
Aku tak mendengar kabar apapun dalam beberapa hari kemudian. Kurasa setelah lima juta itu keluar, seperti kata Nathan dia akan berusaha tak melibatkanku lagi dalam bahaya. Orangnya yang akan berkomunikasi dengan Arthur Kulkov.
Tapi itu bukan urusanku lagi. Dan aku percaya juga bukan urusan Tyson Callaway. Aku tak menghiraukannya beberapa kali dia menelepon. Nathan adalah agen pemerintah yang beroperasi secara rahasia. Di luarnya dia seperti mafia dan penjahat, tapi kenyataannya dia bekerja sama dengan pemerintah. Jika Tyson Callaway tidak menjauh dari persoalan ini kariernya akan berakhir dengan tragis.
"Apa kau punya informasi untukku?" Rupanya dia masih berusaha menggali informasi beberapa hari kemudian.
"Sudah kukatakan aku tak mau terlibat apapun lagi soal kasus orang Rusia itu, apa yang kau inginkan sebenarnya."
"Aku ingin memberimu uang jika kau bisa memberikanku informasi."
"Jawabanku jelas jika begitu, aku tak punya informasi apapun untukmu. Aku sibuk, jangan meneleponku lagi. Aku ingin hidup tenang sebagai auditor dan tak mau terlibat mafia Rusia."
Apa dia puas soal itu, aku menebak menurut pengetahuanku selama ini, kurasa tidak. Tapi sekali lagi aku tak perduli padanya. Dia mau bertanya bagaimanapun jawabanku adalah tidak tahu
"Kalian akan melepaskan Dimitroff itu?" Aku penasaran dan bertanya kepada Nathan bagaimana nasib anak pejabat penting Rusia itu.
"Bayarannya akan besar, untuk orang sepenting itu aku akan meminta dua tiga orang sebagai penukar dan negosiasi akan berjalan alot dan panjang, tak mungkin pemerintah federal melepaskannya dengan mudah..." Seperti yang kuduga, pertaruhannya sangat besar anak orang penting di jajaran pemerintah itu mungkin berarti dua sampai tiga orang dan mereka menangkap dua agen.
Dua minggu kemudian aku akhirnya menerima telepon dari Mr. Reed.
"Kate, pak barangmu. Kau dipanggil kembali ke NY..." Akhirnya kesempatanku untuk bisa kembali ke NY datang juga.
"Sir, kau sudah jadi Kepala Divisi." Aku belum tahu karena belum menerima kabar apapun.
"Tentu saja, sebenarnya sudah dua minggu yang lalu secara resmi. Aku ada tugas langsung untukmu begitu kau siap bekerja. Tapi banyak yang harus dibereskan dalam pemindahan. Aku sudah menandatangani surat pengangkatanmu..." Itu bertepatan dengan kedatangan Tyson dua minggu lalu ternyata.
"Tyson Callaway sudah tahu Sir?" Aku harap belum, seridaknya aku punya elemen kejutan untuk muncul didepannya dan membuatnya bungkam dengan kesombongannya itu.
"Belum, dia hanya tahu aku membuat keputusan membebas tugaskan kau dari kasus Garcia Int. Apa yang ingin kau lakukan, kau ingin aku memberitahunya atau kau ingin memberi kejutan padanya setelah kepulanganmu?"
"Aku ingin memberi kejutan padanya." Aku tersenyum lebar sekarang, akhirnya tiba saatnya aku berdiri sejajar dengan orang yang merasa dirinya adalah orang atas itu.
"Aku tahu kau akan mengatakan itu, kembalilah dan akan kusiapkan tag ruanganmu di mejaku saat kau kembali. Ini pasti akan epic..." Mr. Reed tahu apa yang kupikirkan.
"Terima kasih Sir."
Dan akhirnya aku kembali ke NY dua minggu kemudian, karena semua di Garcia telah kusiapkan dan kukembalikan ke pengantiku. Aku memberi tahu Nathan bahwa aku sudah akan dikembalikan ke NY.
"Kita akan bertemu di NY jika begitu, aku merindukanmu. Kita sangat jarang bisa bertemu beberapa bulan ini, rasanya ini menyiksa sekali..."
