The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILL ME Part 78. Escaping Plan



POV  Kate


Aku harus mengambil kesempatan, biarpun aku mungkin terluka, aku harus memastikan aku serius dengan  satu juta itu. Penculik Russia itu tidak akan tergoda tentu saja, tapi tujuanku bukan orang Rusia itu  tapi sang pria Mexican itu. Dia pasti akan mengambil satu juta dollarku, orang Rusia itu tak membayarnya sebesar itu.


“Sir, berapa mereka membayarmu, aku akan membayarmu lebih. Aku akan memberimu satu juta dollar. Lepaskan aku  kumohon, jika kau mau bekerja di Amerika pun aku bisa mengusahakan jalannya. Pacarku pemilik banyak perusahaan, dan kau pasti bisa hidup tenang jika kau  mau membebaskanku.” Aku bicara  dengan keras saat  dia membawaku kembali ke kamar. Sebenarnya aku bicara bukan untuknya


“Tutup mulutmu perempuan!” Sebuah tamparan keras membuat bibirku  panas dan kebas! Aku terjengkang ke belakang, itu sakit, tapi akan kubayar sekarang daripada kubayar nanti. Aku bangkit melawannya lagi.


“Kau Rusia bangsat, aku agen FBI, pacarku gangster Cosa Nostra, keluarga Garcia, punya banyak mata-mata di perbatasan, dia akan menemukanmu dan membutuhmu di perbatasan Mexico, kau pikir kau aman, jika sampai perbatasan, kupikir aku tak tahu rencanamu membawaku ke perbatasan. Russia gila, kau akan mati, temanmu masuk ke US dan tertangkap, tapi kau menculikku sebagai pengganti, ....” Aku mau bicara lagi sebuah tamparan yang lebih keras membuatku terpelanting lagi ke belakang, sekarang dia  datang dan mencekik leherku.


“Kau berani bicara lagi aku patahkan satu jarimu, kau mau tahu bagaimana rasanya? Aku memang tak bisa membunuhmu tapi aku sangat senang menyiksamu. Kau mengerti?” Dia memegang rahangku dengan keras, matanya menyiratkan dia tak keberatan melakukan ancamannya sekarang juga, lebih baik aku mundur sekarang. Aku yakin pria itu sudah menerima pesanku. Tapi orang Rusia ini pasti tidak bodoh juga, apa dia menyadari aku sedang mengusahakan sesuatu.


Pria Rusia yang marah itu membuat tindakan, sebuah selotip hitam di meja dan menempelkannya pada mulutku. Mencegahku untuk  bicara lagi. Sangat efektif.


“Sekarang diamlah. Atau kau akan merasakan  sesuatu yang tidak menyenangkan...” Dia mendorongku ke ranjangku.


“Kau! Berikan ponselmu.” Tiba-tiba dia berkata kepada teman penculiknya. Aku lemas, pupus sudah upayaku untuk mengusahakan agar dia memberikan pesan ke FBI. Penculik ini terlalu pintar menangkap maksud perkataanku.


“Ponsel? Kenapa aku harus memberimu ponselku...”


“Kau dengar bangsat, jika kau mencoba macam-macam denganku, aku akan membunuhmu dan wanita ini lalu melewati perbatasan sendirian dengan jalan kaki. Lewatkan kami diperbatasan dan kau hidup, hanya itu yang kujamin sekarang, jadi apa kau  masih sayang nyawamu?” Dia tak berpura-pura mengancam. Dia akan membunuh kami semua jika dia tidak bisa  melewati perbatasan dengan aman, dan dia akan menyeberang perbatasan dengan berjalan kaki sebagai lone ranger sendiri.


“Baik-baik, tenang bro, kau dapatkan ponselku.” Ancaman orang Rusia yang tak kutahu namanya itu membuahkan hasil. Dia menyerahkan ponselnya dan aku sekarang kehilangan harapan untuk membuatnya mengirim text-ke 911. Tapi seharusnya aku tak menyerah sekarang, mungkin dia pintar bisa menitipkan pesan nanti.


