The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 92. Revenge Plan 2



"Katakan apa yang kau mau? Langsung saja! Pengacara bangsat dari kalian harusnya mati saja!"


Mereka bicara di ruangan khusus di kantor pengacara itu. Dia menyuruh Kate datang ke kantornya, karena dia tahu Kate pasti datang karena mengkhawatirkan Ayahnya. Mau tak mau dia harus datang jika ingin mendapatkan kesepatakan soal Ayahnya.


"Nona Kate, jangan terlalu keras padaku, sudah kubilang aku ingin membantu sebisaku, tapi aku tak terlibat apapun disini. Kau harus percaya padaku." Sekarang setelah menahan Ayah Kate dia mempunyai posisi tawar yang lebih tinggi, dan dia yakin tak ada yang tahu dimana Ayah Kate itu. Karena para menculiknya itu bahkan memindahkannya keluar negara bagian. Dan tak ada yang menyadari mereka menculiknya setelah sekian lama.


"Percaya padamu... Jangan membuatku tertawa, kalian merencanakan menculik Ayahku. Laku aku harus percaya padamu, kau pikir kau tak tahu kau yang melakukan penculikan itu!"


"Nona aku mengundangmu kesini karena tak ingj kau salah paham, Tuan Callaway juga prihatin Ayahmu diculik."


"Omong kosong." Jika bisa dia akan memberikan bogem padanya agar dia mengaku saja disini.


"Nona Cantik, Tuan Callaway ingin kau membantunya. Dia memberikan satu juta untukmu, bantu kami mengatakan bahwa kalian tak punya perselisihan dan kalian teman yang baik di biro, jadi tak ada alasan dia ingin menyakitimu. Kau cuma salah paham selama ini dengan Tuan Tyson..." Kata-kata pengacara ini membuatnya muak.


"Kau pikir dengan bukti-bukti itu hakim akan percaya padamu." Tapi dia tetap berlagak dia tak memiliki pilihan yang lain selain menyetujuinya.


"Masalah hakim percaya atau tidak aku yang mengurusnya, yang penting keteranganmu cocok denganku, lagipula klienku memang hanya diberitahu oleh Rusia pembawa masalah itu. Mereka meminta tolong tapi membawa masalah ke kami..." Demikian juga pengacara ini tetap dalam akting dan permainannya.


Pengacara pencuci otak ini akan terus mengatakan penyangkalan yang disiapkannya itu. Dia juga mungkin awas bahwa Kate akan merekam pembicaraan ini, jadi dia mengatakan kebohongan ini secara konstan. Lagipula dia yakin wanita seperti Kate pasti tahu apa yang dia maksudkan dengan pembicaraan ini.


"Saya ikut prihatin dengan hilangnya Ayah Anda, semoga cepat ditemukan. Jika Anda membantu kami, saya yakin Tuan Callaway setelah ini akan berusaha keras membantu Anda, dia punya banyak koneksi yang bisa mempercepat ditemukannya Ayah Ands. Tapi jika Anda mengecewakan saya, saya tidak akan memberi rekomendasi apapun... " Kate memandangnya penuh rasa benci, tunggu saatnya dimuka hakim aku akan membongkar semua yang telah kau lakukan. Dan ikut mengirimmu ke penjara karena berani macam-macam dengan Ayahku.


"Baiklah bangsat, aku setuju. Transfer padaku uangnya. Bukannya Callaway pernah menyebutkan dua juta? Kenapa sekarang menjadi satu juta" Armando tersenyum karena pertanyaan itu.


"Karena aku yang berusaha keras menyakinkanmu sekarang, aku tidak semurah hati Tuan Callaway Harusnya kau terima langsung tawaran Tuan Callaway kemarin. Tak usah aku yang meyakinkanmu. Ini rasa terima kasih kami karena kau telah memberikan bantuan untuk temanmu sendiri. Tuan Callaway adalah orang yang sangat baik hati. Lagipula jika benar Rusia itu yang menculik Ayah Anda, kami bisa memaksa mereka melepas Ayah Anda. " Dia kembali ke donggengnya. Tuan Armando memberikan cek senilai satu juta dollar itu pada gadis itu.


