
"Allessio Gianni menemui Paman?" Vittorio Bova langsung bercerita pada istri, dan anggota keluarganya yang kebetulan ada di rumah.
"Iya dia merendahkan meminta maaf padaku, masih berkeras bahwa yang dikatakan anaknya itu bukan bermaksud membeli keluarga kita. Tapi untuk mengintimidasi Eliza, dan kau tahu memang mereka itu mungkin bukan manusia. Tak sedikitpun mereka menyebutkan tentang Eliza, seakan mereka tak punya kesalahan soal Eliza. Dia berkeras untuk menjodohkan anaknya ke anakmu Isabella. Bagaimana pendapatmu..."
"Ohh boleh.... kusuruh dulu dia bekerja di kebunku di Palermo setahun, biar kulit Miss Italy itu jadi lebih exotis sedikit. Kita lihat apa dia lolos ujiannya atau tidak." Semua orang tertawa mendengar jawaban Isabella.
"Bagaimana kau menjawabnya Paman?" Fabricio Bova tentu saja penasaran bagaimana Pamannya mengatasi keluarga Gianni.
"Dia ingin membawa putrinya meminta maaf langsung dan mengundang makan malam. Dia langsung mengatakan apa ada yang Paman ingin dia bantu, sebagai ganti permintaan maaf. Kalian tahu apa yang aku minta?" Semua orang menunggu kelanjutan ceritanya.
"Aku meminta mereka tidak ikut proyek tender pembangunan gedung di Palermo. Dan dia langsung diam tak bisa menjawabku. Kalian harusnya lihat bagaimana wajahnya saat aku meminta itu." Semua orang tahu mundur dari tender itu adalah permintaan luar biasa. Bova tertawa, proyek jutaan uero yang disyaratkan hanya untuk meminta maaf yang belum tentu dimaafkan. Pamannya memang mau menekan Gianni sampai ke sudut terluar.
"Bagus sayang, biar dia tahu apa akibatnya berani mengatakan akan membeli keluarga kita. Apa dia mampu membayarnya, mengelikan." Istrinya juga tersinggung melihat gadis Gianni itu begitu bangga dengan dirinya dan merendahkan keluarga mereka.
"Jadi bagaimana selanjutnya paman. Paman meninggalkannya begitu saja?"
"Tentu saja, dia tak berani membayar harga makan malamku. Berarti pembicaraan kita selesai." Fabricio Bova meringis, istri dan Ibunya berhasil mempengaruhi Pamannya untuk membuat kesulitan kepada Gianni.
"Kau benar Kakak begitulah seharusnya mereka diperlakukan. Biar mereka tahu diri bagaimana jika diri mereka dinilai dengan uang."
"Paman menurutku mereka pasti akan meminta bantuan Tuan Antonio Segni secara langsung." Fabricio khawatir Allesio Gianni tak akan menyerah begitu mudah, taruhannya sekarang adalah masa depan putranya.
"Tuan Antonio Segni akan meminta harga yang jauh lebih mahal, dia lebih tahu bagaimana cara memeras orang. Dia bukan tak tahu Gianni sedang terjepit, dan selama ini mereka bukankah orang yang ramah kepada orang yang berseberangan dengan mereka. Tenang saja, Paman pernah bicara padanya, jika Tuan Antonio Segni memutuskan akan menolong mereka, Tuan Antonio pernah berjanju memastikan Eliza dan korban yang lainnya mendapat keadilan mereka."
"Cuma itu yang kita butuhkan Paman, keadilan, setidaknya jika tidak maximal tetap tidak kurang dari 10 tahun dan ganti rugi yang pantas untuk mereka yang sudah membantu kita menumbangkan Gianni."
"Tentu saja, Tuan Antonio juga tak akan melupakan mereka yang sudah membuat Gianni membayar. Mereka akan tetap menampilkan kasus ini beberapa saat, dan patriach mereka juga tak akan mengambil langkah terlalu berani. Jika tidak namanya akan lebih jelek lagi.
