
Setelah beberapa jam berada di Paviliun belakang kediaman Fathir Aldama. Kini Billy, Triny, Aryan, Tommy, Andhika, para sahabatnya dan keempat sahabatnya Kimberly sudah berada di ruang tengah. Sementara Kimberly berada di kamar membersihkan diri.
Di ruang tengah itu juga ada kedua orang tua Kimberly dan keempat kakak laki-lakinya. Mereka ikut bergabung dan mengobrol dengan keponakannya, sepupunya dan para sahabat-sahabatnya.
Di ruang tengah itu juga ada Rica kekasih sekaligus calon tunangan Jason. Rica datang ke kediaman keluarga Fathir Aldama satu jam yang lalu.
Ketika mereka tengah asyik mengobrol, tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan suara langkah kaki seseorang menuruni anak tangga.
Dengan kompak mereka semua melihat keasal suara tersebut. Dapat mereka lihat Kimberly yang menuruni anak tangga dengan keadaan sudah mandi. Dan seketika mereka semua tersenyum melihat Kimberly.
Kimberly melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana anggota keluarganya, kekasihnya, sepupunya dan para sahabatnya berada.
Seketika mata Kimberly membulat sempurna saat melihat sosok yang dirindukan beberapa hari ini.
"Kakak Rica!"
Kimberly langsung menghampiri calon kakak iparnya itu. Dan tanpa berperikemanusiaan dan periperasaan, Kimberly mendorong tubuh Jason untuk menjauh dari Rica.
Setelah mendorong tubuh kakak laki-lakinya itu, Kimberly langsung menduduki pantatnya di sebelah Rica tempat yang diduduki oleh Jason. Kemudian memeluk erat calon kakak iparnya itu.
Sementara Jason yang diperlukan seenaknya oleh adik perempuan kesayangannya hanya bisa pasrah sembari mengumpat kesal adik perempuannya itu.
Melihat wajah pasrah dan wajah kesal akan ulah Kimberly membuat Nashita, Fathir dan yang lainnya tersenyum.
"Kakak Rica, aku kangen kakak!"
Rica yang mendengar ucapan dari calon adik iparnya tersenyum lalu tangannya mengusap-usap lembut kepala Kimberly.
"Kakak kemana saja beberapa hari ini? Bahkan kakak nggak jenguk aku di rumah sakit," ucap dan tanya Kimberly dengan mengeratkan pelukannya.
"Apa kakak kamu itu tidak memberitahu kamu, hum?" tanya Rica.
"Tidak. Bahkan saat aku bertanya tentang kakak Rica, kakak Jason justru menyuruhku untuk menghubungi kakak karena kakak Jason nggak mau menghubungi kakak."
"Kenapa?"
"Katanya takut."
"Takut? Memangnya takut kenapa?"
"Kata kakak Jason, kakak Rica itu galak. Kakak Rica selalu marah-marah setiap kali kakak Jason menghubungi kakak. Apalagi ketika kakak lagi sibuk. Bahkan kakak Jason juga bilang padaku bahwa kakak Rica itu tipe perempuan keras kepala dan mau menang sendiri."
Mendengar ucapan demi ucapan dari Kimberly membuat Rica tersenyum dan juga geleng-geleng kepala. Begitu juga dengan Nashita, Fathir serta yang lainnya.
Namun tidak dengan Jason. Jason seketika membelalakkan matanya ketika mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut adik perempuannya itu.
"Oh, sudah berani sekarang ya ngefitnah kakak. Udah nggak sayang lagi sama kakak. Oke, nggak masalah. Kakak bisa cari adik perempuan baru diluar. Adik perempuan yang baik, yang cantik, yang penurut, yang nggak suka ngefitnah kakaknya sendiri, yang setia dan nggak suka selingkuh," ucap Jason.
Mendengar perkataan dari kakak laki-lakinya membuat Kimberly sontak membelalakkan matanya tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Rica.
"Kalau kakak mendapatkan adik perempuan yang baru. Kakak bakal kasih apa aja untuk dia. Apapun yang dia minta kakak bakal kasih," ucap Jason lagi dengan menatap kearah adik perempuannya yang masih memeluk tubuh Rica.
Semuanya menatap kearah Kimberly. Mereka semua penasaran seperti apa reaksi Kimberly ketika mendengar ucapan dari kakak laki-lakinya.
Grep
Seketika Kimberly langsung melepaskan pelukannya dari Rica lalu beralih memeluk tubuh kakak laki-laki kesayangannya.
"Kakak."
Melihat reaksi dari Kimberly membuat Jason tersenyum kemenangan. Sementara yang lainnya tersenyum gemas melihat reaksi dari Kimberly ketika mendengar ucapan dari sang kakak laki-lakinya.
