
Aku masih tertahan di LA untuk saat ini. Dalam dua bulan ini aku nyaman, aman dan sentosa di LA. Dan banyak hal yang perlu kubereskan sekarang, aku sibuk di pekerjaan kantor dan bekerja dengan tenang menunggu penarikanku dan sistem bekerja,menunggu proses Mr. Reed naik menjadi Kepala Divisi. Tyson Callaway tidak mengindahkan permintaan penarikanku, aku tahu mungkin dia suka melihatku tersiksa tanpa harapan disini.
“Sir Callaway, tak bisakah aku kembali saja ke NY? Tidak ada yang bisa kutemukan disini, kenapa kau menahanku di sini...”
“Tidak, kau tetap disana. Aku sibuk, lebih baik kau berusaha menemukan sesuatu untukku, itu akan lebih baik.” Dia tetap membenturkanku pada tembok, mungkin memperlihatkan balasan karena aku menolak makan malam dengannya. Dia pikir dia bisa memeliharaku sebagai gundik atau semacamnya mungkin.
“Kau marah padaku?” Aku harus menahan tawaku dalam telepon itu. Tapi coba tebak kenapa aku senang memohon padanya. Untuk memberikannya kejutan pada saatnya. Agar efeknya lebih dramatis, kurasa aku menelepon dan memohon kepadanya hanya untuk hiburan di waktu senggang.
“Marah? Marah kenapa?” Dia tentu saja mengelak, dasar pengecut, memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keinginannya.
“Soal aku tak ingin makan malam, kita teman sebelumnya, kemana pacarmu yang kau bilang sedang menemui seseorang itu?” Aku menunggu responnya sebagai hiburan saja.
“Sedang ada masalah....” Tiba-tiba sekarang dia kelepasan menjadi lembek, berharap mungkin aku akan mendengarkan ceritanya. Tentu saja aku mendengarkan. Tapi selama ini dia tidak curiga aku yang menyebabkan kekalahan Ayahnya. Pun nanti jika aku naik pangkat aku bisa berlindung dalam rekomendasi Sir Reed, jadi tidak aku tidak akan takut bersaing dengannya kemudian, malah bisa membuktikan aku berkali-kali lebih baik darinya.
“Ohh ternyata begitu. Semua hubungan ada turun naiknya kurasa.” Merendah saja didepannya aku tak berniat menjadi sombong. Lagipula dia hanya mengirim assisten sekarang, tidak mengirimkan pengintaian lagi. Aku tak terlalu memperdulikan assisten yang ditaruhnya itu.
Hubungan jarak jauh ini menyiksa sebenarnya tapi aku akan bersabar saja dengan semuanya, Sir Reed mengatakan padaku paling lambat dua bulan lagi dia sudah menempati posisinya.
“Nathalie, ada seseorang mencarimu di reception lobby bawah. Dia bilang dari SolvingFast Softwere, Dia mengaku bernama Alexander Dunov. SolvingFast adalah anak perusahaan kami yang menerima aliran investasi Garcia Inc, tapi siapa Alexander Dunov, seperti nama Rusia, aku tak punya janji apapun pertemuan dengan SolvingFast. Aku agak takut jika menyangkut dengan orang Rusia, masih terbayang aku dikejar oleh mereka beberapa bulan yang lalu.
Aku menelepon seseorang di SolvingFast untuk memastikan.
“Joanna, apa kau mengirim seseorang untuk bertemu denganku?” Aku menelepon kepala keuangannya. Aku kebanyakan berurusan dengannya.
“Mengirim seseorang? Aku yakin tidak, kenapa aku harus mengirimkan seseorang?” Sekarang aku langsung berdebar. Dia tidak mengirim seseorang, jadi siapa ini. Mungkinkah seorang melacakku setelah kejadian berbulan-bulan ini tidak ada apa-apa? Sudah lebih dari sebulan dari kejadian itu.
Apa yang harus kulakukan. Lebih baik aku menelepon Nathan.
“Nathan, aku punya seseorang di list tamuku, Alexander Dunov,dia dikirim oleh SolvingFast, tapi orang SolvingFast bilang mereka tidak mengirimkannya. Aku takut ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin? Mungkin dia berhasil melacakku.”
“Menangkapnya? Dalam kantor? Bagaimana bisa?”
“Kau tahu kau bisa. Tahan dia melalui regulasi ATAC , jika kau mencurigainya, lagipula Alan dan Sean sudah tahu siapa kau. Bilang Sean untuk membantumu menahan dia segera, serahkan ke ATAC Coordinator, kau bisa menahannya tanpa keterangan, dia akan diurus dengan baik disana. Kuberikan padamu call center ATAC.” Aku lupa siapa dia kadang. Dia lebih tahu bagaimana menangani ******* menurut sistem di negara ini.
*ATAC = Anti-Terrorism Advisory Council.Semacam agency untuk menangani ancaman teroris dari laporan sipil. Punya 24/7 unit reaksi cepat di setiap negara bagian.
“Baiklah.” Aku menelepon Sean, yang untungnya saat itu berada di kantor. Dia langsung tanggap terhadap permintaanku. Kami langsung berjanji bertemu di lobby. Turun ke lobby, Sean sudah membawa orangnya tapi tak terlihat karena dua orang ini berpakaian sipil. Lobby besar di lantai 20, lantai terbawah gedung yang kami miliki ini.
“Tiga orang ini akan menutup pintu masuk. Aku akan berjalan bersama denganmu.” Karena terlibat dengan Nathan aku harus mengalami semua episode ini.
“Baik.” Yang kami lakukan adalah mendapatkannya dulu, menahannya sehingga dia tidak bisa lari, baru menyerahkannya kepada yang bisa mengurusnya secara khusus. Sean memberi tanda ke tiga orang itu untuk berjalan mendahului kami, dalam tiga puluh detik kemudian aku keluar duluan bertanya kepada reception dimana orang yang bernama Alexander Dunov itu. Ada banyak yang menunggu di lobby itu. Reception dengan lima orang di meja besar itu terlihat cukup sibuk, dari pengantar makanan, paket, tamu, pengantar surat, tamu-tamu yang menunggu naik, kurasa ada pelamar kerja juga.
Seorang pria, anak muda, rambutnya panjang, hitam afro!Urakan, sepertinya gelandangan, mungkin hanya seumur anak SMA ditunjuk oleh reception. Aku melihat pada Sean, dia juga tak mengerti bagaimana anak muda itu bisa bernama Alexander Dunov.
“Kau Alexander Dunov?!” Aku berhenti didepannya. Dia berdiri...
“Kau Nathalie Davis Mam?”
“Iya...”
“Sebenarnya aku cuma disuruh mengaku bernama Alexander Dunov oleh seseorang wanita, dia memberiku 300 dollar, untuk memberimu ini.” Sebuah amplop coklat diangsurkan padaku. Aku berpandangan dengan binggung dengan Sean. Berhati-hati kami membuka amplop itu. Tampaknya tidak ada serbuk racun atau apapun. Hanya secarik kertas...
“I see you now!” Aku langsung melihat sekelilingku.
*** Aku melihatmu sekarang!
\==============
Mak absensi 1 part dulu hari ini yaaa