The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
NON POSSO VIVERE SENZA DI TE Part 65. My Baby 4



"Katakan kau akan menikahiku Monica Minetti, akan kuatur pernikahan kita di musim semi ini..." Dia memaksaku menjawabnya diantara godaan tubuhnya.


"Guilio... ahh... kau disana ...lagi." Dia memberikanku dorongan tapi itu belum cukup, siksaan ini membuatku memeluknya erat.


"Amore mio...menikahkah denganku. Terimalah bayi pausku" Dia hanya melakukannya perlahan, aku tersiksa menginginkannya datang lebih intens.


"Guilio kau memaksa sekali, selesaikan aku..." Sedikit lagi dan ini akan selesai.


"Bilang kau akan menikahiku sayang, aku akan membuatmu berteriak senang."


"Kau belum punya cincin lamarannya paus sialan!" Bagaimana dia bisa memaksakan lamaran seperti ini. Paus ini sedang memb*uahiku dan dia mengajakku menikah di saat yang sama.


"Kau bisa memilih apapun nanti siang. Katakan kau akan menikahiku..."


"Iya aku akan menikahimu. Guilio...please...." Aku putus asa dia tak memberiku apa yang kuinginkan. Dia tersènyum mendengar perkataanku.


"Cara mio, aku akan menikahimu segera." Dia bergerak melakukan tugasnya padaku membuatku mendesah bahagia. "Paus kecilku ini akan membuat pil itu kalah Cara." Aku terpicu begitu saja saat dia mengatakan itu. Tubuhku mengejang dan dia langsung merasakannya.


"Guilio..." aku mencengkram lengannya, dan terlempar, dia menekanku kuat di dalam lagi. Dia benar-benar berniat menghamiliku di kesempatan pertama.


"Ambil Cara semuanya... Ohh fu*ck ..yess...Cara, ini bayi kita ... " Rasa hangat itu seperti memenuhiku. Paus ini bener-bener memuntahkan semuanya padaku. "Ini semuanya Cara...."


"Guilio, jika kau berani mengingkari kata-kata mu hari ini aku akan membunuhmu dengan mengikat dan melemparkanmu ke laut biar kau disengat ubur-ubur." Dia masih berada diatasku, paus kecilnya masih berkedut  di dalam tubuhku tapi aku sudah mengancamnya.


"Mamma, aku belum selesai. Kau mengancam membunuhku..." Sentakan terakhirnya menbuat dia jatuh ke atasku. Dia terengah sebelum menjawabku. "...aku bisa menerima resiko itu, hubungi ayahku dia akan sukarela melakukannya untukmu, dia yang pertama yang ingin melemparkanku ke paus karena aku lambat..." Dia tersenyum padaku, sesaat kemudian menenangkan dirinya yang kelelahan karena baru selesai melakukan tugasnya mentransfer benih paus.


Dia sungguh-sungguh ingin melakukan ini.


"Kau gila, kau mencoba menghamiliku saat pertama."


"Jika kau benar menghamiliku, kita akan menikah...?"


"Kita akan menikah di musim semi. Entah kau hamil atau tidak. Ini bukan soal kehamilanmu, tapi soal kita, tapi jika paus kecil di bawah sana langsung menang, itu akan jadi hadiah tak ternilai buat kita." Dia menatapku dan menciumku kecil.


"Paus kecil, kau harus berjuang..." Aku tertawa, ketika dia memegang perutku, tapi kemudian aku terharu juga. Air mataku menitik begitu saja...


"Sayang, apa aku egois. Aku benar-benar mencintaimu... Katakan apa kesalahanku, kami laki-laki kadang tidak peka. Kau tak mau aku melamarmu disini..." Dia menyeka air mataku.


"Aku hanya terharu..." Aku mencoba tersenyum.


"Aku mencintaimu, aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu, aku mau keluarga denganmu, jika aku memaksamu mengatakan iya tadi, aku memang kurang ajar... tapi aku menyukai ekspresimu saat kau hampir... " Aku menghentikan mulutnya yang panas itu


"Baleno, kau memang membuatku kacau, tapi kau se*xy..." Aku mengigit bibirku dan membuatnya merengkuhku lagi.


"Nanti malam aku akan mengulanginya lagi, membuatmu tambah kacau, dan  rintihanmu itu membuatku gila..."  Aku tertawa dan mendorong Paus besar ini.


Paus tampan ini menciumku lagi. Mengatakan aku membuatnya gila, aku tersanjung.


Nampaknya dia sudah terlalu lama sendiri.


\=====================================$$$$$


Maap Paus bikin panas, jangan lupa hadiah votenya dong


Udah mak lg ngejer crazy up Alena