THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Berbagi Tugas



Kimberly dan keempat sahabatnya sudah berada di kelasnya. Dan saat ini Kimberly masih dalam keadaan kesal. Kesal akan perkataan kakak laki-lakinya plus kesal akan keempat sahabatnya yang menertawakan ketika dirinya disebut anak kelinci oleh sang kakak.


"Ayolah, Kim! Masa sampai detik ini lo masih memasang wajah jelek gitu kekita. Senyum dong," ucap Santy yang berusaha membujuk Kimberly.


Mendengar perkataan dari Santy membuat Kimberly melirik sekilas kearah Santy. Setelah itu, Kimberly kembali fokus pada layar ponselnya.


Ya! Sejak memasuki kelas, Kimberly hanya fokus menatap layar ponselnya dari pada menatap dan mengobrol dengan keempat sahabatnya.


Melihat reaksi dari Kimberly membuat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menghela nafas pasrahnya. Dan jangan lupa bibir yang melengkung ke bawah.


Tanpa Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine ketahui, Anshell dan keempat sahabatnya sedari menatap kearah Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


Setelah puas memperhatikan interaksi Kimberly dan keempat sahabatnya, Anshell berdiri dari duduknya dan diikuti dengan keempat sahabatnya. Lalu mereka menghampiri meja Kimberly dan keempat sahabatnya itu.


"Hallo, Kimberly!"


Seketika Kimberly mengalihkan perhatiannya menatap wajah Anshell. Begitu juga dengan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


Setelah itu, baik Kimberly maupun keempat sahabatnya langsung membuang wajahnya kearah lain.


"Ngapain sih kemari?" Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine berbicara di dalam hati masing-masing.


Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menyibukkan diri masing-masing. Mereka tidak ingin melayani atau berbicara dengan Anshell dan keempat sahabatnya itu.


Melihat reaksi dari Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine membuat Anshell, Sean, Aaron, Danny dan Elan mengumpat kesal. Mereka tidak terima kehadirannya diabaikan begitu saja.


"Re, sehabis pulang sekolah. Kita jalan yuk!" Sean tiba-tiba bersuara.


"Santy, mau nggak kamu menemaniku ke supermarket. Aku mau membelikan sesuatu untuk kakak sepupu perempuan. Tapi aku tidak tahu mau beli apa. Mungkin kamu bisa bantu," ucap Elan.


"Ada cafe langgananku. Makanan dan minumannya enak-enak disana. Mau nggak ikut denganku pulang sekolah nanti?" tanya Aaron kepada Sinthia.


"Catherine, boleh nggak minta nomor kamu?" tanya Danny dengan menatap wajah cantik Catherine.


Sementara Rere, Santy, Sinthia dan Catherine yang mendengar ucapan dari Sean, Aaron, Elan dan Danny hanya diam sembari terus sibuk dengan ponsel masing-masing.


Melihat reaksi dari Rere, Santy, Sinthia dan Catherine membuat Sean, Aaron, Danny dan Elan mengumpat kesal dengan tangan kanannya mengepal kuat.


Sedangkan Anshell masih terus menatap wajah Kimberly yang saat ini masih fokus menatap ke layar ponselnya.


Detik kemudian, Anshell menarik tangan Kimberly dan membawanya keluar meninggalkan kelas.


Kimberly yang tiba-tiba tangannya ditarik seketika terkejut. Dan dengan kuat, Kimberly menarik tangannya dan itu berhasil.


"Apaan sih lo! Berani banget lo megang dan narik tangan gue!" bentak Kimberly.


Kimberly berdiri dari duduknya


Begitu juga dengan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine. Setelah itu, mereka melangkah pergi meninggalkan kelas.


Namun ketika hendak melangkah, Anshell kembali memegang tangan Kimberly. Kali ini pegangan tangannya begitu kuat sehingga membuat Kimberly meringis.


"Apa yang lo lakuin Anshell! Lepasin tangan Kimberly!" bentak Catherine.


"Diem lo!" Anshell balik membentak Catherine.


Anshell menatap satu persatu sahabatnya lalu memberikan kode kepada keempat sahabatnya itu.


Sean, Aaron, Danny dan Elan yang mengerti kode dari Anshell langsung menganggukkan kepalanya.


"Ikut gue."


Anshell menarik kasar tangan Kimberly meninggalkan kelas. Anshell tidak peduli dengan penolakan dari Kimberly.


"Lepasin tangan gue, sialan!" bentak Kimberly yang berusaha melepaskan tangannya.


PLAK!


"Aakkhh!"


"Kimberly!" teriak Rere, Santy, Sinthia dan Catherine ketika melihat Kimberly yang ditampar oleh Anshell.


"Brengsek lo, Anshell!" bentak Rere.


Setelah memberikan tamparan keras di wajah Kimberly. Anshell kembali menarik tangan Kimberly untuk pergi meninggalkan kelas.


"Kimberly!" teriak Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.


Rere, Santy, Sinthia dan Catherine berlari hendak mengejar Kimberly, namun niat mereka langsung ditahan oleh Sean, Aaron, Danny dan Elan.


