
Saat ini Kimberly berada di toilet. Setelah selesai dengan urusannya, Kimberly pun langsung pergi meninggalkan toilet untuk menuju Kantin.
Ketika Kimberly keluar, tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang. Pukulan itu tepat di tengkuknya.
BUGH!
BRUUKK!
Mendapatkan pukulan di tengkuknya membuat tubuh Kimberly jatuh tak sadarkan diri.
Melihat Kimberly sudah tak sadarkan diri. Orang yang memukul Kimberly tersebut langsung membawa tubuh Kimberly ke gudang.
***
Di kantin ketiga saudara sepupu Kimberly yaitu Triny, Billy dan Aryan. Keempat sahabatnya Santy, Sintia, Cathrine dan Rere. Tommy dan para sahabatnya masih menunggu kedatangan Kimberly.
"Aish. Ini Kimberly kenapa lama sekali? Masa iya ke toilet saja mau setengah jam sih," sahut Rere.
Triny menatap wajah Billy dan Aryan. Aryan dan Billy yang menyadari tatapan Triny berusaha memberikan ketenangan padanya. Keduanya tahu bahwa saat ini Triny sangat mengkhawatirkan Kimberly.
"Semoga Kimberly baik-baik saja, Kak!" Aryan berusaha meyakinkan kakak sepupunya itu.
"Kita tungguin lima menit lagi. Jika Kimberly gak muncul. Kita akan cari dia," ucap Billy.
Mendengar ucapan dari Aryan dan Billy. Triny hanya mengangguk, walau hatinya benar-benar tidak tenang.
BRAAKK!
Tiba-tiba Triny berdiri sambil menggebrak meja dengan kerasnya sehingga membuat mereka semua terkejut. Begitu juga para penghuni kantin lainnya.
"Tidak bisa seperti ini. Aku benar-benar mengkhawatirkan Kimberly. Perasaanku sedari tadi tidak enak. Kimberly dalam bahaya."
Setelah mengatakan kata itu. Triny pergi begitu saja meninggalkan para sahabatnya, keempat sahabatnya Kimberly, kekasihnya dan kedua sepupunya.
Triny benar-benar mengkhawatirkan Kimberly. Ditambah lagi perasaannya yang tak enak sedari tadi. Melihat kepergian Triny, mereka semua pun mengejar Triny.
Triny mencari Kimberly di toilet. Dirinya berharap Kimberly masih ada disana.
Kini Triny sudah berada di dalam tolet. Triny membuka satu persatu pintu toilet. Namun keadaan pintu tersebut tidak terkunci. Berarti itu menandakan Kimberly tidak ada di toilet.
Setelah puas mencari Kimberly di toilet dan hasilnya nihil. Triny pergi meninggalkan toilet dan akan menuju kelasnya Kimberly. Triny juga berharap adik sepupunya ada disana.
Ketika Triny tiba diluar dan hendak menuju kelas Kimberly. Triny berpapasan dengan Billy dan yang lainnya.
"Bagaimana? Apa Kimberly ada di toilet?" tanya Billy.
"Tidak ada. Kimberly tidak ada disana," jawab Triny.
"Kimberly juga tidak ada di kelas," sahut Cathrine.
"Apa? Ja-jadi Kimberly juga tidak ada di kelas?" tanya Triny dengan suara bergetarnya.
"Kimberly. Kamu dimana?" batin Triny dan para sahabatnya Kimberly.
"Semoga kamu baik-baik saja Kim," batin Billy, Aryan dan Tommy.
Ketika mereka semua tengah memikirkan dan mengkhawatirkan Kimberly, tiba-tiba mereka mendengar suara tawa yang begitu keras.
Mereka semua melihat kearah Talitha dan Syafina. Dapat mereka lihat wajah bahagia Talitha dan Syafina sembari melihat kearah ponsel yang ada di tangannya.
"Aku tidak menyangka jika rencana kita berhasil membuat Kimberly tak sadarkan diri," ucap Talitha.
"Aku juga. Menurutmu apa Antoni akan melakukan hal itu kepada Kimberly?" ucap dan tanya Syafina.
"Tentu. Aku sangat yakin jika Antoni akan melakukan hal itu kepada Kimberly. Secara Antoni ingin mendapatkan Kimberly. Jika Antoni melakukan hal itu kepada Kimberly, maka Kimberly akan menjadi miliknya seutuhnya. Dan dengan begitu Tommy akan membuangnya." Talitha berbicara sambil membayangkan ketika Kimberly dicampakkan oleh Tommy.
Mendengar pembicaraan Talitha dan Syafina membuat Triny dan yang lainnya marah. Triny langsung melangkah menghampiri Talitha dan Syafina. Sementara yang lainnya mengikuti Triny dari belakang.
"Dimana Kimberly?" tanya Triny tiba-tiba.
