
Semua orang mengkhawatirkanku, Tuan Alan meneleponku lagi disambung dengan Louis kemudian.
"Natalie! Kau mau dibunuh?! Kau baik-baik saja?! Benarkah?! ****! Siapa yang begitu berani memerintahkan ini!? " Louis langsung berteriak di telepon. Aku harus menjauhkan speaker telepon.
"Tenang Louis...Aku masih hidup, dalam satu piece. Kau tak usah berteriak seperti itu." Dia kelihatan benar-benar kuatir, aku tersanjung.
"Kata Alan kau menembak pembunuhmu dari balik pintu."
"Iya itu yang bisa aku lakukan..." Aku menceritakan semua yang terjadi pada Louis. Dan dia mendengarkan dengan antusias.
"Jadi sekarang kau mengungsi ke hotel?"
"Iya rumahku ditutup police line. Apa yang bisa kulakukan lagi. Tapi tadi siang Diego kesini mengatakan dia akan mengurus pengawalan dan mencari tahu siapa yang ada dibalik ini."
"****! Apa gadis yang kau ganggu minggu kemarin."
"Mungkin, entahlah tapi kita akan segera tahu kurasa."
"Apa polisi mempersulitmu?"
"Tidak, ada rekaman kejadian yang memperjelas semuanya senjata satu orang yang mati itu tertinggal disana. Aku melakukannya atas dasar pembelaan diri. Mereka tak mempersulitku, tapi aku akan bertemu detektif segera nanti."
"Nathan akan berada disana dalam seminggu ini. Dia akan memastikan kau aman."
"Kurasa aku aman. Tuan Diego bilang jika kemungkinan besar pembunuhnya akan memilih bersembunyi dan menghindar sekarang."
"Semoga itu benar, cobalah tidak keluar sendiri sebelum semuanya terungkap. Kau tak boleh membahayakan dirimu sendiri."
"Aku tahu. Thanks Louis."
Tak lama kemudian giliran Nathan yang menanyaiku. Hari ini semua orang disini bertanya dan aku harus menceritakan berulang kali ceritaku.
"Nona, Sir Nathan meminta kau ke ruangannya..." Sebuah pemberitahuan dari staff-ku disampaikan sore itu.
Hmm, mungkin dia ingin melihat apa aku baik-baik saja. Aku ke ruangannya kemudian, aku harus mengingatkan diri sendiri, menahan ego untuk tidak pamer kemampuan didepannya. Aku hampir terjebak di mata Tuan Diego tadi.
"Sore Sir,..." Aku mengetuk pintunya. Melihat wajahnya yang selalu terlihat serius membuatku membayangkan ingin duduk bersamanya di pinggir pantai, mengajaknya bercerita sambil minum coktail dan membuatnya tersenyum. Tentu saja itu tak boleh terjadi.
"Kau baik-baik saja." Dia melihatku. "Kata Alan kau diserang? Aku baru mendapat laporan dari Alan dan Louis meneleponku berkali-kali dan memintaku khusus membantumu."
"Iya... itu hal yang mengerikan. Untungnya aku bisa lolos berkat alarm dan polisi cepat datang. Tapi satu masih lolos, satunya berhasil kutembak ketika dia berusaha membobol pintu kamar.
"Aku mendengar ceritanya. Aku tak menyangka kau bisa memutuskan menembak dari pintu. Wanita lain akan bersembunyi dan ketakutan."
"Aku pernah melihat video dari pelatihan militer bagaimana mereka bisa menembakkan pistol untuk merusak pintu, jika mereka seprofesional itu, karena aku bisa melihat mereka punya peredam pistol, kupikir aku tak akan punya kesempatan. Itu yang ada dalam pikiranku saat itu."
"Hmm...kau benar. Pikiranmu logis, mungkin itu yang menyelamatkan nyawamu." Dia sedikit menimbang ceritaku.
"Dimana kau tinggal sekarang?"
"Di hotel, karena rumahku masih di police line. Tapi Tuan Diego bilang, sebelum dalangnya terbongkar akan ada pengawal yang mengawalku."
"Ada seseorang yang mengancammu sebelumnya?"
"Ehm tidak. Dua kasusku terakhir hanya Enrigue dan Elizabeth Ailes, selama enam bulan ini yang kuciduk hanya staff , itupun hanya sanksi pemecatan, tak ada yang sampai ke penjara, kurasa tak ada yang punya kemampuan sampai menyewa hitman profesional."
"Pergilah tinggal di Cameo Shore, tak ada yang bisa menyentuhmu disana."
"Apa?" Maksudnya aku tinggal di rumah Nathan? Bukankah itu berlebihan. "Kurasa di hotel juga aman, saya tidak perlu merepotkan Anda saya kira. Terima kasih Sir."
"Orang Diego sedang mencari keterangan lebih lanjut dengan cepat. Dia tak akan lolos, tapi kau satu-satunya wanita dalam lingkaran kami yang menghadapi ancaman pembunuhan langsung. Lagipula jika dia profesional. Alan sangat kuatir padamu...Jadi sampai semuanya jelas, pindahlah ke Camel Shore untuk sementara, itu gated community, dan ada private security disana."