
"Saya permudah saja Setsuko-san. Saya menghargai Setsuko-san. Bagaimanapun nantinya kau hanya akan menjadi kekasihnya. Tidak mungkin untuk masuk ke keluarga Hisao-san. Bagaimana jika saya memberikan uang jasa untuk menjauhi Hisao-san. Karier Setsuko-san sangat cemerlang, saya juga kagum pada Setsuko-san. Saya menghargai Setsuko-san bagaimana jika saya memberikan 4 juta yen." Aku meringis dalam hati, mendengan jumlah yang ditawarkannya. Dia pikir itu jumlah yang sangat besar untukku.
Empat juta Yen memang penghasilan satu tahunan rata-rata untuk pekerja perempuan biasa. Dia bilang dia menghargaiku tapi ternyata dia hanya menganggapku sebagai pekerja rata-rata. Aku ingin tertawa sekarang.Dia benar-benar menghinaku sekarang.
Dibandingkan keuntungan yang didapatnya menjadi menantu keluarga Yamada, dia seperti memberiku remahan roti diatas meja. Aku menghargai Setsuko-san, kenapa kalimat itu terdengar seperti lelucon sekarang.
"Yamasaki-san ternyata sangat baik hati...." Dia langsung memotong kata-kataku sekarang.
"Sebelum kau menjawab pikirkan dulu, ... Ini adalah uang mudah. Gaji pekerja satu tahun kau dapatkan hanya dengan mengatakan ya. Bagaimana jika aku memberimu sebulan untuk memikirkannya." Aku tersenyum dan membungkuk pada orang tua itu.
"Seperti yang saya katakan Yamasaki-san sangat baik hati. Saya akan mempertimbangkannya dengan baik dan menghargai tawaran Yamasaki-san."
"Jam kerja kalian sangat panjang. Saya mengagumi pekerja seni seperti kalian, dedikasi kalian ke seni sangat mengagumkan. Tapi kudengar pengeluaran kalian juga besar. Tarif kalian masih dipotong untuk ochaya dan lain-lain. Aku kagum pada kerja keras kalian." Mungkin dia tidak tahu dalam kasusku 1 jamku adalah lebih dari double? Ohh ya dia belum membayar pastinya. Dan dalam 1 bulan aku sudah pasti melewati 4 juta yen apalagi jika ditambah pendapatan iklan, belum lagi ditambah pendapatan dari biaya danna bulanan. Biarkan saja, aku akan memberi tahu Hisao-san mengenai lelucon ini.
"Ah tapi kau pasti terkenal, tarif perjam-mu mungkin lebih tinggi." Dia masih melanjutkan bicara sehingga membuatku muak. Apa dia pantas membicarakan penghasilanku disini.
"Saya hanya gadis sederhana Yamasaki-san."
"Hmm... Kau nampaknya merendah Setsuko-san. Bagaimana sebagai tanda niat baik aku membayarmu sepuluh jam hari ini." Aku ingin tertawa mendengar penawarannya. Bagaimana jika aku membiarkan dia terkejut sedikit.
"Yamasaki-san, saya tak pantas menerimanya. Anda menyulitkan saya. Saya bukan siapa-siapa bisa menerima kebaikan Tuan Yamasaki."
"Tidak apa, ini tanda niat baik. Tunggu sebentar disini." Dia tiba-tiba pergi dari ruanganku.
"Yamasaki-san, Anda tidak perlu melakukan ini." Aku tentu saja masih berbasa-basi menahannya.
Aku terkikik geli sekarang. Aku ingin melihat mukanya, tiga tahun lalu memang tarif perjamku tidak setinggi sekarang, tapi sekarang banyak perusahaan dan pemerintahan berebut meminta memakai jasaku, ochaya ini menaikkan tarifku dengan khusus. Dia ingin sepuluh jam, biarkan dia membayarnya.
Aku sangat menantikan muka kagetnya sekarang. Dia tidak bisa menjilat kata-katanya sekarang. Jika dia mundur dia akan mendapat penghinaan besarnya sendiri. Biarkan dia sedikit shock. Bukankah dia sendiri yang berusaha meremehkanku. Suara pintu geser dibuka. Aku membungkuk lagi saat dia datang.
"Setsuko-san, Anda rupanya sangat terkenal disini." Mukanya sekarang datar. Dia nampak shock.
"Tuan Yamasaki terlalu memuji saya." Aku ingin meringis dan tertawa didepannya sekarang aku berusaha keras menyembunyikan senyumku.
"Katakan padaku berapa jam biasanya perhari perjanjian Anda."
"Ehmm mungkin 4-7 jam tergantung jadwal." Sekarang dia bisa menghitung sendiri bukan. Aku menatapnya dan dia menatapku. Aku sedikit tersenyum.
"Kau rupanya mempermainkanku."
"Saya mempermainkan Anda? Saya benar-benar tak tahu apa salah saya Tuan Yamasaki. Saya benar-benar minta maaf."
"Aku ternyata meremehkanmu. Kau pasti menertawakan tawaranku."
"Saya tidak berani Yamasaki-san." Kau pikir kau nisa membayarku penghasilanku setahun. Itu mungkin setara dengan puluhan orang pegawaimu. Kalau dia berani menyebutkan jumlah ekspektasiku akan kupertimbangkan untuk pensiunku.
Tapi menawarkanku jumlah 1 tahun gaji bagi perkerja biasa sangat meremehkan. Bahkan Aiko san bisa mendapatkan 2x gaji tahunan orang biasa dalam semalam saat dia berulang tahun.