"Minggir kalian!" bentak Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan. Mereka menatap tajam Sean, Aaron, Danny dan Elan.


Mendengar bentakan dari Rere, Santy, Sinthia dan Catherine. Sean, Aaron, Danny dan Elan hanya tersenyum. Mereka sama sekali tidak mempedulikan bentakan maupun teriakan dari Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


"Mending kamu temani aku disini, sayang!" Elan berucap sambil mengusap lembut wajah cantik Santy.


"Kenapa juga kamu memikirkan Kimberly. Biarkan Anshell bersenang-senang dengan Kimberly. Dan aku yakin kalau Kimberly akan sangat suka apa yang akan dilakukan oleh Anshell," ucap Danny.


"Kamu sangat cantik Sinthia," ucap Aaron dengan tangannya mengelus pipi Sinthia.


"Lupakan Kimberly. Kita bersenang-senang saja disini," ucap Sean dengan mengecup punggung tangan Rere.


Mendengar perkataan dari Sean, Aaron, Danny dan Elan membuat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menatap jijik wajah keempatnya. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya, kecuali Safina, teman-temannya dan teman-temannya Talitha.


^^^


Di kelas Billy, Tommy dan para sahabatnya tengah mengikuti pelajaran matematika. Bahkan sepuluh menit yang lalu Billy, Tommy, para sahabatnya dan teman-teman sekelasnya baru saja menyelesaikan ulangan matematika yang keenam.


Ketika Billy, Tommy, para sahabatnya dan teman-teman sekelasnya tengah fokus memperhatikan dan mendengar penjelasan guru matematika di depan. Tiba-tiba mereka semua dikejutkan oleh seseorang yang membuka pintu secara paksa.


Brak!


Baik guru matematika maupun semua murid-murid yang ada di dalam kelas tersebut melihat kearah pintu.


"Ma-maafkan saya ibu guru. Saya kesini hanya ingin memberitahu hal buruk kepada kak Billy," ucap murid laki-laki itu.


Mendengar perkataan dari murid laki-laki itu membuat Billy langsung menatap kearah murid tersebut. Dan seketika pikiran langsung tertuju kepada Kimberly karena Billy mengenal wajah murid laki-laki itu adalah teman sekelas Kimberly. Dengan kata lain ketua kelas Kimberly.


Billy langsung berdiri dari duduknya. Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya juga ikut berdiri ketika melihat Billy yang telah berdiri.


"Ada hal buruk apa? Katakan!" ucap dan tanya Billy.


"Itu... Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine diganggu oleh Anshell, Sean, Aaron, Danny dan Elan. Lebih parahnya lagi, Anshell membawa paksa Kimberly. Bahkan Anshell juga menampar Kimberly."


"Apa?!"


Billy seketika berteriak ketika mendengar penjelasan dari ketua kelasnya Kimberly. Begitu juga dengan Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya.


"Brengsek," ucap Billy dan Tommy bersamaan.


Billy, Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya langsung pergi meninggalkan kelas. Mereka juga tidak lupa meminta izin kepada guru matematika tersebut.


Sang guru yang mengerti dan sudah mengetahui hubungan Billy, Kimberly, Triny dan Aryan tanpa pikir panjang langsung memberikan izin kepada Billy, Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya.


"Billy. Lo bersama Henry,  Lionel, Satya dan Nathan langsung ke kelas Kimberly. Biarkan gue, Andhika, Ivan, Mirza dan Andry mencari Kimberly. Gue janji sama lo Kimberly akan baik-baik saja."


Mendengar perkataan dari Tommy seketika membuat Billy menatap wajah Tommy.


Tommy tersenyum melihat wajah khawatir dan takut Billy. "Lo nggak perlu khawatir. Disini lo memang kakak sepupunya Kimberly. Tapi lo jangan lupakan satu hal. Gue adalah kekasihnya Kimberly. Apa yang lo rasain, hal itu juga yang gue rasakan saat ini. Gue bakal nemuin Kimberly dan membawanya kembali dengan selamat tanpa cacat sedikit pun. Untuk saat ini lo fokus sama Catherine. Bagaimana pun Catherine pacar lo. Dan Catherine juga butuh lo."


Mendengar ucapan demi ucapan dari Tommy membuat Billy seketika sadar akan posisinya saat ini. Disatu sisi dirinya berstatus kakak untuk Kimberly. Dan disisi lain, Billy berstatus pacar Catherine yang tak lain sahabat dari sepupunya. Baik Kimberly maupun Catherine sama-sama berarti dalam hidupnya. Dan kedua wanitanya itu sama-sama mendapatkan masalah.


"Baiklah. Tapi lo harus janjikan sama gue. Selamatkan adek gue. Bawa adek gue pulang dalam keadaan baik-baik saja," ucap Billy dengan menatap wajah Tommy sedih.


"Gue janji. Doakan gue."


Setelah itu, mereka semua pun pergi untuk menyelesaikan urusan masing-masing.