"Yang penting Fabri, jauhi miss Italy itu dia adalah pembawa masalah yang harus kau jauhi bisa-bisa kau menjadi pesuruhnya jika kau menjadi kekasihnya. Sampai kapanpun aku tak akan memaafkan miss Italy itu." Nyonya Isabella Bova memperingatkan anaknya.
"Mama sayang, aku tahu maksudmu. Kau pikir aku mau terlibat dengan Miss Italy itu. Dia bahkan bersedia membagiku dengan teman-temannya. Dia pikir aku tak pernah bertemu yang lebih cantik darinya. Dia terlalu memandang tinggi dirinya sendiri, jadi tenanglah Mama.”
\=====
Gianni yang putus asa sekarang seperti di dorong ke jalan buntu. Kakaknya tak mau membantunya lagi karena terakhir orang suruhannya bahkan membuat Eliza tertembak. Satu Italia mengutuk keluarga Gianni, Kakaknya marah besar. Gara-gara masalah ini impian kakaknya untuk menduduki kursi perdana menteri musnah sudah, keluarga besar menyalahkan mereka habis-habisan sekarang. Mungkin anaknya itu harus mendekam di penjara lebih dari 15 tahun, masa depannya sudah hancur.
Keluarga Bova yang merupakan kunci semua ini tak bisa dipengaruhi lagi. Putrinya juga membuat kacau segalanya, entah kenapa Lorina harus pergi mengintimidasi Eliza, dan tidak menyadari.bahwa dibelakangnya itu keluarga Bova, kesempatan menyelesaikan ini dengan mempengaruhi Fabricio Bova juga sudah hilang, ditambah istrinya sekarang menangisi anak laki-lakinya dan jatuh sakit.
Allesio Gianni sekarang benar-benar didorong ke jalan buntuk dia tak tahu lagi apa yàng harus dia lakukan.
Kunci melemahkan dakwaan ada di wanita itu, jika dia tidak mundur jika Bova tetap mendukungnya , sementara mungkin dia tidak bisa membayar harga Bova, bisa dibilang memang Bova tak akan mau mendukungnya, di pertemuan terakhir dia memaksa keluarga mundur dari proyek pemerintah di Palermo untuk harga sebuah makan malam, mana mungkin kakaknya akan membunuhnya sekalian.
Jika wanita itu tetap bersaksi memberatkan kemungkinan mereka bisa memaksa hukuman anaknya sampai diatas 20 tahun, apalagi sekarang dia sampai tertembak. Kesialan tampaknya benar-benar membayangi keluarganya belakangan ini.
“Anak ini, gara-gara wanita saja dia sampai membawa Gianni ke kondisi seperti ini!” Wanita adik Eliza itu, Valentina Carnalis. Harusnya Adrianno tak pernah menyentuhnya.
Tunggu dulu!
Bukankah sekarang dia di luar negeri, walaupun dia tidak tahu sebenarnya dimana gadis itu berada, tapi harusnya dia tidak dilindungi siapapun, jika aku mendapatkan, Eliza tidak akan berani memberi kesaksian memberatkan! Bahkan dia mungkin bisa menjadikan kasus ini suka sama suka, kasus tertembaknya Eliza sebagai kecelakaan murni dan dia akan bisa menekan korban lain dengan kesepakatan damai. Dia berhasil menunda persidangan. Harusnya cukup waktu untuk membuat semua ini berjalan.
Benar sekali harusnya cara ini bisa dilakukan. Jika dia mendapatkan gadis itu. Dia akan membayar seseorang yang bisa melakukan pekerjaan ini. Walaupun harganya akan mahal, tapi jauh lebih murah dari harga permintaan maaf ke Bova. Dia melihat nomor telepon di ponselnya.
“Luigi, aku punya pekerjaan besar untukmu.”
“Saya mendengarkan Tuan Gianni.”
“Dimana kau ingin kita bertemu?”
Sekarang waktunya membalikkan situasi. Giliran Gianni yang akan menekan Bova