The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 80. Kimiko Yamasaki 14



Semangkin aku pikirkan aku semangkin kasihan dengan Kimiko, dia ingin membuat kesepakatan seperti itu dengan Hisao, tanda dia sudah menyerah menentang peraturan keluarganya. Tak ada wanita yang tak menginginkan cinta sejati. Tak ada wanita yang tak ingin disayangi suaminya. Kurasa dia hanya  mencoba melindungi dirinya dari tekanan  berlebihan.


“Aku kasihan padanya, dia pasti sangat tertekan.” Hisao melihatku saat kami sedang makan bersama di sebuah restoran.


“Bukankah kalau kita tidak menyerah padanya itu malah akan membuatnya senang.”


“Hmm, kurasa tidak. Dia hanya akan semangkin ditekan  oleh keluarganya. Kurasa dia sudah putus dengan kekasihnya dan sudah menyerah dari lama. Mungkin  sekarang dia hanya mencari kenyamanan sementara. Tapi mungkin juga dia menganggap tak ada gunanya mencoba, dia mencoba  menerima keadaannya yang sekarang  dan hanya mengharapkan sedikit perhatian.” Seperti  aku yang merasa tak apa menerima Hisao hanya  bisa menjadi kekasihku saja.  Entah kenapa aku paham perasaannya. Itu menyedihkan dan aku seperti tertarik masuk kedalam pusaran perasaannya.


“Kita tidak bisa membantunya. Jika dia punya masalah seperti itu, aku akan memanfaatkan kelemahannya  itu dan menujukkannya di depan Kakek.” Hisao menghela napas. “Motif bisnis kuat disini, perusahaannya di Kyoto adalah industri hotel dan pariwisata. Jika keluarga mereka bergabung  maka kami akan punya kerjasama bisnis dan daya promosi yang kuat di jaringan Kyoto dan Tokyo.”


“Hmm...entahlah, mungkin kau benar kita tak bisa menolongnya. Aku hanya kasihan. Apa  tidak bisa kalian bekerjasama saja  tanpa perlu perjodohan, kenapa harus ada perjodohan.”


“Aku tidak terlibat divisi bisnis Ayahku sama sekali. Aku tidak tahu.” Hmm... kemarin seseorang dari agency pemerintah bicara denganku dia memerlukan beberapa jaringan hotel sponsor untuk sebuah event besar di musim festival Matsuri tahun depan. Mungkin dengan ini aku bisa membawa diriku lebih dekat dengan keluarga Hisao dan menarik klan Yamasaki, melepas perjodohan ini.


“Hisao, aku punya sesuatu yang  akan kuusulkan...” Aku bercerita tentang semua yang kutahu. Hisao langsung tertarik.


“Kerjakan itu Setsuko-san, jadilah penghubung kami ke pemerintah. Jika kau bisa melakukan ini keluargaku akan langsung memperhitungkanmu. Aku akan segera menghubungi adikku di Kyoto.” Aku tersenyum, tampaknya sekarang sedikit pintu kesempatan terbuka untukku. Jika aku bisa membawa sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga Yamada, maka aku bukan orang yang tak berguna lagi.


“Baiklah, aku harap kita berhasil.” Semoga kami berhasil. “Apa aku bisa meminta nomor telepon Kimiko?”


“Entahlah, kami sama-sama wanita, kurasa kami akan lebih bisa bicara lebih baik.”


“Kau tidak berniat mencakarnya bukan? Atau mengajaknya berkelahi?” Aku langsung tertawa mendengar pertanyaan Hisao. Aku hanya bisa mengangkat kipas untuk menari, belum ada yang mengajariku mengangkat samurai.


“My Teddy Bear, aku Hanii Bee, aku tidak mencakar, aku  menyengat...” Aku mengedipkan mataku padanya.


“Hanii Bee ku tersayang kau sepertinya sangat beracun.” Dia merangkulku, dan aku memeluknya dengan bahagia. Perasaan ini sangat nyaman, aku tak sanggup dan akan hancur jika harus menyerahkan dia ke Kimiko. Bagaimana aku akan melakukannya...


Aku harus berjuang mendapatkan rekanan festival ini, mungkin aku bisa menolong Kimiko juga nanti. Mungkin dia punya seseorang yang dia cintai, tapi hidupnya tak bisa lepas dari keluarganya. Jika aku bisa menolongnya, mungkin semua cerita ini nantinya bisa berakhir bahagia. Dan dia pun bisa ikut bahagia.


\==========****=============