The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
NON POSSO VIVERE SENZA DI TE Part 32. Investigation 1




Still...POV Guilio


Aku memandang mereka berdua yang bertukar senyum, sangat tidak bisa dipercaya, bagaimana mungkin  aku didahului seperti ini.


“Aku mau mengajak Mamma kesana, Mama mau pamer.” Monica  tertawa bahagia, Bova mendapatkan pertanian itu untuknya. Dia  sangat senang. Andai aku yang melakukannya, aku sudah kalah langkah kemana-mana.


“Minggu depan mungkin, saat ini sudah masuk atas namamu?” Laki-laki ini memang punya pesona tak terbantahkan. Aku tahu kenapa Monica mungkin  juga jatuh, seperti dia jatuh dengan Raoul yang disangkanya luar biasa itu.


“Hmm baiklah, aku akan menunggu minggu depan. Minggu mungkin,  aku akan mengajak Roberto dan beberapa orang untuk ikut ke penilaian. Secepatnya aku mau pertanian berjalan dengan standart kami. Lucas kurang  bagus mengelola pertaniannya.”


“Tentu saja, hal seperti ini lebih  cepat dimulai akan lebih baik.”


“Ohh Lucas masih tidak tahu kau mengambil pertaniannya?” Aku bertanya padanya.


“Tidak, aku mau ingin membuatnya sebagai kejutan.”


“Kau di Palermo terus sekarang Tuan Bova?”


“Kebanyakan, aku memegang bagian Selatan.  Dana investasiku disini banyak di restoran dan pub, beberapa hotel, pembiayaan membuka cabang-cabang baru, baru kali ini aku mengambil yang ada pertaniannya, jika bukan Monica aku tak akan mengambilnya. Sebelum bertemu dengan dia aku tak yakin, tapi dia punya  hati disini.” Bova memujinya, lihat bagaimana dia tersenyum kecil. Dia selalu senang  dipuji karena pekerjaannya  bagus.


“Siap Boss! Aku akan lakukan yang terbaik. Kau tahu dia membantuku begitu banyak Fabian aku berhutang banyak padanya. ” Monica membalasku sambil memberi  hormat. Aku tersenyum, kenapa aku melewatkan banyak hal selama ini dan mencari terlalu jauh. Tak menyadari bahwa dia selalu menjadi tempatku bicara. Sangat bodoh!


“Tuan Benetti, saya  harus banyak  belajar dari  Anda. Perjalanan kami masih jauh...”


Makanan datang kemudian. Aku harus menahan diri melihat Monica tersenyum kepada Bova, dan bagaimana Bova memandangnya dengan memuja. Bagaimana dalam tiga Minggu situasi  sudah berubah. Tuhan memang berniat menghukumku, wanita yang benar-benar kuinginkan tak bisa kubiarkan jatuh ke tangan orang lain.


“Aku jadi sangat menantikan Minggu depan. Ayo kita  makan, ohh ya kalian mau cuccia, Ibu sudah membuatnya untuk perayaan St. Lucy pekan ini. Ini sudah Desember lagi, tak terasa...”


“Boleh... “



Waktu penganan manis  itu datang padaku, aku diam. Cuccia yang manis ini selalu membuatku merasa pulang kerumah di Desember, saat perayaan Natal  sudah dekat, aku merasa begitu menyia-nyiakan waktuku bertahun-tahun ini, akhirnya aku selalu kembali ke Catania.


Ironis. Aku berkelana ke seluruh dunia, tapi sadar  oleh sebuah perkataan sederhana. Pulanglah kerumah, kau akan menemukan orang tempatmu duduk menghabiskan waktu tanpa kau merasa terganggu.