"Aku juga merindukanmu." Akhirnya kami bisa bertemu lebih sering setelah sebulan ini hanya dua kali bisa bertemu karena berjauhan dia ternyata menetapkan kantor baru disana karena ada bisnis baru di NY dan lebih mudah mencapai Eropa dan Asia yang berkaitan dengan pekerjaan rahasianya melalui pantai timur tentu saja.
"Semoga akhir pekan segera datang, sudah tak sabar untuk melihatmu lagi..." Dia tertawa kecil diujung sana.
"Aku tak akan kemana-mana Kate sayang. Aku sudah bilang padamu, aku hanya menyukai orang yang kukenal dan tidak akan kemana-mana...."
"Tapi jika kau ditinggal terlalu lama, ... Nanti ada yang menggodamu." Dia terlalu tampan untuk tidak digoda.
"Aku ini menyeramkan, tak ada yang punya keberanian menggodaku kecuali agen rahasia..."
"Kau menyindirku bukan..." Dia tertawa renyah.
"Ehmm baiklah,..."
Dan akhirnya pun aku kembali ke NY, melihatnya kali ini setelah tiga minggu kami tak bertemu. Aku melihatnya di pintu keluar, dia benar-benar menjemputku sore itu. Dia meluangkan waktu hanya untuk menjemputku.
"Hai tampan." Aku ingin berlari ke pelukanya tapi koper yang kubawa cukup besar, aku berjalan sambil tangannya yang hangat sambil membawa koperku. Dia tersenyum dengan sapaan hangatku. Dia tidak menjawabnya hanya memelukku erat dan mencium pipiku. Membuatku merasa dia benar-benar merindukanku. Aku merindukan ada di pelukannya.
"Aku merindukanmu, kau kembali sekarang. Lima jam perjalanan itu kadang terasa sangat jauh dan lama." Dia berbisik padaku, manis sekali, aku rasa aku tak perlu meragukan apapun darinya. Benar pekerjaannya membuat dia tak akan membawa orang asing ke lingkungannya.
"Aku kembali..." Dia mengandeng tanganku setelah mengambil alih koperku.
"Kita pergi makan malam?" Aku mengangguk. "Kapan kau masuk kerja?"
"Selasa, aku perlu membereskan sewa apartment baruku. Apartment yang lama sudah kulepas."
"Aku akan membantumu besok membereskannya, tapi malam ini kau tinggal bersamaku." Aku tersenyum dan mengamit tangannya.
"Bagaimana kasus Arthur Kulkov kau sudah meyelesaikannya?" Aku bertanya padanya ketika kami sudah berdua saja sekarang di mobil, sementara pengawalnya hanya mengikuti kami secara tak kentara dengan baju sipil dan kendaraan berbeda.
"Ohh sudah, aku sudah cuci tangan dan membersihkan diriku."
"Ohh bagaimana caranya?"
"Gampang, aku tinggal mengatakan padanya aku tak tahu apapun dan sudah menyerahkannya ke pemerintah federal, uang lima juta itu sebagai hukuman telah mengganguku. Dia tahu cara satu-satunya untuk mendapatkan sepupunya itu adalah dengan tawar menawar dengan pemerintah federal US, aku tak punya urusan lagi dengannya..."
"Ohh, ..." Benar juga, dia harus menjaga reputasinya sebagai pebisnis dan gelar mafia jahatnya.
"Jadi itu sudah beres, kita tak kan dikejar oleh agen KGB lagi?"
"Tak ada gunanya mereka mengejarku. Sudahlah tak usah membicarakan pekerjaan, ohh ya apa mantan temanmu itu masih menggangumu."
"Maksudmu Callaway, tidak, kurasa bayaran dia hanya menyelidiki sampai ke insiden di Chicago, setelahnya dia tak bisa melakukan apapun lagi."
"Kau benar, apa yang bisa dilakukannya dengan koneksi yang hanya Ayahnya itu. Tapi jika dia menganggumu lagi, akan kupastikan dia menerima pelajarannya disini."
"Aku sangat senang punya pembela..."
"Aku akan selalu membelamu." Sebuah ciuman dan pelukan yang memiliki mengapaiku dengan segera.
"Nath..." Aku memanas dalam ciumannya, dia mengunciku dalam pelukannya.
"Kadang aku sangat merindukanmu, sudahkah kukatakan itu padamu..."
"Aku di sisimu sekarang." Sekarang aku tak sabar berdua dengannya lagi. Malam ini aku akan berada di pelukannya semalaman.
\=\=\=\=\=\=\=\=