THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Balasan Untuk Talitha



Billy, Triny dan Aryan berada di sekolah. Mereka saat ini mereka ada di kantin bersama sahabat-sahabatnya dan juga dengan para kekasihnya. Mereka saat ini tengah membahas masalah dalang dari orang yang sudah membuat Kimberly terluka.


"Apa sudah ada petunjuk tentang dalang orang yang sudah mencelakakan Kimberly?" tanya Andry.


"Belum, Dry." Billy menjawab pertanyaan dari Andry.


"Kak Jason dan Kak Uggy sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu pelaku yang sudah melukai Kimberly," ucap Aryan.


"Aku kangen Kimberly," lirih Santy.


Mendengar lirihan Santy membuat mereka semua menatap Santy terutama ketiga sahabatnya.


"Sabar ya yang," hibur Lionel.


"Kapan Kimberly akan bangun? Ini sudah dua hari Kimberly tidur," sahut Rere.


"Setelah pulang sekolah kita akan ke rumah sakit jenguk Kimberly," kata Danela sahabatnya Triny.


"Pastinya," jawab mereka secara bersamaan.


Ketika mereka tengah memikirkan dan merindukan Kimberly, tiba-tiba datang kelompok Talitha, kelompok Syafina dan kelompok Rocky.


Kelompok Rocky adalah kelompok yang suka mencari masalah dengan Billy and geng. Mereka satu kelas dengan kelompok Billy dan Tommy.


"Wah, seru nih!" seru Ruby Sinha selaku ketua dari kelompok Rocky.


"Aish. Kenapa juga mereka kesini?"


"Menjijikkan."


Mereka membantin di dalam hati sembari menyumpahi ketiga kelompok tersebut.


Tanpa ada rasa malu dan takutnya. Baik Talitha, Syafina dan teman-temannya langsung duduk masing-masing di samping laki-laki yang mereka sukai dan mendorong kasar tubuh Rere, Santy, Chaterine dan Sinthia.


Melihat Talitha, Syafina dan teman-temannya yang lancang duduk di sampingnya membuat Tommy, Billy, Henry, Lionel, Satya menggeram marah. Mereka tidak terima kalau cewek-cewek mereka diperlakukan kasar oleh Talitha, Syafina, Selena, Aurel, Brenda dan Kiara.


Sementara untuk Enzi, Vanesha, Jennie dan Aruna mencoba mendekati Nathan, Ivan, Mirza dan Andry para kekasih dari sahabat Triny.


Ketika Enzi, Vanesha, Jennie dan Aruna ingin duduk di samping incaran mereka. Seketika Lisa, Alisha, Dania dan Danela bersuara.


"Jangan coba-coba untuk merebut milik orang lain," sahut Lisa.


"Jangan menjadi menjadi wanita murahan dengan menggoda kekasih dari wanita lain," sahut Alisha.


"Jadilah wanita baik-baik," sahut Dania.


"Jika masih sayang nyawa. Menjauh lah dan jangan coba-coba mencari masalah dengan kami yang berstatus kakak kelas kalian," sahut Danela.


Mendengar ucapan demi ucapan dari keempat kakak kelasnya membuat Enzi, Vanesha, Jennie dan Aruna telak bungkam. Dengan kompaknya mereka pun mencari tempat duduk yang lain.


Melihat ketakutan Enzi, Vanesha, Jennie dan Aruna. Triny dan yang lainnya tersenyum mengejek.


"Oh iya. Tumben anak sialan itu gak ada? Kemana dia?" tanya Talitha dengan kejamnya.


Mereka yang mendengar perkataan pedas dari Talitha berusaha untuk sabar terutama Billy, Aryan, Triny dan Tommy.


"Tommy, kamu tahu tidak. Mama sudah tahu tentang hubungan kita selama ini. Mama ngundang kamu nanti malam untuk makan malam bersama. Kamu dateng ya." Talitha berbicara sambil menggelayut manja di tangan Tommy.


Tommy hanya diam. Dirinya tidak menanggapi ocehan murahan dari Talitha. Sementara para sahabatnya Tommy, sepupunya Andhika menatap jijik Talitha.


"Muka tembok," ejek Aryan.


"Menjijikan," ucap Mirza.


Talitha menatap wajah tampan Tommy, lalu tangannya ingin menyentuh wajah Tommy. Namun langsung ditepis kasar oleh Tommy.


"Tommy. Kok kamu gitu sih. Ach, tidak apa-apa! Mungkin kamu malu dan gak enak sama ketiga sepupu dari perempuan sialan itu. Kamu pasti gak mau kan hubungan kita diketahui oleh mereka. Kamu pura-pura ketus sama aku ketika bersama dengan mereka. Tapi di belakang mereka semua. Kamu akan menunjukkan sisi romantis kamu sama aku." Talitha berbicara dengan senyuman manisnya sembari menyenderkan kepalanya di bahu Tommy.


