The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 70. Kimiko Yamasaki 4



"Tak apa Hisao San, aku yang minta maaf menganggumu. Aku kebetulan membuat cheese cake, kupikir mungkin kau akan suka. Jadi aku membawakan untukmu." Gadis itu tersenyum manis, kata Hisao umurnya hanya berbeda setahun lebih muda dariku.


"Ohhh Cheesecake, kau repot sekali. Ini terlalu berlebihan."


"Tak apa, aku membuat beberapa loyang, itu hanya loyang kecil. Mendapatkan orang lain menyukai kue yang aku buat itu menyenangkan. Kau bisa melihat istagramku, aku banyak memperlihatkan makanan yang sering kubuat." Nampaknya dia sedang mengiklankan dirinya sebagai calon Ibu rumah tangga yang baik kepada Hisao.


"Ahh begitu, bagus untukmu. Nampaknya kau sangat terampil dalam memasak."


"Ahh saya hanya sedikit belajar dengan Ibu, menjadi hobby yang menyenangkan kemudian." Nanao yang mengantarkan teh untuk tamu melihatku mengintip, dia meringis padaku, sementara aku menyuruhnya tanpa bicara untuk ke depan.


"Nona itu sering datang, setiap datang dia membawa makanan. Aku suka dia datang, Tuan selalu menyuruh aku dan pengawal menghabiskan makanannya." Nanao terkikik kecil bersamaku.


"Benarkah?"


"Gadis itu tak tahu malu, Tuan tak pernah menanggapi tapi dia, tapi dia terus menerus datang kesini."


"Benarkah."


"Hmm, aku mengantar ini dulu Setsuko-san." Nanao pergi dengan cepat ke depan.


Nanao masuk dan menghidangkan teh untuk tamu.


"Ada seseorang yang sangat menyukai chese cake ini disini. Dia pasti menyukai ini..."


"Ohhh, Ibu Hisao-san sedang ada disini?"


"Bukan. Ibu jarang ke sini."


"Nanao, panggilkan Nona."


"Ohhh adikmu sedang disini?"


"Bukan, kau semalam bertemu dia. Dia tentu saja masih disini bersamaku dirumah." Sekarang mukanya berubah begitu dia sadar siapa yang disebutkan Hisao.


"Nona." Nanao memanggilku begitu dia selesai menutup pintu.


"Aku tahu." Aku menunggu sebentar sebelum keluar. Aku hanya memakai jumpsuit longgar melewati lutut dan baju lengan panjang. Kurasa ini cukup sopan untuk menemui tamu.


"Hisao-san kau memanggilku? Ahh...Nona Kimiko, tak disangka kita bertemu lagi." Aku sedikit membungkuk dan memberi salam padanya dengan sopan.


"Hanii... (ハニイhoney in Katakana) kemarilah, Kimiko-san membawakan cheese cake untuk kita. Kau pasti menyukainya. Dia sangat pandai membuat kue, cheese cake ini pasti sangat enak." Dia langsung memanggilku honey didepan Kimiko.


"Ahh benarkah, cheese cake, Nona Kimiko, terima kasih sekali. Aku sangat menyukai cheese cake..."Dia memaksakan dirinya untuk tersenyum aku tahu. Tapi ini akan menjadi pelajaran untuknya agar tak datang kesini lagi dan anggap saja ini cuci mata terakhir untuknya.


"Aku senang kau menyukainya." Dia terpaksa membalasku sekarang. "Setsuko-san, kenapa aku merasa aku pernah melihatmu. Apakah kita pernah bertemu...."


"Ahhh setiap kali orang baru bertemu dengan Setsuko-san selalu kata itu yang terucap." Hisao tertawa dan merangkulku didepan Kimiko. Aku pura-pura malu. "Mungkin kau pernah melihatnya di sebuah iklan pariwisata, atau mungkin sebuah iklan perusahaan, mukanya banyak bertebaran."


"Ahhh ternyata begitu. Rupanya Setsuko-san ini orang terkenal." Sekarang dia tahu sedikit tentang aku.


"Tidak Kimiko-san, aku hanya sedikit beruntung bisa bekerja dengan banyak orang." Dia pasti menyangka aku semacam model atau semacamnya. Setelah itu dia tidak bertanya lagi.


"Rupanya kalian sudah tinggal bersama." Sekarang dia membuat asumsi sendiri sekaligus menyelidiki.


"Ahh iya, baru belakangan, terakhir kau kesini dia belum tinggal disini." Sekarang Hisao dengan senang hati mengiyakannya. "Kau bahagia disini sayang, ..." Hisao merangkulku tambah erat sekarang.