sayang, aku harus bertemu Paman dan pengacara segera membahas masalah ini. Kami perlu membuat  kesepakatan besar. Jangan lupa minum obat, istirahatlah, kau kurang istirahat  belakangan.”


“Iya. Terima kasih...” Dan Bova pun pergi, sekarang bahkan mereka punya alasan untuk memenjarakan Allesio Gianni. Mereka akan membuat Allesio membayar mahal, sangat mahal sehingga dia akan berpikir puluhan kali untuk membuat masalah lagi dimasa  depan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Velentina yang berusaha bersikap baik itu, dalam 12 hari ini memang baik-baik saja, selain dia menderita stress karena hanya terkurung di kamar yang sama selama berhari-hari dengan jatah makanan yang seadaanya.


“Ini makananmu hari ini, ...” Kali ini dia mendapat   jatah burger. Lumayan, bukan daging dan kentang dan sayuran beku yang dimasak seadanya. Yang artinya mereka baru keluar membeli  makanan. Valentina  menerimanya dengan mulut tertutup dan berterima kasih. Entah bagaimana keadaan di italia setelah 12 hari dia diculik, dia lebih mengkhawatirkan kakaknya, baru rasanya keadaaan menjadi tenang, ada lagi krisis yang mereka harus hadapi.


“Apa kita tidak perlu pindah tempat?” Salah seorang penculik bertanya kepada rekannya saat mereka bicara di luar.


“Tidak, tidak ada yang melacak keujung sini, ini tempat  paling tersembunyi dan teraman yang bisa kutemukan. Aku menyewanya dari temanku selama tiga bulan. Hanya dia yang tahu kita disini. Kita sudah berusaha menghemat makanan agar cukup dan tidak terlibat kontak terlalu banyak, lebih sedikit orang melihat kita semangkin aman kita. Kita akan bertahan 12 hari lagi baru keluar. Lagipula gadis itu penurut   dia tidak membuat masalah. Kurasa  sampai dua bulan kita  akan aman di tempat terpencil ini.


“Berapa lama mereka berharap kita bertahan disini?”


“Tidak  lebih dari dua bulan.”


“Hmm dua bulan kita sudah menjalani ¼ nya. Masih menunggu lama nampaknya.”


“Itu maksimal, mungkin saja mereka sudah bisa mencapai kesepakatan dalam sebulan. Kita bisa menerima pembayaran  lebih cepat.”


Dan diujung sana ada orang yang mendengar pembicaraan mereka dengan alat spying.


“Laporkan ke boss, benar mereka menahan gadis itu.”


“Boss, kita dipersilahkan bertindak.” Tim lapangan yang mengawasi   rumah itu memeriksa tampilan di kamera infrared dimana posisi sandera dan orang yang  menyandera mereka sebelum menentukan bagaimana mereka akan bertindak. Dalam tiga puluh menit kemudian mereka sudah menetapkan  rencana dan perlahan-lahan mendekati rumah kayu itu.


Yang pertama dilumpuhkan adalah seorang yang keluar rumah untuk memancing di sungai beku dekat mereka. Sementara dua orang lagi  langsung mengangkat tangan mereka begitu ditodong oleh senjata otomatis di depan mata mereka.


“Berlutut! Angkat tangan ke atas!” Pimpinan penculik itu tak percaya dia tertangkap begitu mudah, padahal dia sudah berusaha menghilangkan jejaknya.


“Dimana kuncinya?!” Pimpinan operasi bertanya kepada para penculik itu sementara mereka ditodong senapan oleh anggota regu yang lain.”


“Ini Sir.”  Ketua tim segera membuka pintu, sementara Valentina yang mendengar keributan berusaha mengedor pintu dan memberitahukan dimana dia berada pada tim yang menyelamatkannya itu.


“Tunggu Nona. Kami mendapatkan kuncinya.” Dia hampir menangis bahagia mendengarkan suara itu. Pertama kalinya dia keluar kamar itu setelah 12 hari dikurung.


“Kau baik-baik saja Nona Valentina,...” Dia melihat segerombolan orang berpakaian operasi taktis berada didepan pintunya.


“Saya baik-baik saja terimakasih sudah menyelamatkan saya.”


Valentina  akhirnya bisa keluar kamar setelah 13 hari terkurung. Drama penculikan itu berakhir bahagia setelah hari ke 13.


Dan sekarang waktunya membalas Gianni. Membuatnya tak berdaya dan mengakhiri semua ini