Mendengar suara Triny membuat Talitha dan Syafina terkejut. Baik Talitha maupun Syafina sedikit ketakutan ketika melihat aura yang kurang mengenakkan dari wajah Triny. Begitu juga dengan yang lainnya. Namun keduanya berusaha bersikap biasa saja agar mereka tidak ketahuan.
"Apa maksud Kak Triny?" tanya Syafina.
"Iya, Kak! Apa maksud Kakak? Kami tidak mengerti," ucap Talitha.
SREEKK!
Triny seketika menarik kuat rambut Talitha dan Syafina secara bersamaan sehingga membuat keduanya menjerit kesakitan.
"Jangan membuatku melakukan lebih dari ini kepada kalian. Aku sudah cukup sabar melihat kelakuan kalian terhadap Kimberly selama di sekolah ini. Aku tanya sekali lagi. Dimana Kimberly? Dan apa maksud kalian barusan yang mengatakan bahwa Antoni akan melakukan sesuatu terhadap Kimberly?!" bentak Triny.
"Jawab!" bentak Aryan.
"Jika kalian tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga kalian. Sekarang beritahu kami. Dimana Kimberly!" bentak Billy.
Melihat keterdiaman Talitha dan Syafina membuat Billy murka. Dan pada akhirnya, kesabaran Billy pun lepas kendali.
Billy tiba-tiba mencekik kuat leher Syafina sehingga membuat Syafina berteriak kesakitan di bagian lehernya. Melihat Billy yang tiba-tiba mencekik leher Syafina. Triny pun melepaskan tarikannya di rambut Syafina, tapi tidak dengan Talitha. Triny makin mengencangkan tarikan di rambut Talitha.
"Aakkkhhh!"
"Katakan dimana Kimberly. Atau aku akan benar-benar membunuhmu sialan!"
"Kim-berly a-da di gu-dang bela-kang ber-sama An-toni," jawab Syafina terbatas.
Mendengar perkataan dari Syafina. Tommy dan Andhika langsung berlari bersama sahabat-sahabatnya menuju gudang, termasuk keempat sahabatnya Kimberly.
Kini tinggal Triny, Billy, Aryan dan para sahabatnya Triny dan Aryan.
"Triny, Billy. Lepaskan Talitha dan Syafina. Nanti saja kita urus mereka berdua," ucap Alisha.
"Iya, Kak! Apa yang dikatakan Kak Alisha benar? Kita lihat dulu keadaan Kimberly. Setelah itu, baru kita mengurus mereka berdua." Aryan berusaha membujuk kedua kakak sepupunya.
Billy dan Triny seketika melepaskan tarikan di rambut Talitha dan cekikan di leher Syafina. Lalu kemudian mendorong kuat tubuh Talitha dan Syafina ke dinding.
BUGH! BUGH!
BRUUKK! BRUUKK!
Di dalam gudang terlihat Kimberly yang sedang tak sadarkan diri. Sementara Antoni tersenyum bahagia ketika melihat Kimberly berada di bawah kungkungannya.
Antoni menatap wajah cantik dan juga tubuh Kimberly. Tangannya berlahan menggerayangi seluruh tubuh Kimberly. Mulai dari wajah sampai berakhir ke perut Kimberly.
Antoni berlahan membuka satu persatu kancing baju Kimberly. Ketika tangannya hendak membuka kancing ketiga, tiba-tiba seseorang menendang pintu gudang itu dengan kuat.
BRAKK!
Dengan sekali tendang oleh Tommy dan Andhika. Pintu gudang itu pun terbuka dengan kondisi rusak parah.
"Brengs*k! Apa yang kau lakukan kepada Kimberly!" teriak Tommy dan langsung menyerang Antoni.
Tommy menarik paksa tubuh Antoni dan membawanya keluar dari gudang. Dan diikuti oleh Andhika serta sahabat-sahabatnya.
Sementara keempat sahabatnya Kimberly berteriak histeris ketika melihat kondisi Kimberly yang tak sadarkan diri.
"Kimberly!"
Mereka berlari menghampiri Kimberly. Mereka menangis ketika melihat Kimberly yang tak sadarkan diri dan juga melihat beberapa kancing bajunya yang sudah terlepas. Cathrine langsung memasangkan kembali kancing baju Kimberly.
"Kimberly!" teriak Billy, Triny dan Aryan ketika sampai di gudang.
Billy langsung menggendong tubuh Kimberly dan membawanya ke ruangan UKS.
Billy dan yang lainnya sudah berada si ruangan UKS dan Kimberly sudah di baringkan di tempat tidur. Kini Kimberly sedang diperiksa oleh Dokter yang bekerja di UKS. Setelah beberapa menit, Dokter itu pun selesai memeriksa Kimberly.
"Bagaimana, Dokter?" tanya Aryan.
"Tidak apa-apa. Kimberly baik-baik saja. Tapi untuk memastikan keadaan Kimberly baik-baik saja. Kita tunggu Kimberly sadar dulu." Dokter itu berucap.
