The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 36. About Me 4



Aku jalan-jalan ke Daimaru, mall itu cuma 15 menit dari Minato-ku rumah Hisao. Beberapa teman lama bergabung denganku sore kali ini, cukup lama aku tak punya kesempatan ngobrol bersama mereka. Maki dan Mirei dua teman baikku waktu koko ( senior high schools /高等学校 kōtōgakkō)


"Mirei akan menikah sebentar lagi." Maki memberitahu berita yang sangat baik.


"Benarkah?"


"Setsuko kau harus datang. Aku sengaja kesini untuk memberimu undangannya. Masih dua bulan lagi. Kumohon kosongkan jadwalmu." Mirei langsung membooking jadwalku sekarang sambil menyerahkan undangannya padaku.


Aku langsung membuka jadwalku di ponsel berharap tanggal dalam undangan itu benar-benar kosong.


"Aku bisa, aku bisa. Aku akan mengambil hari liburku dua hari untukmu." Aku langsung mengirimkan pesan dan memberitahu assisten okiya aku tak bisa menerima perjanjian di hari itu.


"Ahhh Setsuko terima kasih." Seorang sahabat baik akan menikah tentu saja aku akam meluangkan waktu untuknya.


"Kenapa kau berterima kasih, tentu saja aku akan datang."


"Apa aku mengenal suamimu? Mungkin teman kita dulu."


"Ohh tidak, kami bertemu di kantor. Kuharap kalian segera menikah juga." Aku tersenyum dengan harapan Mirei. Menikah? Hmm... aku masih sangat menikmati karierku yang berkilau ini.


"Terima kasih Mirei-chan." Kami berpisah tak lama kemudian setelah dia menyerahkan undangannya.


Aku mengecek ponselku. Hisao benar-benar bisa mengajakku makan malam. Tapi kali ini aku hanya melihatnya datang memakait-shirt panjang dan jeans, yang terlihat sangat pas ditubuhnya. Dua pengawalnya terlihat berjalan dibelakangnya tapi tak kentara.


Dia senang sekali pamer ternyata, gabungan banyak uang, tubuh dan wajah menawan, itu tampaknya tidak bisa ditanggung oleh siapapun sekarang. Kecuali aku yang jika disuruh memilih akan lebih memilih Tuan Tan daripada dia.


"Apa itu?" Dia menunjuk kartu yang kupegang karena aku hanya membawa tas kecil.


"Ohh ini undangan pernikahan dari seorang sahabat dua bulan lagi, dia berharap aku bisa datang."


"Ahhh Mirei di 9 June, ternyata benar sama..." Juni memang banyak pernikahan di Jepang.


Juni dulunya disebut minazuki di Jepang, yang berarti bulan air, sebuah waktu dimana sawah sedang dibanjiri air. Simbol ini kemudian terbawa dalam hubungan dan diceritakan kemudian Juni dipercaya adalah bulan yang baik untuk menikah dan hamil.


Dan alasan praktisnya adalah di Juni kau masih punya udara yang sejuk, memakai kimono yang berat tak akan terasa terlalu panas. Bunga-bunga musim semi sedang bermekaran disekeliling. Bukankah itu memang indah...


"Kenapa bisa bersamaan sekali."


"Kau akan di Tokyo?"


"Iya, tentu saja. Aku menghabiskan dua hari liburku untuk kesini."


"Ya sudah aku akan bayar Sabtunya sebagai hari kerjamu, temani aku ke pernikahan Yuki."


"Tidak usah, kenapa kau selalu harus membayar. Anggap saja aku menemanimu nanti."


"Tidak apa, libur satu harinya kau bisa gunakan untuk yang lain." Tetap berkeras membayar liburanku.


"Tidak usah." Dia menghela napas panjang karena aku terus menolak.


"Kenapa kau suka sekali membantahku."


"Karena aku memang tak enak Hisao-san membayariku libur terus-menerus, izinkan aku membayar kembali. Aku akan menemanimu ke pernikahan Yuki, anggap saja bantuan teman."


"Hanya kau yang tak enak dibayari, gadis yang lain menerimanya dengan terima kasih. Kau wanita dengan perilaku aneh." Tiba-tiba dia membandingkanku, mungkin dengan gadis Ropponginya yang selama ini berada disekelilingnya akan segera menciumnya dan menyerahkan diri mereka, apa itu yang ada dipikirannya, aku sama seperti itu?