
Kenapa Ibunya datang ke NY , minggu depan dia akan kembali ke Chicago. Biasanya rumah mereka akan ada pesta keluarga besar Ayah dan Ibunya.
"Nathan,..." Dia masuk ke kantor anaknya dan memeluknya.
"Mom, kau kesini? Aku minggu depan akan kembali ke Chicago. Biasanya kau sudah sibuk mempersiapkan pesta Natal sekarang."
"Mommy hanya mengunjungi teman sebentar selama dua hari. Ayahmu tak ikut dia di Chicago. Ohh ya Ibu akan menginap di rumahmu saja oke."
"Ohh Ibu menginap di rumah..." Dia belum memberitahu Ibunya dia tinggal bersama dengan Kate.
"Ada masalah."
"Ehm tidak, tentu saja tidak."
"Lalu? Kenapa wajahmu begitu..." Ibunya bertanya sambil tersenyum. Ibunya punya tebakan soal ini.
"Sebenarnya aku tinggal bersama seseorang sekarang, aku belum mengatakannya pada Mom."
"Ahhh begitu, tak apa Mom akan senang bertemu dengannya. Biar Mom tebak, gadis yang sama yang kau bawa di Chicago bukan." Sekarang Nathan tersenyum. "Mom tahu kau, jika kau membawa seseorang berarti entah bagaimana kau sangat memperhatikannya, walaupun mungkin saat itu kau belum terus terang mengatakannya, jika tidak kau hanya menaruhnya di luar lingkaran pribadimu. Dari dulu kau begitu..."
"Kau akan membawanya ke Chicago untuk Natal?"
"Dia harus ke Florence bertemu keluarganya. Dia sudah lama tak bertemu Ibunya. Mereka mengundangku ke sana."
"Tak apa kita bisa berbincang nanti malam. Apa perkerjaannya sekarang."
"Dia Kepala Unit di White Collar Crime FBI."
"Wow jabatan yang hebat. Kenapa kemarin dia jadi assitenmu." Nathan tertawa.
"Ceritanya rumit Mom. Tapi akhirnya kami bersama sekarang, dia gadis yang cerdas, aku mencintainya, merasa berbahagia bersamanya...." Nathan tak bisa menceritakan cerita lengkapnya tentu saja, dia takut Ibunya menjadi mengkhawatirkan keselamatannya.
"Baiklah, nanti malam Mom bisa mengobrol dengannya sebentar kukira, kesan pertama Mama bertemu kemarin dia gadis yang sopan dan tahu membawa diri. Aku tak punya kesan buruk padanya. Kecuali dulu Amanda, Mama merasa dia agak palsu, dia mengingatkan Mom pada seorang yang Mom tidak sukai, tapi Mom menghormati pilihanmu bagaimanapun, jadi Mom tidak berkomentar apapun, berharap semoga penilaian Mom salah. Akhirnya kau tiba-tiba putus dengannya karena menemukannya sendiri berbohong agak melegakan sebenarnya."
"Amanda sudah lama berlalu Mom, biarlah itu menjadi masa lalu."
"Mom tahu. Kapan kau akan menikahinya? Kau tidak muda lagi, sebelumnya kau dan Amanda hampir menikah. Kau tak ingin punya keluarga secepatnya? "
"Jangan kuatirkan aku Mom. Ayo kita pulang saja, kau bisa beristirahat,..."
"Pekerjaanmu sudah selesai? Mom bisa ke rumahmu sendiri."
"Sudah, ayo..."
Dan ini mengingatkan masa kecilnya bagi Kate. Saat Ibunya masih ada mereka selalu merayakan Natal dengan meriah.
"Rumahmu bagus sekali. Kate yang menghiasnya?"
"Ohh iya dia dan Daisy pengurus rumah yang melakukannya. Mereka bersenang-senang..."
"Ini bagus sekali. Ibu menyukai rumah ini, seseorang tinggal disini. Ada kehidupan sekarang."
"Mom... Memang aku tak tinggal disini."
"Biasanya rumahmu selalu bersih, bahkan ketika Amanda ada, dia tak terlalu perduli soal ini, terlalu bersih sehingga kupikir tak ada orang disini, sekarang ini terasa seperti kau punya kehidupan, bahkan ada kita punya banyak cookies di ruang tamu. Banyak makanan di kulkas... Akhirnya aku merasa ada Nyonya rumah disini."
Nathan tersenyum mendengar komentar Ibunya.
"Nathan, kurasa kau benar-benar harus bersamanya. Lamarlah gadis ini... Dia membuat rumahmu menjadi rumah yang sebenarnya. Ibu menyukainya..."
"Mom, kau ini memang memaksa."
Daisy, pelayan wanita yang bekerja di runah besar itu, melihat Ibu Tuannya itu segera menyapanya.
"Nyonya selamat datang, kau ingin masakanku, kita punya salad, pasta dan daging, aku juga punya desserts."
"Ohh kau memasak Maria?"
"Nona Kate senang makan dirumah Mam, dia bilang masakanku enak. Dia suka makanan rumah. Tuan juga jadi senang makan dirumah menemani Nona. Aku merasa lebih berguna sekarang..." Daisy tertawa, dan sementara Ibu Nathan juga senang mendengarnya.
"Nona Kate pulang jam berapa Daisy?"
"Biasanya dia akan kembali sekitar pukul 7 lebih sedikit Mam, kecuali dia ada pekerjaan biasanya dia akan kembali jam segitu."
"Hmm sekarang belum jam 6, ahh bagaimana jika aku membuat makan malam lebih meriah. Aku mau memasak sedikit Daisy, kita buat makan malam..."
"Siap Nyonya..."
"Nathan jangan beritahu Kate Ibu disini, nanti dia nervous. Ibu akan memasak sedikit buat kalian."
"Oke Mom."
\=\=\=\=\=\=\=\=