
Sekilas tentang Yakuza di Jepang.
*Oyabun: Ketua paling tinggi organisasi Yakuza.
Asal Yakuza adalah dari perlawanan terhadap samurai yang kehilangan tuannya sehingga mereka menjadi preman di era Shokun Tokugawa di 1612 .
Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.
Yakuza in Hiragana
Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono.
Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki-mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke-17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.
Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulingkan para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman.
Dan kemudian ada anggota-anggota yang masuk dan membentuk sistem kekerabatan. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang.
Tapi sejak diberlakukannya undang-undang anti Yakuza, taring Yakuza langsung diberantas, dan mereka langsung ditangkap jika melakukan pemerasan atau apapun yang dianggap illegal dengan mudah oleh polisi. Bahkan anggota Yakuza yang sudah ketahuan melakukan kegiatan ilegal dan kejahatan dilarang memiliki rekening bank.
Generasi Yakuza sekarang menjalankan kegiatan legal dan beradaptasi dengan peraturan pemerintah Jepang, mereka punya sumber dana yang besar warisan dari masa lalu dan jaringan untuk menjalankan perusahaan dengan legal tapi dibalik itu mereka mengatur banyak deal-deal penting di proyek pemerintah.
Dan anggota-anggotanya level tingginya dan Okobun sebenarnya tidak akan pernah diketahui oleh publik. Hanya yang ditampilkan yang akan muncul. Kecuali mereka yang sudah terlanjur tertangkap. Dan pekerjaan kotor mereka dilakukan oleh semacam hit-man ( kelompok gangster, kelompok rendah yang mengandalkan otot) yang tidak berhubungan dengan organisasi utama.
Selain itu, banyak perusahaan yang memperoleh pinjaman bank pada dasarnya adalah sebuah kigyo shatei, perusahaan boneka miliki Yakuza. Perusahaan milik Yakuza ini diperkirakan memperoleh kredit antara 300-400 miliar dolar(5200 trilyun Rp) , dan sebagian dari jumlah itu dialirkan ke induk organisasi Yakuza. Menghadapi hal seperti ini, bank Jepang jelas tidak bisa berkutik.
Di sisi lain, anggota Yakuza juga kerap membeli aset properti dengan harga miring dari perusahaan yang butuh uang tunai untuk dijual kembali dengan harga tinggi apapun itu mulai dari apartemen, perkantoran hingga rumah sakit. Bila sebuah bangunan telah dibeli oleh Yakuza, tidak ada yang berani jadi tetangga mereka dan alhasil harga properti langsung jatuh, dan segera naik segera setelah Yakuza menjualnya.
Anggota yakuza sekarang membaur di masyarakat, melakukan bisnis legal dengan pintar, sebagian masih terlihat di bisnis hiburan, pros*titu*si secara terang-terangan, dan sebagian lain melakukan kegiatan tersembunyi bahkan kejahatan sesuai dengan klan mereka berada.