
Aku akhirnya bertemu gadis yang bernama Setsuko. Kami berada di Kyoto yang indah sekarang, aku senang sekali bisa berada di kota yang indah ini.
Kami bertemu di sebuah restoran fine dining jepang yang punya ruangan pribadi jadi kami bisa berbincang dengan leluasa.
"Nona Setsuko, senang bertemu denganmu lagi. Ini calon istriku Monika." Seorang gadis cantik disapa Guilio. Ini yang ternyata yang bernama Setsuko pemberi pencerahan itu.
"Calon istri, hmm...jalur ekspress ternyata. Kau sudah sadar ternyata, Nona ini yang kau sebutkan kemarin. Katanya kau teman masa kecilnya." Setsuko tersenyum pada Guilio saat kami bartemu. "Nona Monica akhirnya bisa bertemu denganmu, ternyata yang disebut Guilio teman lama sangat cantik, dia memang agak kabur selama ini."
"Akhirnya aku bisa berkenalan denganmu. Katanya dia mendapatkan pencerahan darimu Nona. Kami berkenalan dari high school, jika dia menganggap itu masa kecil baiklah terserah dia. Masalah matanya kabur , dia kata ayahnya lebih tertarik kepada ubur-ubur penyengat." Semua orang tertawa sekarang.
"Ternyata Ayahnya punya pendapat yang sangat benar. Dia lebih tertarik kepada ubur-ubur penyengat. Aku Hisao senang temanku ini akhirnya kapok memilih ubur-ubur penyengat dan melihatmu."
"Hei aku bukan menyenangi ubur-ubur penyengat aku tidak mendapat pencerahan apa yang aku cari. Aku harus bertemu Nona Setsuko yang memberi temanku pencerahan juga."
"Kenapa kau menyinggungku, aku tak seperti kau."
"Ohh maksudmu, ubur-ubur penyengat yang membuatmu membeli champagne tower itu bukan masalahmu?" Baiklah ..."
"Wow, champagne tower? Jadi ubur-ubur penyengat Hisao membuatnya membelikannya champagne tower? Luar biasa, ..."
"Ubur-ubur yang datang padaku membayarku 20.000 uero. Tentu saja itu lebih sedikit daripada harga champagne tower."
"Benarkah, kau pasti berteman dengan tukang pukul." Jika dia tahu Ibu Guilio yang membawa tukang pukulnya. "Soal çhampagne tower itu, Ahhh, itu sedikit rumit." Setsuko tersenyum lebar sekarang.
"Setsuko san, itu dosa masa lalunya biarkan saja dia mengakuinya." Guilio menyindir balik temannya itu.
"Kami kesini juga akan mengundang kalian ke pernikahan kami dua bulan lagi, hanya pernikahan sederhana mengundang teman-teman dekat. Kalian sangat diharapkan datang. Akan kukirimkan undangan resminya kepada kalian." Aku yang mengundang mereka sekarang secara khusus. Mereka sangat berharga jika tidak karena mereka kami mungkin masih berteman sampai sekarang.
"Baiklah kami akan berusaha datang, tentu saja. Hisao sangat menghargai teman-teman dekatnya."
"Dia pemilik winery dengan penginapan bertema kebun anggur, Hisao pernah bertemu dengannya sekali kurasa. Waktu aku mengajaknya saat kami masih kuliah, tapi kurasa itu sudah terlalu lama."
"Ohhh benarkah, aku lupa, terlalu banyak teman-teman Hisao datang, termasuk ubur-uburnya kadang-kadang juga datang. Sudahlah membicarakan ubur-ubur tak ada habisnya. " Semua orang tertawa lagi sekarang.
"Bagaimana dengan Nathan, bukannya dia bergabung hari ini, kenapa batang hidungnya tak terlihat?"
"Aku tak tahu, katanya dia batu akan datang besok ada masalah yang tak bisa dia tunda. Tapi dia janji akan kemari. Dia tak bilang ada apa..."
bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ngabsen dulu, lanjut besok banyakannya. Kalo mau dukung mak bulan Nov tetep di judul ini, maù lanjut Nathan atau Bova dulu yaaaa 😅😅😅
Mak ngabsen doang hari ini.
Besok baru dilanjut cape baru abis update alena 13 part wkwkwkwk