
“Bova itu mengejarmu bukan.”
Aku sedang dalam perjalanan ke wineryku, aku sukses memerangkapnya dalam mobilku sekarang. Bova tidak bisa mengajaknya keluar, bicara dengannya atau punya kesempatan merayunya malam ini. Akan kubuat dia pulang terlalu larut sekarang. Aku tak akan meloloskan kesempatan apapun buat Bova.
Monica melihat padaku, dia melengos.
“Kenapa kau bisa tahu? Apa sangat terlihat?”
“Aku laki-laki, aku tahu bagaimana seorang menatap lawan jenis dan mengatakan ketertarikannya... Dan kau duduk disampingnya.” Dia diam. Ayolah jangan katakan kau sudah menerimanya.
“Hmm... entahlah, aku tidak yakin. Dia bilang dia mau mencoba menjalani hubungan jujur, kemarin dia membawakanku bunga, mengatakan sesuatu yang manis padaku, tapi sebelumnya dia pernah bilang jangan jatuh cinta padanya, kemudian berubah lagi. Aku tak yakin bagaimana menangapinya, jadi kita lihat saja nanti, apa benar dia serius... Aku juga tahu dia satu golongan sama denganmu, aku tak mau putus cinta.” Ternyata memang baru pendekatan. Syukurlah, terima kasih Tuhan setidaknya kau masih mengampuni dosaku dan memberiku kesempatan.
Tapi tunggu dulu, kenapa dia berkata jangan jatuh cinta padanya, apa maksudnya, tadi dia bilang pria itu baru mendekatinya. Apa dia jatuh cinta pada Bova pada pandangan pertama dan pernah mengatakan dia mencintainya?
“Kenapa dia berkata jangan jatuh cinta padanya? Kau mengatakan dia baru mendekatimu. Kau pernah berkata kau mencintainya?” Aku berdebar menunggu jawabannya sekarang.
“Itu ...itu, sulit dijelaskan. Lebih baik kau tak tahu, setengahnya itu adalah ... astaga kenapa aku bisa begini.” Dia malah mengelengkan kepalanya sendiri, menjawabku dengan kalimat yang tidak jelas, dan sekarang dengan dia tidak menjawabku tentu saja aku tambah penasaran.
“Apa yang sulit dijelaskan? Kau benar-benar mengatakan kau jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, bukan seperti kau yang kukenal.” Kenapa kalimat itu bisa muncul.
“Itu... kurasa aku hanya terlalu banyak minum.” Bagaimana terlalu banyak minum menghasilkan kalimat ‘jangan mencintaiku’?!
“Kau mabuk dan mengatakan kau mencintainya?! Kau gila? Bagaimana kau jatuh cinta padanya, tadi kau bilang belum tahu menerimanya atau tidak?!” Aku emosi sekarang apa yang sebenarnya Monica bicarakannya, kenapa dia berputar putar seperti jalan di perbukitan ini.
“Lalu?!” Dia membuatku tak sabar! Kenapa wanita selalu bertele-tele.
“Aku... sudahlah, kenapa aku harus menceritakannya padamu.” Monica mengelak dan membuang pandangannya ke jalan yang kami lewati. Sial! Apa sebenarnya maksudnya!?
“Kau lupa dengan Raoul, sudah kubilang dia tak benar. Kau mengabaikanku dan kau tahu akibatnya, sekarang ceritakan apa maksud perkataan mu tadi.” Aku mendesaknya, aku harus tahu detail apa yang terjadi diantara mereka.
“Aku...” Antara mau mengatakannya dan tidak.
“Apa?!” Aku melihatnya mengigit bibirnya dan menutup wajahnya.
“Aku... Aku tidur dengannya.” Dan aku reflek menginjak rem mobil, ban kami berdecit di jalan itu. Mobilku berhenti dan tanganku memegang setir dengar erat. Dia langsung tersentak ke depan, untungnya dia memakai seat beltnya.
"Kau bilang apa?"
“Kau gila berhenti tiba-tiba Guilio!? Ini di tengah jalanan!” Dia langsung berteriak padaku. Aku menatapnya dengan tak percaya.
Akan kubunuh Bova sialan itu! Berani-beraninya dia menyentuh Monica!
*******########**************
Aishhh,main bunuh-bunuhan kita, supaya tidak ada pertumpahan darah jangan lupa vote, komen, like dan hadiahnya yakkk. Bersambung besok yak hari ini 3 dulu besok lebih banyak