
POV Guilio.
Monica selalu menertawakanku jika menyangkut masalah pacar-pacarku. Jangankan dia, aku sendiri tak mengerti diriku.
Aku bisa membuat gadis-gadis terpana padaku tanpa melakukan apapun, hanya tersenyum kepada mereka. Mungkin aku salah terlalu memanfaatkan keuntungan itu. Tapi sialnya aku tak pernah merasa terikat secara emosional kepada mereka.
Jika mereka sudah meminta komitmen maka aku akan segera menghilang tanpa jejak. Karena entahlah aku tak menginginkannya. Mungkin aku terlalu murahan kata Monica, ini balasanku. Aku perlu menjauh dari gadis-gadis untuk pertama kalinya dalam hidupku menemukan apa yang salah denganku.
"Brother, kemana kekasihmu kali ini. Aku heran kau tidak membawa pendamping kali ini. Apa kau belum menemukan yang baru?" Kali ini aku duduk disamping Hisao dan Nathan, alasan aku ke Hongkong kali ini untuk bertemu mereka. Dan kali ini aku tak membawa siapapun untuk menemaniku.
"Jangan bilang sudah tak ada gadis di Sicily yang menginginkanmu lagi karena semua orang sudah tahu siapa kau." Nathan tertawa dan aku meringis kesal pada diriku sendiri.
"Aku nampaknya memang terlalu brengsek. Ibuku mengatakan aku keterlaluan mematahkan hati gadis-gadis baik dan sekarang adalah masaku menerima hukumanku. Aku tak tahu belakangan ini semangkin gadis-gadis itu menggodaku, semangkin aku tak tertarik pada mereka. Rasanya tak ada yang benar dan menarik perhatianku." Aku mengatakan yang sebenarnya, jika aku ke psikolog karena ini, mungkin dia akan mengatakanku mengada-ada, aku terduduk lemas.
"Benar, seseorang yang membuatmu ingin menjaganya seumur hidupmu." Saat mengatakan itu Hisao menggengam tangan tunangannya. Dia membuatku merasa iri, mereka semua bukannya tak bermain dengan gadis-gadis tapi mereka tak terkena kutukan sepertiku.
"Hmm... mungkin benar. Tapi aku tak tahu bagaimana menemukannya, sepertinya semua gadis sama saja dan bagaimana jika mereka sudah terlalu menuntut aku selalu berpikir mencari cara menghindari komitmen, aku tak pernah nyaman dipaksa oleh wanita dengan komitmen, membayangkannya saja terasa menyesakkan. Tapi aku juga merasa hidupku tak punya arah sekarang... Aku mungkin bisa mendapatkan siapa saja tapi aku malah kesepian. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku." Itu adalah yang sebenarnya terjadi.
"Ini adalah masalah pria yang mulai menjadi playboy sejak umur 12 tahun. Dia sudah lupa rasanya jatuh cinta. Yang dia lihat adalah siapa teman tidurku malam ini." Hisao dan Nathan menertawakannya. Kata-kata mereka sama seperti yang diucapkan Monica. Diselalu menertawakanku dengan sebutan playboy dari umur 12 tahun.
"Mungkin kau bisa mulai dengan gadis yang tidak membuat kehadirannya tidak terasa menggangumu Tuan Guilio." Aku bicara pada kekasih Hisao sekarang. Gadis ini terlihat mungil dan cantik sekali, ... tapi disamping Hisao kelihatannya dia sangat bahagia.
"Seseorang yang kehadirannya tidak mengangguku..." Apa ada yang seperti itu, sekarang aku mencarinya diantara pacar- pacarku yang sialnya tidak kutemukan. Tak kutemukan satu orangpun yang akhirnya tak membuatku lari menghindari mereka.