
Kau berhasil?" Louis yang tampan dan murah senyum muncul didepanku. Saat aku sudah menyiapkan semua laporanku sore itu. Nilai kerugian sudah selesai di jumlahkan.
"Hmm... Tentu aku berhasil dengan bukti meyakinkan. Kau mau lihat." Aku menyodorkan bundel asli padanya saat dia duduk didepan mejaku.
"Ini jumlah totalnya? Siapa yang kau ancam untuk memperoleh ini?"
"Nona Darcy yang cantik itu tentu saja. Tinggal ikuti siapa pemegang uang terakhir lagipula siapapun bisa melihat betapa makmurnya Darcy itu. Siapa lagi, bahkan kau dengan cepat bisa menemukan siapa yang harus diciduk disana hanya dengan mengira-ngira. Itu semacam rahasia umum..."
"Kau selain suka menganiaya orang, juga tukang mengancam nomor wahid?" Aku meringis lebar sekarang mendengar pertanyaan Louis.
"Kata siapa aku menganiaya orang?"
"Kau memuntir tangan Enrique, Oliver yang mengatakan padaku."
"Itu karana dia berani mencoba merangkulku. Dia main tangan aku juga akan main tangan. Siapapun akan melakukan hal yang sama." Dia melihatku dengan penasaran sekarang.
"Apa background bela dirimu cantik. Aku tak menyangka tukang hitung angka sepertimu bisa memukul orang." Sekarang aku tertawa.
"Krav Maga dan Jiujitsu. Aku tinggal di Brooklyn. Lingkunganku tidak begitu bagus, dari remaja aku mengikuti Jui jitsu, ada seorang teman mengajariku."
"Mau latihan bersamaku nanti..." Aku melihatnya.
"Kau bisa beladiri?" Memang dia atletis, tapi aku tak pernah melihatnya berkelahi tentu saja.
"Tentu saja, aku di berlatih boxing dan muaythai."
"Hmmm.... belakangan aku sudah melupakan latihanku."
"Gym kita?" Rupanya ada gym martial art dalam pemilikan Nathan. Ini pasti group usaha lain yang terpisah. Group lain yang kucari.
"Dalam group ini ada martial art gym, ...." Dia berpikir sebentar. "Ohh ya tak masuk di group ini, tapi kami punya martial art gym di Madison Avenue, ada beberapa cabang juga, sudah lama kami punya ini, kau bisa berlatih disana, aku akan memberimu membershipnya. Jumat malam bagaimana?"
"Gym martial art..." Mungkin aku bisa mendekati mereka dengan ikut Louis. "Baiklah, aku ikut,..." Louis tersenyum senang.
"Oke, soal Enrique bawa saja hasilmu ke Alan seperti biasa, dia akan mengurusnya ke Nathan, dia masih belum kembali, tapi Senin dia akan masuk kantor. Kita bertemu besok Sabtu siang oke, kuberikan alamatnya untukmu. Jam 11?"
"Oke."
\=\=\=\=\=\=\=\=🌻🌻🌻🌻🌻\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku memasuki gym besar di Madison Avenue itu. Terlalu banyak testosteron beredar di wilayah ini, gym itu cukup ramai banyak yang berlatih, ada beberapa perempuan juga. Louis bilang dia akan segera sampai, aku sudah didaftarkan olehnya dan bisa mengambil kartu member di reception.
"Hi, aku Natalie Davis, aku didaftarkan oleh Tuan Louis Allen, dia bilang aku bisa ke sini dan mengambil kelas Krav Maga atau Jujitsu."
"Ahhh ya boss memberitahuku kau di masukkan member khusus oleh Tuan Louis disini. Kau masuk penilaian kelas dulu..."
"Kau di level apa?"
"Aku tak yakin, aku sudah lama tak latihan mungkin aku minta penilaian saja, mungkin aku intermediate belt abu-abu tapi aku tak yakin..."
"Ohh baiklah jika begitu." Dia mencari seseorang. "Alex!" Seorang instruktur nampaknya. "Bisa lakukan penilaian ke Nona ini." Seorang dengan belt hitam 4 garis datang. Dia di level Advance setidaknya dia sudah 5 tahun mendalami Jiu jitsu cukup tinggi.