The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 31. Aoki 2



"Apa yang dia katakan benar. Kami tak saling menyukai." Hisao menyetujui kemudian ternyata untuk yang satu ini dia tak keberatan langsung menyetujuiku, kupikir dia akan sedikit tersinggung. Sekarang mereka tambah heran tampaknya.


"Ada keanehan hari ini..." Hikaru melihat kami.


"Kurasa akan ada salju dimusim panas ini." Sato menambahkan.


"Sudahlah, kita kesini bukan membahas personal. Aku ingin tahu bagaimana perkembangan wilayah kalian. Kita pindah meja, biarkan para wanita disini sebentar..." 4 pria ini, ada dua pria yang membawa pacar mereka disini. Tak jauh umurnya dari Hisao di kisaran 33-34. Mereka pindah meja meninggalkan group wanita sekarang hanya bertiga.


"Mereka punya bisnis bersama..."


"Hmm... group ini punya jaringan bisnis restaurant, onsen, dan pub. Mungkin kau belum tahu. Hisao dan Yuki tak terlibat pengelolaan, mereka terlibat modal, hanya Hikaru dan Sato yang mengelola penuh."


"Ahh ternyata begitu..." Kami berbicara menghabiskan waktu kemudian, menunggu para pria berdiskusi di meja lain. Haruna adalah seorang model, sementara Satomi adalah seorang assisten pribadi Sato, mereka para gadis yang ramah.


"Haruna-san, Satomi san, ... Apa kabar. Ahhh kau, Setsuko-san, apa kabar. " Seorang gadis menyapa kami, dan gadis itu adalah Aoki. Gadis kesayangan Hisao di Roppongi. Rupanya dia masih mengenaliku saat kami bertemu di Kyoto beberapa bulan yang lalu.


"Kalian disini? Apa ada Hisao disini?"


"Ada, dia sedang di private room bersama para pria, kami menunggu disini."


"Ahh sudah lama dia tak mengunjungiku, aku boleh bergabung dengan kalian? Aku kebetulan lewat disini, Hisao sering membawaku kesini, tak disangka bertemu kalian."


"Tunggu saja. Dia ada disini...Tapi Hisao tadi datang bersama Nona Setsuko tadi..." Aoki melihatku.


"Ohh, Setsuko-san bersama Hisao?"


"Tak apa kalau begitu, aku akan menunggunya disini."


"Baiklah, kau mau minum...." Aku bersikap ramah padanya dan mengobrol dengannya.


Gadis itu terlihat cantik seperti biasa, dia punya fitur wajah yang menjadikannya terlihat seperti anak senior high school innocent yang riang. Padahal mungkin umurnya sudah diatas 25. Dan aku walaupun aku beranggapan urusan pribadi Hisao bukan urusanku.


Tapi aku membayangkan dia suka tipe-tipe gadis yang terlihat muda seperti itu, tipe-tipe muka loli submiss*iv, menyerah lemah tak berdaya padanya, aku sekarang membayangkan macam-macam rentetan gambar dikepalaku.



Astaga, kenapa sekarang aku membayangkan hal tak sopan. Berhenti membayangkannya Setsuko!


"Ahhh, Hisao-san." Aoki melambai dengan riang ke Hisao. Hisao yang melihatnya sekarang memasang muka datar, kenapa dia tidak riang gembira.


"Aoki, kau disini." Tapi dia tetap menyapanya.


"Aku melihat Haruna dan Satomi, kau ketempatku hari ini. Sudah lama kau tak ketempatku. Atau aku ketempatmu? Aku tak pernah kerumahmu..." Hisao sekilas melirikku. Aku hanya pura-pura tak perduli dan bicara dengan Satomi. Tapi ada hal yang menarik, dia tidak pernah membawa gadis itu kerumahnya.


Ternyata dia tahu batasan juga. Gadis itu tak pernah menginjakkan kaki ke rumahnya. Itu membuktikan dia tidak benar-benar serius menyukainya. Mungkin kejadiam 10 juta yen itu benar disesalinya.


"Nanti, aku sedang sibuk sekarang..." Rupanya memang dia juga tak menemui gadis itu secara terus-terusan.


"Malam ini, Hisao-san, aku merindukanmu...?" Gadis itu berbisik kecil merayu Hisao, tapi aku bisa mendengarnya, mungkin yang lainnya juga, dia menempel seperti lintah padanya. Dia memanfaatkan kesempatan tanpa tahu tempat. Harumi dan Satomi mungkin juga merinding melihat gadis itu menempel ke Hisao seperti itu.