
"Tuan Lucas, Anda harus tahu bagaimana saya menangani investasi saya bukan urusan Anda. Faktanya adalah mereka tidak membayar sepeserpun ke saya karena saya adalah investor di bisnis hotel dan winery mereka. Sudah jelas, jadi seperti yang saya katakan, nanti orang-orang saya yang membawa surat dari saya akan memeriksa perkebunan Anda dan mulai mengatur pekerja mereka. Saya rasa sudah jelas... Saya ingatkan Anda berjanji kepada saya menyelesaikan pemindahan aset Anda tanggal 15 January, tapi orang saya akan mulai mengurus perkebunan Minggu ini Tuan Lucas. Sudah jelas? Zia Minetti kau bisa mengambil alih dari sini..." Telepon itu terputus kemudian.
"Terimakasih Tuan Bova. Nah Valeria, kau tidak menghidangkan sedikit teh untukku, kita bertetangga sudah puluhan tahun..."
Valerie istri Lucas tampak bertatapan dengan suaminya, mereka tak menyangka bahwa yang muncul adalah Ibu.
"Ohh ya kenalkan si ganteng di sampingku ini adalah Guilio Berutti. Ehmm kalian tahu Berutti bukan, ... Dia juga investor kami." Mereka hanya memandang satu sama lain.
"Bibi, kita jalan-jalan saja. Yang penting kita sudah minta izin ke pemilik rumah lama, ..."
"Kau benar Guilio sayang, aku tak akan kejam pada kalian. Jika kalian datang kesini dan rumah ini sudah diratakan aku aķan menjamu kalian di restoran baru kami nanti. Tapi hanya sekali... Setelah itu tentu saja kau harus membayarnya."
"Monica sayang kau sudah bisa bekerja...." Ibu sudah selesai pamer nampaknya.
"Baik Mamma, Tuan Lucas, nanti Antonio akan bolak balik di perkebunan mengurus lahan, juga membawa para perkerja untuk pruning. Tapi mereka tidak akan mengganggu kalian, pekerjaan konstruksi baru akan mulai setelah kalian pindah. Terima kasih atas bantuannya Tuan Lucas." Antonio memberi salam kepada Tuan Lucas.
Lucas tak mengatakan apapun sekarang, nampaknya masih terlalu terkejut. Aku membawa Antonio dan Roberto ke lahan mereka dan memeriksa sendiri kondisinya tanpa menganggu mereka lagi.
"Mamma-mu senang sekali..."
"Iya,... Lucas memang sering menyindir Mama, mereka tak pernah akur dari dulu, kau tahu tetangga kebanyakan suka bertengkar. Terakhir Mama disinggung karena dia menyebutku sebagai janda pekerja keras, putrinya akan menikah dengan orang kaya katanya. Mamma kau tahu sendiri, dia sangat tersinggung jika seseorang menyinggungku sebagai janda. Jadi sekarang lihatlah dengan senang hati dia membalas Lucas."
"Ternyata begitu..."
"Apalagi nanti jika dia tahu,..." Dia berhenti kemudian.
"Tak ada. Kalian sudah selesai memeriksa?"
"Sudah, seperti yang kami bayangkan, dirawat tidak begitu bagus, sebagian sudah harus diremajakan. Aku rencananya mau diversifikasi memang, akan ada bagian yang benar-benar akan kubongkar nanti. Ini daerah akan jadi daerah wisata lagi pula."
"Pekerjaanmu tampaknya sangat banyak, jangan terlalu lelah." Dia memandangku dengan simpati. Aku tersenyum.
"Aku sedang bersemangat, bagaimana bisa aku lelah, tenang saja Guilio. Kepalaku penuh dengan berbagai macam hal sekarang."
"Baiklah-baiklah, bersemangatlah..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku tak tahu apa yang terjadi tapi laporan memburuk dari yang kuharapkan. Dari pemeriksaan awal pada bagian depan kemarin cukup bagus tapi di lajur belakangnya sangat jelek. Karena perawatan yang jelek dan tidak bagusnya kontrol, aku harus meremajakan 40% lahan. Itu banyak, anggur baru bisa berbuah harus menunggu setidaknya 3 tahun, sekarang moodku buruk mendengar kata 40%.
"Sebanyak ini?" Foto-fotonya diberikan oleh Roberto membuatku sakit kepala.
"Dibagian belakang cukup parah Nona, lihat ini bekas jamurnya, kau mau mempertahankannya mungkin akan drop dibawah 40%, jika kau memakainya juga. Lebih baik kita memotong dahulu bagian yang sakit lebih baik. Ini bagian belakang turis tak bisa berjalan terlalu jauh ke sini."
"Baiklah, aku harus fokus dulu ke hotel baru dan restoran. Bagian tengah aku tetap ingin rubah varietasnya."
Aku takut laporan tahun pertamaku tak signifikan. Bagaimana kalau tak sesuai dengan harapan.
Duduk direstoran yang tak terlalu banyak orang karena belum jam makan malam, membuat proyeksi perhitungan ulang lagi dan aku tak gembira dengan hasilnya. 40% Astaga, Lucas sialan! Dia membuatku sakit kepala.