The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 38. I Love You 2



"Kau tidak bekerja?" Kekasih tercintaku masih menungguiku di rumah sakit sambil menyuapi sarapan.


"Aku hanya punya meeting nanti sehabis jam makan siang. Makanlah kau harus makan yang banyak. Apa perlu kepala chef-mu membawakan sesuatu."


"Aku hanya ingin soup saja, mereka masih menghadapi serangan buzzer. Aku ingin mengecek pekerjaan mereka."


"Biarkan itu dipegang oleh orang yang kusewa, mereka akan mengurusnya. Kau istirahat yang benar, lagipula setelah kejadian ini satu Italia akan mencerca Gianni. Lihat berita ini..."


'Sangat tercela, saksi utama yang memberatkan kasus Gianni ditembak.' Aku melihat sebuah headline berita sebuah harian online yang terbit hari ini.


Aku sudah mengancam semua kelompok di Milan, siapapun yang berani membantu Gianni akan kuhabisi. Akan kulihat siapa yang berani membantunya lagi. Dan kau harus beristirahat dengan benar. Mengerti Vanilla. Nanti siang ada Marriane pengurus rumahku yang akan kesini mengantikanku sebentar."


"Ada perawat, tenang saja."


"Tak apa, dia bisa menemanimu ngobrol jika kau bosan. Malam Ayahmu akan kesini. Aku akan dimarahi jika tidak ada yang menungguimu." Calon menantu yang bertanggung jawab, aku tersenyum melihatnya ternyata dia tidak seacuh yang kuduga.


"Kenapa kau tersenyum apa ada yang salah?" Dia melihatku memandangnya sambil tersenyum.


"Kupikir kau akan terganggu dengan semua kejadian ini, tapi kau tak bahkan tak keberatan menungguiku disini."


"Apa maksudmu, kenapa kau bisa sampai berpikir begitu."


"Entahlah, aku mungkin takut kau bersikap padaku seperti kau bersikap pada Sophia. Aku takut kau akan terganggu dengan keadaan ini. Aku tadinya takut kau hanya baik saat diperlukan." Dia tertawa kecil.


"Jika aku begitu kau bisa minta putus. Vanilla, itu berbeda, aku dan Sophia hanya terikat kontrak kerja tanpa perasaan apapun. Bagaimana kau berpikir aku akan memperlakukanmu seperti itu." Aku memandangnya ketika dia menggengam tanganku dan membawanya ke bibirnya rasa tergelitiknya membuatku tersenyum.


"Ternyata kau bisa hangat juga..."


"Kau tak tahu betapa aku takut saat menunggumu di ruang operasi." Dia memandangku, saat itu aku tahu kata aku mencintaimu itu adalah kebenaran. Semua perlakuanya padaku mengatakan semuanya.


Kami bertatapan seperti dunia ini hanya kami berdua, tak ada kebohongan disana. Hanya bisa dilakukan jika kau jatuh cinta satu sama lain.


"Kau harus pulang dan bersiap ke kantor. Disini ada perawat, malam ini kau tak boleh menungguiku. Istirahatlah..."


"Aku akan membawa kasur lipat tambahan dan selimut. Itu gunanya VIP room Nona, lagipula sofa itu panjang. Nanti aku bawa tenda sekalian." Aku tersenyum padanya, dia banyak bercanda untuk membuatku senang.


"Kau memang manis." Aku tak bisa berhenti tersenyum.


"Aku harus memikirkan bagaimana mengatakan ini pada Ayahmu... Putrinya masuk rumah sakit karena tertembak." Dia masih kuatir ternyata.


"Aku akan meneleponnya oke. Jangan khawatir dia akan mengerti, lagipula aku sekarang baik-baik saja. Bagaimana jika sekarang kau pulang dulu,..."


"Aku akan kembali jam 11, setelah Marianna datang. Aku bisa tidur semalam, jangan kuatirkan aku, kau dipindahkan ke kamar inap jam 2, dokter bilang kondisimu stabil, hanya perawat yang mengecek kadang membuatku terbangun."


"Kau mau habiskan sarapanmu dulu? Nantu Marianna akan membeli makanan untukmu. Makan yang banyak oke, kau harus cepat sembuh..."


"Vanilla akan menurut saja..." Dia mengacak rambutku untuk kata-kata manis itu.


\=\=\=/


mak absen aja hr ini riwehhh hari ini malem br bs pegang hp .


besok mudah2an bisa banyakan yaaa sorry banget