The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
NON POSSO VIVERE SENZA DI TE Part 35. Precious Women 2



"Jika tahu begitu tadi harusnya aku membawa sesuatu untuk Zia,..." Dia memang selalu tahu bagaimana menempatkan diri dengan sopan.


"Kau bisa membawanya lain kali. Ayolah..." Aku membuatnya masuk ke mobil dan membatalkan rencananya untuk mengajakku makan di restorannya.


"Aku sudah lama tak kerumahmu, kurasa sudah dua tahun lalu saat Natal. Natal kemarin kau tak kembali. Zia  waktu itu bertemu Ibu di restoran jadi aku memberinya salam disana."


"Iya...aku akan sering kembali sekarang."


"Ohh ya?" Dia tersenyum melirikku.


"Iya..."


"Bagus buatmu, Zia pasti senang." Aku ingin mendengarmu mengatakan kau juga senang. Tapi kau akan menertawakanku dan mengatakan aku gila. Aku tak berdaya begini dihadapan gadis yang bener-benar kusukai.


"Natal ini berbeda, ini Natal yang penuh dengan hal-hal baru." Dia pasti bicara tentang winery dan Bova.


"Jangan macam-macam dengan orang seperti Bova, kau hanya akan menemukan Raoul kedua." Dia perlu diyakinkan untuk menjauhi Bova. Kenapa Bova itu bisa mengincar Monica sebenarnya, aku perlu bicara secara pribadi dengannya.


"Aku tidak mengatakan aku jatuh cinta padanya. Aku hanya bilang aku memberinya kesempatan untuk membuktikan perkataannya. Bukan menerimanya."


"Sudahlah yang penting kau juga jangan memberinya kesempatan. Entah apa intensinya."


"Kau curiga sekali pada Bova, dia tidak seburuk itu kurasa." Dia membantahku lagi. Dia mengharapkan Bova brengse*k itu.


"Ganti topik, jangan bicarakan Bovamu itu terus. Apa bagusnya dia..."


"Dia tampan gagah..." Monica menggigit bibirnya. Dia pasti membayangkan kebersamaan mereka sekarang. Aku ingin melenyapkan Bova itu sekarang juga rasanya. Dia membuat Monica tidur dengannya! Ban*gsat!


"Aku lebih tampan darinya." Monica sekarang melihatku dan tertawa kecil. Dia sama sekali tak menganggapku! Dammit! Kenapa rasanya seperti dibanting ke dasar jurang.


"Ehmm... well, kalian berbeda, dia lebih... ehm...." Monica lagi-lagi tak mengatakan apapun mengantung perkataannnya... Sialan! Aku menekan gas lebih kencang karena marah.


"Guilio, jangan cepat-cepat! Apa masalahmu, hari ini sudah sekali kau membuat kita hampir terbunuh!"


Kau yang berusaha membunuhku! Kau tak sadar! Dio santo!(OMG)


Baiklah dia memang tak sadar! Bisakah aku menghajar seseorang saja sekarangsebagai gantinya!


"Jangan bicarakan Bovamu itu didepanku lagi."


Kami sampai ke rumah kemudian. Aku mengajaknya masuk.


"Zia, aku merindukanmu. Aku tak tahu kau mengajak makan malam. Jika aku tahu aku pasti membawakanmu sesuatu."


"Monica, apa yang kau katakan. Kau sudah lama tak makan malam disini. Ayo bantu Bibi mengaduk pasta ini dan salad ini..." Dia dan Mamma selalu cocok, dulu Mamma menjadikannya mata-mata di sekolah. Dia selalu membela Mammaku dan dengan senang hati mengatakan semuanya.


"Baik Bibi, pastanya terlihat enak. Wahh kita membuat Trapanesse  pesto..."



Trapanese Pesto Spagetti = Masakan rumahan spaggeti  Sicilian yang dibuat dengan saus tomat and almond 



Bahan 1/2 Cup Almonds


2 Garlic Cloves, Peeled & Minced


1 (14 Ounce) Can Chopped Tomatoes


1/2 Cup Sun-Dried Tomatoes (or Sun-Dried Tomato & Chili Pesto)


Red Hot Pepper Flakes


*******************************************####**************************************************


"Guilio suka yang simple-simple begini. Lebih mudah, tapi tenang saja hari ini kita punya Piedmontese (Italian Wagyu) steak di oven. Bibi siapkan saladnya dulu."


"Zio(Paman) dirumah Bibi?"


"Ini akhir pekan, dia pergi menjamu teman-temannya. Kita bertiga saja, kau dari winery bukan? Kau sudah dapat lahan Lucas, Ibumu memberitahuku kemarin dengan gembira..."


"Sudah Zia, Ibu tak sabar pamer pada Lucas, Minggu depan kami akan membawa orang memeriksa pohon anggurnya."


"Ibumu memang punya perselisihan abadi dengan Lucas itu. Tak sabar menamparnya balik..." Mereka bergosip dengan riang. Aku hanya duduk melihat mereka berdua menyiapkan makan malam.


Lihatlah bagaimana mereka cocok. Wanita-wanita yang paling kuhargai dalam hidupku.