"Ngapain meluk-meluk? Pergi sana. Tadi meluk kak Rica sambil ngomongin kakaknya sendiri yang jelek-jelek. Sekarang tiba-tiba meluk kakaknya." Jason berucap sembari menjahili adik perempuannya.
Mendengar perkataan dari sang kakak membuat Kimberly makin mengeratkan pelukannya.
Merasa pelukan adiknya makin erat membuat Jason tersenyum lebar. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka tersenyum melihat Kimberly yang makin memeluk erat kakak laki-lakinya.
"Kakak milik aku. Kakak nggak boleh nyari adik baru. Aku nggak mau berbagi kakak dengan orang lain," ucap Kimberly dengan menenggelamkan wajahnya di dada Jason.
Mendengar perkataan dari kakak laki-lakinya, seketika terdengar isakan yang keluar dari bibir Kimberly.
"Hiks... Kakak Jason."
Mendengar isakan dari Kimberly membuat mereka terkejut. Mereka saling lirik. Begitu juga dengan Jason. Setelah itu, mereka semua melihat kearah Kimberly yang masih memeluk tubuh Jason dengan wajah yang menempel di dada Jason.
"Kakak... Hiks. Maaf."
Jason melihat kearah adiknya yang saat ini masih membenamkan wajahnya di dadanya. Kemudian tangan kanannya mengusap lembut kepala adiknya itu.
"Kim!" Jason memanggil Kimberly lembut.
"Maaf, kak!" Kimberly berucap lirih.
"Hei, lihat kakak!"
"Nggak mau... Hiks," ucap Kimberly sembari terisak.
Jason tersenyum mendengar isakan adiknya. Dirinya tidak menyangka jika adiknya begitu mempercayai perkataannya yang akan mencari adik perempuan baru.
"Sayang, lihat kakak dulu." Jason berucap sembari mengusap-usap lembut kepala adik perempuannya.
"Kakak nggak boleh cari adik perempuan baru. Hanya aku adik perempuan kakak," ucap Kimberly yang masih di posisinya.
Jason kembali tersenyum mendengar perkataan dari adik perempuannya. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Kalau kamu nggak mau lihat kakak, maka kakak akan benar-benar mencari adik perempuan baru," ucap Jason.
"Tidak, kakak!"
Kimberly langsung melihat wajah kakak laki-lakinya dengan berlinang air mata.
Jason, Uggy, Enda, Riyan, Nashita, Fathir dan semua yang ada di ruang tengah tersenyum gemas melihat wajah basah Kimberly.
"Kakak hanya milik aku," ucap Kimberly.
"Kalau kakak hanya milik kamu. Terus bagaimana dengan Daddy, Mommy, ketiga kakak laki-laki kamu. Ditambah lagi sekarang kakak sudah punya kak Rica?" tanya Jason yang masih menjahili adiknya.
"Itu beda kakak," jawab Kimberly dengan bibir yang melengkung ke bawah.
"Beda dimana nya?" tanya Jason.
"Mommy dan Daddy kan orang tua kita. Kak Uggy, kak Enda dan kak Iyan kan kakak-kakaknya aku dan adik-adiknya kak Jason. Kak Rica adalah calon kakak ipar aku. Maksud aku yang bilang kalau kakak Jason hanya milik aku itu adalah kakak Jason nggak boleh nyari adik perempuan baru. Hanya aku adik perempuan satu-satunya kakak," ucap Kimberly menatap wajah tampan kakaknya.
Jason tersenyum mendengar rentetan ucapan dari adik perempuannya. Kemudian tangannya terangkat untuk menghapus air mata yang membasahi wajah cantik adiknya.
"Kakak hanya bercanda tadi. Maafkan kakak ya."
"Jadi kakak...."
"Nggak sayang. Mana mungkin kakak mencari adik perempuan baru sementara kakak sudah memiliki adik perempuan yang baik, cantik, pintar, perhatian dan penyayang seperti kamu." Jason berucap sembari mengusap pipi putih adik perempuannya.
Mendengar perkataan dari sang kakak membuat Kimberly kembali meneteskan air matanya.
"Kakak."
Kimberly kembali memeluk tubuh kakaknya dan menangis di pelukan kakak laki-lakinya itu.
Jason yang mendapatkan pelukan kembali serta mendengar isakan dari adik perempuannya membalas dengan memeluk erat tubuh adiknya. Dan tak lupa Jason memberikan ciuman di pucuk kepala adiknya itu.
Nashita dan Fathir tersenyum bahagia melihat putra sulungnya dan putri bungsunya yang begitu saling menyayangi. Begitu juga dengan Uggy, Enda dan Riyan.
"Aku sayang kakak banyak-banyak."
"Kakak juga sayang kamu banyak-banyak. Tetaplah sehat dan jangan sakit-sakit lagi."
"Aku janji."