"Baik, Dok!" Billy mengangguk mengerti.
Setelah itu, Dokter itu kembali ke tempat duduknya. Sementara Billy, Aryan, Tommy, Andhika dan yang lainnya telah mengerubungi tempat tidur Kimberly. Mereka menatap khawatir Kimberly.
Setelah menghajar Antoni habis-habisan. Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya memutuskan ke ruangan UKS untuk melihat kondisi Kimberly.
Tommy duduk di samping ranjang Kimberly. Tangannya menggenggam erat tangan Kimberly.
"Maafin aku Kim. Aku gagal lindungin kamu dari laki-laki brengsek itu," ucap Tommy.
Mendengar perkataan dari Tommy. Billy langsung menepuk pundak Tommy. "Kamu gak gagal, Tom! Kamu justru datang tepat waktu ketika bajingan itu ingin berbuat kurang ajar terhadap Kimberly. Aku sebagai kakak sepupunya berterima kasih padamu karena udah nyelamatin Kimberly."
"Euugghh."
Tiba-tiba mereka semua mendengar lenguhan dari Kimberly. Mereka semua menatap penuh harap agar Kimberly membuka matanya. Dan detik kemudian, mata bulat itu pun terbuka. Mereka yang melihat hal itu tersenyum bahagia.
"Kimberly," ucap mereka semua bersamaan.
"Ah aku dimana?" tanya Kimberly.
"Kamu di ruang UKS," jawab Triny sembari tangannya membelai lembut kepala Kimberly.
"Ruang UKS? Memangnya kenapa?" tanya Kimberly dengan menatap bingung orang-orang yang ada di hadapannya.
"Nanti saja ceritanya ya. Lebih baik kamu istirahat dulu," ucap Aryan.
"Apa ada yang sakit?" tanya Tommy.
"Tengkuk belakangku," jawab Kimberly.
Setelah mengatakan hal itu seketika Kimberly ingat ketika dirinya keluar dari toilet.
Kimberly ingat ada seseorang yang memukulnya dari belakang ketika baru keluar dari dalam toilet.
"Billy, Triny, Aryan. Ada seseorang yang mukulin aku dari belakang ketika aku keluar dari dalam toilet," adu Kimberly.
Billy mengusap lembut punggung tangan Kimberly yang satunya. "Kamu tidak perlu khawatir, oke!"
"Kamu tahu orangnya?" tanya Kimberly. Billy mengangguk.
"Siapa?" tanya Kimberly.
"Talitha dan Syafina. Mereka berdua kerja sama dengan Antoni." Aryan yang menjawabnya.
"Kamu tidak perlu memikirkan mereka. Aku, Billy, Tommy dan yang lainnya sudah memberikan pelajaran kepada mereka bertiga," jawab Triny.
"Sekarang kamu istirahat. Kamu tidak usah ikut pelajaran," ucap Tommy.
"Billy. Boleh tidak aku pulang saja. Aku gak mau disini." Kimberly berbicara sambil memohon kepada Billy.
Billy menatap wajah Aryan, Triny. Keduanya mengangguk. Lalu Billy menatap kearah Tommy. Bagaimana pun Tommy adalah kekasihnya Kimberly.
Tommy yang menyadari dirinya ditatap oleh Billy pun paham. Di dalam hatinya, Tommy bersyukur sekali karena Billy begitu peka akan sekitarnya.
"Aku setuju. Lebih baik Kimberly pulang saja agar Kimberly bisa istirahat total." Tommy berbicara sambil tangannya mengelus lembut kepala Kimberly.
"Baiklah," jawab Billy, Triny dan Aryan bersamaan.
"Aku pulangnya dijemput sopir aja ya. Biar kaliannya gak ketinggalan pelajaran. Nanti pulang sekolah kalian main ke rumah aku. Bagaimana?"
Mendengar permintaan sederhana dari Kimberly membuat mereka semua tersenyum. Mereka semua sebenarnya paham makna dari permintaan Kimberly tersebut.
"Baiklah," jawab mereka semua secara bersamaan.
Mendengar jawaban kompak dari ketiga sepupunya, keempat sahabatnya, kekasihnya dan para sahabat-sahabat dari ketiga sepupunya membuat Kimberly tersenyum.
"Ya, sudah! Aku akan telepon Paman Harris dan memintanya ke sekolah bersama Bibi Luna untuk menjemput kamu," sahut Billy.
"Loh kenapa Bibi Luna diajak juga?" tanya Kimberly.
"Untuk jaga-jaga saat dijalan," jawab Billy.
"Terserah kamu aja," jawab Kimberly.
Mereka semua tersenyum ketika mendengar jawaban pasrah dari Kimberly. Dan setelah itu, Billy pun menghubungi Harris sang sopir pribadi keluarga Aldama.