The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 46. Ryohei Matsumoto



Masih terbayang di kepalaku pembicaraan panas itu. Gadis-gadis itu benar-benar memujanya, yang dibicarakan Mari benar-benar v*ulgar, sampai ke berapa kali dia bisa ...


Astaga, kepalaku tak bisa menghilangkan pembicaraan itu semalaman.


"Setsuko, jangan melamun." Mio duduk disampingku saat kami istirahat siang.


"Bagimana danna-mu."


"Hmm. Apanya yang bagaimana?"


"Kau berhari-hari kadang disana. Apa sudah terjadi sesuatu."


"Tidak, aku hanya pendampingnya. Tak terjadi apapun."



"Benarkah? Dengan pria semenarik itu? Semacho itu... Dan dia bisa dikatakan danna-mu." Mio tak percaya dengan ucapanku.


"Kau mungkin tak percaya, tapi dia sopan. Tak melakukan apapun yang membuatku tak nyaman. Tapi tak usah akupun wanita berpengalaman dan menyenangkan yang memujanya berderet. Dan mereka mungkin bisa dikatakan akan menyerah dengan rela padanya tanpa diperintahkan. Aku mungkin seperti temannya." Aku menceritakan apa yang kudengar dari wanita-wanita itu kemarin.


"Begitukah? Tapi dia membayar mahal untukmu?"


"Bukan dia yang membayar, Tuan Yamada yang melakukannya. Sebelumnya kami bertengkar saling menyindir, sebelum sekarang lebih baik, bahkan dia tahu aku menyukai temannya..."


"Hmmm...benar juga katamu, dia punya banyak uang dan banyak wanita." Mio diam. "Kau tidak tertarik padanya?"


"Aku? Entahlah ... aku tak yakin sekarang. Kurasa aku akan menganggapnya teman saja. Kau tahu aku takut jatuh cinta padanya. Karena itu 100% pasti akan berakhir dengan patah hati."


"Tuan Ryohei? Ohh ya dia pelanggan tetap, aku sering menemaninya minum. Dia juga orang yang baik... punya selera humor yang baik." Dia pelanggan yang loyal seperti Tuan Yamada.


Aku membantunya dalam deal perusahaan, beberapa kali dia memintaku menjadi pendamping tamu orang asing karena tamunya sudah mengenalku dengan baik dan aku bisa berbicara dengan baik ke mereka.


Dan ada kalanya dia hanya datang minum denganku. Dia pernah bilang dia senang bicara padaku karena aku mengerti semua yang dia bicarakan. Walaupun dia membawa pembicaraan tentang ekonomi Jepang atau perusahaan aku tahu yang dibicarakannya. Kurasa hubunganku dengannya selain rekan kerja juga kami teman yang baik.


"Dia bilang akan menunggumu hari ini, dia sudah memesan jadwalmu kukira."


"Ohh, begitukah. Adakah yang penting. Kurasa kemarin dia baru kembali dari USA untuk urusan bisnisnya."


"Kau tahu aku pernah berpikir dia yang akan menjadi danna pertamamu. Dia sangat baik dan loyal padamu..."


"Kami sudah jadi teman baik kurasa. Ryohei-san memang orang yang baik."


Kurasa aku tak pernah mengharapkannya menjadi danna, pria tampan umur 42 , dia adalah pelangganku yang umurnya sedikit lebih muda, biasanya yang lain diatas 50, dia sopan dan humoris. Dan kurasa dengan Ryohei-san aku selalu menikmati waktuku dan sudah tak terhitung menjadi pendamping bisnisnya di luar ochaya selama waktu dua tahun ini.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Aku memang menjumpainya kemudian petang kemudian.


"Ryohei-san, aku sudah lama tak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu...." Dia bicara padaku secara pribadi, bukan sekali dua kali kami hanya minum dan mengobrol berdua begini.


"Aku baik. Aku banyak hal yang harus dibereskan Setsuko, baru empat hari ini aku di Kyoto lagi. Belakangan aku banyak di Tokyo." Kami bicara hal umum kemudian saat aku menyajikan makan malam untuknya dan kemudian menemaninya minum.