The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 43. Gianni Counsel 5



“Kau tahu, jangan dengarkan satu katapun dari wanita ular itu. Fabri memilihmu,  dia mau membeli anakku? Aku sendiri yang akan menamparnya lain kali jika dia berani muncul. Dasar wanita tak tahu malu.” Zia Isabella Mama Bova menyemangatiku sekarang. Aku tersenyum padanya.


“Semua keluarga Gianni itu memang jahat, bahkan putrinya pun terbiasa melihat dirinya seperti Ratu. Jika wanita seperti itu masuk keluarga kita, dia akan merendahkan kita  dengan kekayaannya. Mau membeli Bova katanya, aku sangat tersinggung sekarang. Berani-beraninya dia mengatakan akan membeli Bova  Isabella. Vittorio harus tahu ini, biar dia tahu seperti apa perilaku keluarga Gianni itu.” Zia Angeli juga nampaknya masih emosi.


“Bibi-bibi sudah jangan emosi, tak ada gunanya kalian emosi dengan ular betina itu. Dia sudah terbiasa hidup begitu, menganggap orang lain pelayannya. Nampaknya dia hanya memandang orang berdasarkan berapa peringkatnya di majalah Forbes. Aku sudah cukup bangga akan diriku sendiri, kata-kata penghancur seperti itu hanya tanda dia tidak punya kemanusiaan. Anak manja yang hanya tahu dirinya  adalah Ratu seumur hidupnya.” Dia memang terbiasa menjadi Ratu, nama keluarganya sudah cukup menjadi jaminan.


“Kau benar, dia akan melihat peringkatmu di majalah Forbes untuk menentukan bisa tidaknya dia masuk ke lingkaran pertemanannya. Gadis itu sangat kasar. Aku tak habis pikir bagaimana dia bisa menjadi Miss Italia,” Zia Angeli masih mengomentari Miss Italia.


“Dia punya uang banyak dan koneksi luar biasa, apa yang tak bisa,” Zia Isabella menambahkan.


“Benar juga. Uangnya banyak, memang dia hidup dengan modal  itu. Sudahlah, membicarakan gadis itu membuatku menyesal harusnya tadi kucakar dan kujambak saja rambutnya yang indah itu.” Bibi  Angeli nampaknya masih menyimpan dendam.


“Nyonya ini ada panna cotta, jangan marah-marah lagi, tidak baik untuk kesehatanmu.” Marriane memberikan dia kudapan manis buatannya.


“Marriane, jika dia berani kesini lagi  siram dia dengan air panas! Biar ular itu lari kepanasan.” Zia Angeli belum puas.


“Akan kulakukan Nyonya.”Marriane tersenyum lebar melihat sang Nyonya marah-marah.


“Benar sekali, jika dia berani datang dagi siram air panas saja,dia kesini bukan minta maaf menenangkan situasi malah menghinamu, benar-benar sakit!” Mereka hanya sedang bersenang-senang dan melampiaskan emosinya.


Anggap saja aku sedang menonton drama sekarang. Aku tersenyum diantara rasa tidak nyaman  karena harus terus berada di tempat tidur sampai dokter mengizinkanku bergerak lebih jauh.


“Terima kasih Zia sudah membelaku.”


“Sudah seharusnya, kau pikir aku akan meneteskan air liurku melihat hartanya. Kubayangkan betapa rendahnya Fabri jika sampai wanita itu menjadi istrinya. Dia boleh punya uang banyak, tapi anakku tidak untuk dijual. Penghinaan ini akan kuingat.”


“Siapa yang dihina?” Tiba-tiba yang dibicarakan memunculkan dirinya. Nampaknya dia tahu Ibu dan Bibinya akan kesini. Dia menyempatkan kesini sebentar melihatku. “Sayang kau sudah makan?”


“Belum, aku tahu Mama dan Bibi mau kesini, pasti mereka membawa banyak makanan.” Bova duduk didekatku dan mulai makan. “Makanlah lagi, aku suapi. Kau harus makan lebih banyak.” Aku tersenyum, siapapun  akan cepat sembuh menerima banyak perhatian seperti ini.


“Fabri, anakku, kau tahu apa yang dikatakannya. Dia menghina kekasihmu janda miskin, dan dia lebih segalanya dari Eliza. Miss Italia itu bahkan berkoar-koar mau membelimu, sangat kurang ajar, wanita itu menganggap semua orang lebih rendah darinya ...” Zia Angeli dan Zia bersemangat menceritakan apa yang terjadi. Saling menimpali satu sama lain. Masih emosi membicarakan Miss Italia.


“Hmm, iya aku tahu dia memang sedang berusaha dengan segala cara menarikku, karena mereka tahu kita adalah kunci dari kondisi ini, dia belum mulai pun aku sudah  tahu niatnya. Dan jika dia mungkin gagal denganku, kepala keluarganya yang akan turun tangan. Kemungkinan dia akan berusaha mendekati Paman. Mungkin dia mengirim Miss Italy atau kepala keluarganya sendiri yang turun tangan. Mereka tak akan membiarkan anak mereka mendekam diatas 10 tahun di penjara. Atau mereka juga  akan mendekati pimpinan koalisi yang sekarang meminta bantuan.


“Apa mereka bisa lolos begitu saja?”Bibi Angeli yang bertanya sekarang.


“Ohh tidak, karena kasusnya sudah publik dia tidak akan bebas, tapi setidaknya mereka mendapatkan pengurangan hukuman, lagipula target politik menjatuhkan patriach Gianni untuk tak  bisa masuk pencalonan kabinet sudah tercapai, apalagi sebelumnya patriach Gianni berambisi untuk  menjadi perdana menteri, dan karena kasus ini kesempatan itu sudah habis, banyak orang bersorak  gembira. Tapi akan banyak juga orang yang mengambil kesempatan untuk kesialan mereka. Tapi tentu saja jika Paman mau tetap  menarik lebih panjang lagi  kasusnya bisa. Yang jelas tidak dia tidak akan menjadi menantumu Ibu.”


“Syukurlah jika begitu. Aku benar-benar tak sudi kaki emasnya itu menginjak rumahku, jangan-jangan dia akan menderita alergi jika masuk hutan.” Semua orang tertawa karena perumpamaan Zia Isabella


“Dia akan minta tinggal di hotel bintang lima, dia tak suka rumahmu Isabella.” Zia Angeli menimpali.


“Kemungkinan besar memang itu  yang akan dia lakukan.” Semua orang  sekarang membenci Gianni. Aku bisa tenang, mereka tak akan membiarkan oven hangatku menjadi milik miss Italia.


“Jangan dengarkan apapun  kata-katanya oke. Kau harus istirahat yang baik. Dia tidak akan mendapatkanku.” Bova meninggalkanku dengan pesan sederhana itu.


“Iya terima kasih kau  datang kesini.”


“Aku kembali malam oke, aku harus makan malam dengan klien, mungkin agak malam baru sampai kesini.”


“Baiklah.”