“Bagus, aku tak segan-segan menghabisimu jika kau berkhianat padaku ingat.” Ayolah kau tahu kau hanya harus mengirim pesan ke 911, lakukan dengan cara lain, titipkan pesan ke siapa saja, tolonglah Senor,  aku hanya bisa melihatnya dengan memelas, setelah aku mengeluarkan semua amunisiku.


“Kita jalan sekarang...Awas kau membuat  keributan di dalam aku patahkan jarimu gadis cantik.” Aku akan masuk bagasi dingin itu lagi dan menjadi  kram lagi. Dia menyeretku ke bagasi mobil sekarang. Tak butuh lama kami berjalan meninggalkan rumah itu. Berjam-jam rasanya bagai di neraka, rasanya aku ingin menangis dikurung berjam-jam di bagasi itu.


“Toilet...” Aku terhuyung saat mereka mengeluarkanku, kelaparan, kram, aku tersuruk karena semua badanku kaku. Tapi dia memborgolku ke sebuah kamar kecil berdebu lagi, kali ini nampak seperti gudang. Tak lama dia melempatkan burger dan minuman untukku, menjagaku tetap hidup tentu saja.


Tak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara pria Mexican itu berbicara.


“Sir, aku harus menelepon temanku, istriku akan bertanya kenapa dia tidak bisa menghubungiku Pinjamkan aku teleponku, dua menit saja, aku hanya akan menelepon istriku, mengabarkan aku baik-baik  saja. Dia akan bertanya-tanya kenapa aku tak  meneleponnya dari semalam Tuan. Setelah itu aku hanya perlu ponselku untuk membantuku melewati perbatasan. Cuma itu saja Tuan, lima menit menelepon istriku, aku tak akan berusaha mengkhianati Anda. Aku bisa menjamin itu...”


Diam tak ada  suara. Mungkin dia mempertimbangkan.


“Aku akan memperlihatkan kepada Anda siapa yang saya telepon. Hanya dua menit,  setelah itu Anda bisa mengambil ponsel saya lagi dan mematikannya. Jika dia tidak mendengar  kabar saya dia akan khawatir dan mencari kabar keseluruh teman-teman saya, saya mohon ijinkan saya menelepon sebentar saja.”


“Lima menit, aku ingin melihat siapa yang kau telepon.”  Akhirnya pria itu memberikan persetujuannya untuk menelepon kembali.


“Baik, dia istriku. Anda bisa melihat nomor kontak dan gambarnya tentu saja...”


Aku tak tahu apa yang akan terjadi, apa dia bersedia membantuku, sampai kemudian kudengar pembicaraannya pendeknya yang sedikit-sedikit kumengerti.


“Bagaimana anak-anak....” Diam sebentar.


“Maria, aku di Alabama, kau tahu hadiah yang mereka tawarkan untuk perempuan itu. Bilang ke Juanito aku menyelundupkan perempuan itu sekarang telepon 911 aku bersama penculiknya aku akan dibunuh jika dia tahu  aku bicara apa...” Astaga dia menyuruh  istrinya menelepon temannya. Bagaimana istrinya bisa tahu, apa Nathan tahu aku menuju ke Mexico. Tampaknya pria  itu  tak tahu Spanish.


"Sudah kau sudah menelepon, cepat putuskan sekarang," sekarang orang Rusia itu membentaknya  dalam bahasa Inggris.


"Baiklah, sampai jumpa besok Maria, ingat telepon temanku, dua juta menunggu." Dia ternyata aman, sambungan telepon yang tidak sampai satu menit itu nampaknya bisa menyelamatkanku. Nathan aku mencintaimu, kau memang  mafia Spanyol nomor wahid, dan  agen ganda .


Pasti dia yang menyebarkan sayembara, entah bagaimana mereka tahu aku menuju perbatasan  Mexico! Artinya mungkin pesanku akan sampai ke orang yang tepat!? Ya Tuhan tolong aku sekarang... Biarkan ini berhasil