
Sementara itu di Gion, selasa siang...
"Boss, ada beberapa orang mencurigakan datang ke Gion." Takeru menerima telepon dari pengawas yang menjaga daerah Gion.
"Apa maksudmu..." Dia sedang menikmati sarapan di dekat rumah yang mereka sewa di Gion yang tak jauh dari tempat Setsuko.
"Aku melihat dua minivan berisi delapan orang menurunkan penumpang. Mereka nampaknya menuju rumah Nona Setsuko."
"Aku segera kesana! Kumpulkan teman-temanmu!" Takeru bergegas, ini pasti orang Inagawa sialan itu lagi. Apa mereka belum kapok dia mematahkan gigi mereka.
"Semuanya bawa wakizashi(samurai pendek) kalian. Ada yang mengacau di rumah pacar boss." Ada tiga orang lainnya bersamanya. Dua orang lagi mengawasi keadaan di sekitar rumah Setsuko san. Setsuko dan Bibinya mengerti mereka sedang dikawal sekarang, kadang orang-orang Hisao duduk beristirahat di okiya mereka.
Sementara orang-orang itu sudah sampai ke depan pintu okiya. Dan mulai mengedor pintu depan dengan tidak ramah.
Bibi Setsuko yang tahu keadaan agak panas sekarang yang menghadapi berandalan ini. Dia berdiri dengan tenang di depan pintu okiya-nya.
"Selamat siang, Tuan apa yang bisa saya bantu."
"Saya ingin menagih uang perlindungan keamanan kesini, boss kami mengatakan kau akan membayar kami."
"Uang perlindungan keamanan. Kami sudah membayar ke Tuan Satoru, mungkin saya bisa menelepon mereka biar Tuan bisa menanyakannya."
"Ini berbeda dari Satoru yang kau katakan ini, ini buat Iwamura. Jangan banyak alasan bayar 500.000 sekarang."
"500.000? Banyak sekali?" Bibi Setsuko hanya ingin mengulur waktu hingga Tuan Takeru datang
"Cepat bayar, aku tak tahu kau punya hutang apa ke boss, pokoknya kau harus bayar sekarang!"
"Jangan banyak alasan Nyonya! Aku obrak-abrik tempatmu nanti!"
"Kalian berani!Kuadukan ke polisi kalian sekarang!?" Rupanya Bibi Setsuko juga tidak takut. Dia sudah dipesankan Tuan Takeru agar mengancam balik dan tidak memberikan apapun.
"Kau lagi! Kau tak jera rupanya. Gigimu sudah tumbuh lagi?" Orang itu langsung melihat ke belakang dan mundur selangkah. Dia tak berpikir Takeru masih ada disini.
"Baik-baik kami pergi."
"Sekali lagi kalian datang aku akan menangkap kalian dan menyerahkan kalian ke polisi. Kujamin lain kali gigi depanmu itu tak ada sisa!" Menangani pemerasan seperti ini tak sulit, adukan ke polisi semua dari mereka masuk penjara. Yang sulit adalah menghadapi pengancamannya dan jika mereka sudah berniat melukai orang.
"Baik-baik kami pergi." Dan mereka langsung pergi, tanpa berani membantah Takeru. Delapan orang itu langsung pergi dengan tatapan benci orang-orang disekelingnya.
"Nyonya Takahashi saya minta maaf, dalam beberapa hari ini Tuan Hisao akan segera menyelesaikan masalah ini. Dan tenang saja kami akan tetap berada di sekitar sini."
"Baik Takeru-kun, tenang saja bukan sekali dua kali aku menghadapi hal ini. Aku yang harus berterima-kasih padamu dan orang-orangmu. Bagaimana jika begini saja, sarapanlah bersama kami didalam, kalian jauh dari rumah. Biarkan kami yang menjamu kalian dengan sedikit masakan rumahan."
"Nyonya, aku merepotkanmu. Aku tak berani, tenang saja, sarapan banyak di sekitar ini tugas kami."
"Takeru-san, ayolah bawa yang lain ke dalam. Tak ada yang direpotkan disini." Sekarang Setsuko keluar sendiri mempersihlahkan mereka. Mereka ini pekerjaannya mungkin seperti Ayahnya dimasa lalu, bertugas mengawal seseorang. Dia merasa entah bagaimana dia seperti melihat Ayahnya di masa lalu.
"Ayo masuk, jangan menolak."
"Baik jika begitu. Saya dan yang lain akan merepotkan."
Dan Takeru segera melapor ke Hisao bahwa orang Inagawa mulai membuat ulah di Gion. Hisao yang melihat laporannya mengertakkan gigi, dia akan membuat Masaharu membayar mahal untuk ini, tak diragukan. Orang ini sudah cukup membuat kesabarannya habis.