Berbeda dengan Armando yang tujuannya kesini adalah untuk memaksa Kate setuju dengan rencananya. Kate kesini untuk mendapatkan uang jajannya. Satu juta dollar untuk memaksa Kate setuju dengan hukuman minimum dan membebaskan Ayahnya. Walaupun akhirnya akan dibuktikan sebagai suap di pengadilan.


"Kau sudah selesai, kalau begitu aku akan segera pergi melihatmu itu sebuah siksaan." Kate mengerutu dan ingin segera pergi.


"Baiklah, beberapa hari lagi akan ada jadwal sidang pertama, aku harap kita berdua bisa mencapai hasil yang baik."


Kate angkat kaki dari sana, segera setelah dia mendapatkan ceknya.


"Buatmu saja. Kau yang diculik Rusia itu, Ayah hanya bersenang-senang sedikit disini. Disini banyak spot pemancingan di Katonah ini. Kau ingat Ayah sangat suka memancing. Dan rumahnya disini sangat rindang, banyak pepohonan sangat berbeda dari NYC, jadi anggap saja Ayah sedang liburan disini..."


"Begitukah? Kau bisa membeli satu toko lagi dengan uang itu..."


"Dua toko sudah lebih dari cukup Kate. Jangan khawatirkan Ayah." Diam sebentar, Daniel ingin bicara satu hal kepada Putrinya itu. "Ibumu menelepon Ayah, katanya dia ingin bergabung dengan kita di Natal kali ini. Bagaimana menurutmu..."


Kate diam mendengar berita itu.


"Maksud Ayah dia ingin kerumah Ayah?"


"Ehm tepatnya bukan begitu... Dia mengundang kita ke Chianti saat Natal."


"Chianti, dimana itu?"


"Chianti itu di Florence, Italia."


"Ohh? Dia tak punya keluarga di San Francisco untuk menghabiskan Natal?" Aku memang tak pernah menemuinya di San Francisco, tapi selama belasan tahun ini dia juga tak pernah mengundang Kate, kecuali tiga tahun lalu mereka bertemu sekali dan sekali lagi setelahnya, itupun di London dan Paris bukan di US. Jadi buat apa Kate merasa perduli.


Beberapa saat Daniel diam. Selama ini banyak hal dari kehidupan mereka yang dia sembunyikan dari Kate. Terlalu banyak, jika anaknya itu tiba-tiba mendengar pengakuannya, mungkin akan sulit baginya untuk menerima.


"Hmm...mungkin kau tak tahu dia sudah berpisah beberapa tahun lalu dan tinggal di Chianti, Florence sekarang..."


"Kenapa kita harus ke sana?" Kate protes, setelah bertahun-tahun dia tak memperdulikannya Ibunya yang meninggalkannya sejak umur belasan. Sekarang dia muncul lagi. Dan Ayahnya malah setuju begitu saja mereka bergabung saat Natal. Di Italia! Kenapa harus mereka yang pergi kesana! Itu yang ada dalam pikiran Kate.


"Banyak yang harus Ayah jelaskan. Tapi kita tunggu saja semua kasus ini selesai oke. Nanti Ayah jelaskan padamu. Oke, bekerjalah dengan baik... Beberapa hari lagi setelah Ayah bersaksi ini akan diselesaikan."


Ayah Kate memutuskan pembicaraan mereka, karena semua ini mungkin tak bisa dijelaskan melalui ponsel. Meninggalkan Kate yang binggung setelah bertahun-tahun mereka tak pernah membahas Ibunya, kemudian Ayahnya memunculkan namanya lagi. Padahal dulu dia sangat terpukul dengan kepergiannya.


Kenapa dia memaafkannya lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=