Mendengar perkataan pedas yang kedua dari Talitha. Baik Tommy maupun Billy, Aryan dan Triny masih bersikap biasa saja. Jika yang ketiga kalinya. Barulah salah satunya bertindak.


Melihat Talitha yang sedang bermesraan dengan Tommy. Selena, Aurel, Brenda dan Kiara juga melakukan hal yang sama seperti Talitha. Mereka juga memperlihatkan sikap tak tahu malu mereka dengan bermesraan dengan Nathan, Ivan, Mirza dan Andry.


Baik Billy, Triny, Tommy, keempat sahabatnya Kimberly maupun para sahabat-sahabatnya hanya bersikap acuh dan mengabaikan keberadaan kelompok Talitha, kelompok Syafina dan kelompok Rocky. Mereka sibuk dengan dunia merek masing-masing.


Beberapa detik kemudian, terdengar bunyi ponsel. Ponsel tersebut milik Talitha.


Talitha yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil di saku jas sekolahnya.


Ketika ponselnya sudah berada di tangannya. Seketika terukir senyuman manis di bibirnya. Talitha melihat nama ibunya di layar ponselnya.


Dengan hati yang bahagia. Talitha pun langsung menjawab panggilan dari ibunya itu.


"Hallo, Mama."


"Hallo, sayang. Kamu sedang apa?"


"Aku lagi di kantin sedang makan. Ini waktu istirahat, Ma."


"Dengan siapa kamu di kantin sayang?"


"Dengan calon menantu Mama."


"Apa? Maksud kamu Tommy Alexander?"


"Iya, Ma."


"Berikan teleponnya pada Tommy. Mama mau bicara dengan calon mantu Mama itu."


"Baik, Ma."


Setelah itu, Talitha langsung memberikan teleponnya kepada Tommy.


"Tommy. Ini Mama aku mau bicara sama kamu." Talitha berbicara sambil memberikan ponselnya kepada Tommy.


Tommy langsung mengambil ponsel Talitha. Melihat Tommy yang bersedia untuk berbicara dengan ibunya membuat Talitha tersenyum bahagia.


"Akhirnya," batin Talitha.


Namun diluar dugaan sehingga membuat Talitha dan keempat sahabatnya terkejut. Begitu juga dengan Syafina dan keempat sahabatnya ketika melihat apa yang dilakukan oleh Tommy.


BYURR!


Tommy memasukkan ponsel milik Talitha ke dalam kuah baksonya dan menekannya hingga tenggelam. Sementara Billy, Triny, Aryan, keempat sahabatnya Kimberly dan para sahabat-sahabatnya tersenyum kemenangan.


"Mampus," batin mereka semua.


"Tommy. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memasukkan ponselku ke dalam kuah baksomu?" tanya Talitha menatap ponselnya yang sudah tenggelam di dalam kuah bakso milik Tommy.


Tommy menatap wajah Talitha. "Alasan aku memasukkan ponselmu itu ke dalam kuah baksoku adalah karena aku tidak sudi bicara dengan perempuan seperti ibumu. Kau dan juga ibumu itu mendekatiku karena statusku yang sekarang. Dulu kau dan juga ibumu bahkan semua anggota keluargamu menatap jijikku dan memandangku rendah. Mereka tidak pernah menganggap aku ada dan tidak pernah menghargaiku."


Setelah mengatakan itu, Tommy menyeruput minumannya. Sementara Talitha menatap kesal dan marah kearah Tommy.


"Apa karena perempuan murahan itu sehingga kau berbuat seperti ini padaku, Tommy? Aku tahu dulu aku melakukan kesalahan. Tapi setidaknya aku sudah berubah. Setidaknya kau hargai itu." Talitha berucap kesal.


PLAAKK!


"Aaakkkhhh!" Talitha berteriak keras ketika mendapatkan tamparan keras di wajahnya atas ulah Tommy.


Tommy memberikan tamparan keras di wajah Talitha sehingga menimbulkan luka di sudut bibirnya.


"Tommy, kau..."


"Aakkhhh!" Talitha kembali berteriak ketika Tommy meremat kuat dagunya.


"Ini peringatan terakhir aku mendengar mulutmu menghina kekasihku. Jika kau masih berani menghina kekasihku. Maka jangan salahkan aku kalau aku akan berbuat nekat padamu dan juga keluargamu." Tommy berbicara dengan penuh penekanan sembari menatap tajam dan marah kearah Talitha.


Tommy mendorong kasar tubuh Talitha sehingga tubuh Talitha tersungkur di lantai.


Setelah itu, Tommy langsung pergi meninggalkan kantin dan diikuti oleh sepupunya, para sahabatnya, keempat sahabatnya Kimberly, Aryan, Triny dan para sahabatnya.