THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kebahagiaan Anggota Keluarga



Anggota keluarga masih berkumpul di ruang tengah. Namun bedanya mereka sudah dalam keadaan bersih dan rapi, terutama Nashita, Fathir dan anak-anaknya serta tiga keponakannya.


"Kenapa Kimberly belum pulang juga? Ini sudah lewat pukul 12 siang!" ucap dan tanya Uggy yang tidak melihat tanda-tanda adik perempuannya pulang.


Mendengar pertanyaan dari Uggy membuat semuanya tersadar. Mereka juga menyadari bahwa Kimberly belum kembali sejak pukul 6 pagi, termasuk Hilda serta yang lainnya.


"Apa Kimberly dalam kesulitan ketika ingin mendapatkan bukti tentang kecurangan Aiden!" seru Yuna tiba-tiba.


Mendengar ucapan Yuna yang tiba-tiba membuat Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda, Riyan, Billy, Triny dan Aryan terkejut.


Sementara Hilda yang lainnya sudah merasakan hawa yang tak mengenakkan. Bagaimana jika Nashita tahu masalah Pabrik dan berakhir Nashita marah.


Nashita menatap satu persatu wajah anggota keluarganya, terutama Hilda sang Bibi yang tampak tegang setelah Yuna mengatakan bukti kecurangan Direktur baru.


"Ada apa ini? Apa maksud dari perkataan Yuna barusan?" tanya Nashita.


Hening..


Tidak ada yang bersuara sama sekali. Semuanya diam. Bahkan menatap wajah Nashita saja mereka sesekali saja.


"Bibi Hilda, ada apa?" tanya Nashita.


Hilda kemudian memberanikan menatap keponakan tertuanya itu. Dia harus bertanggung jawab atas kecerobohannya yang terlalu buru-buru mengambil keputusan.


"Nashita, maaf. Begini......."


"Oma! Mami! Tante! Semuanya! Cucumu, keponakanmu dan sepupumu pulang! Mana karpet merahnya!" teriak Kimberly di ruang tamu menuju ruang tengah.


Sementara semua anggota keluarganya yang berada di ruang tengah hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengarnya.


Seketika Kimberly terdiam di tempat ketika melihat kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya yang sudah berada di ruang tengah.


Yang membuat Kimberly terkejut adalah ketika melihat kakak keduanya berdiri di hadapannya saat ini. Kakaknya itu tersenyum sembari tangannya mengusap-usap lembut pipi putihnya.


Tes..


Seketika air mata kakak keduanya itu jatuh membasahi pipinya dengan tatapan matanya menatap dirinya.


Kimberly seketika merasakan sesak di dadanya ketika melihat kakak kesayangannya itu menangis di hadapannya.


"Ka-kakak Uggy," batin Kimberly.


"Kakak kangen kamu, sayang! Maafkan kakak yang sudah bentak kamu dan memarahi kamu. Maafkan kakak yang terlalu bodoh lebih memilih menjaga perasaan orang lain dari pada mendengarkan keinginan kamu."


Grep..


Uggy seketika menarik tubuh Kimberly dan membawanya ke dalam pelukannya. Dia benar-benar sudah sangat merindukan adik perempuannya. Adiknya sudah satu minggu meninggalkan rumah.


"Maafkan kakak, Kim! Hiks... Jangan benci kakak. Jangan jauhin kakak."


Mendengar ucapan maaf disertai isakan dari kakaknya membuat Kimberly tak tega. Dia begitu menyayangi kakaknya ini. Begitu juga dengan kakaknya yang lain.


Detik kemudian, Kimberly melingkarkan tangannya ke belakang. Kimberly membalas pelukan kakaknya itu.


Uggy tersenyum mendengar ucapan dari adiknya yang mengatakan bahwa adiknya itu tidak marah atau pun benci padanya. Uggy benar-benar bahagia saat ini.


Uggy melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik adik perempuannya itu.


"Benarkah, Kim!"


"Iya, kak! Aku nggak akan pernah bisa membenci kakak karena kakak adalah kakakku. Kita bersaudara. Sesama saudara itu nggak boleh saling membenci. Kalau marah boleh, tapi nggak boleh lama-lama."


"Terus gimana sama lo!" sindir Triny.


"Lo udah satu minggu berada disini. Bahkan lo nggak ngabari keluarga lo di Hamburg!" seru Aryan yang ikut menyindir Kimberly.


Mendengar sindiran dari Aryan dan Triny membuat Kimberly langsung melihat kearah keduanya yang saat ini juga menatap dirinya.


Kimberly kemudian melangkah mendekati ruang tengah dan diikuti oleh Uggy di belakang.


"Mommy!" seru Kimberly yang langsung memeluk tubuh ibunya.


Nashita yang mendapatkan pelukan dari putrinya tentu saja senang dan bahagia. Satu minggu ini dia begitu merindukan putrinya ini.


"Mommy yang bahkan merindukan kamu, sayang! Mommy mengkhawatirkan kamu seminggu ini," ucap Nashita sembari mengecup pucuk kepala Kimberly sayang.


"Maafkan aku, Mon! Jika Mommy mau marah. Mommy marahnya sama kak Uggy. Kan kak Uggy yang buat aku pergi," balas Kimberly yang makin mengeratkan pelukannya pada ibunya.


Nashita tersenyum mendengar ucapan dari putrinya. Begitu juga dengan yang lainnya. Termasuk Uggy. Uggy tidak marah adiknya menyalahkan dirinya karena Uggy tahu bahwa adiknya itu sekedar bercanda.


"Apa hanya Mommy saja yang dipeluk? Bagaimana dengan Daddy?"


Mendengar ucapan sekaligus sindiran dari ayahnya membuat Kimberly langsung melepaskan pelukannya. Kimberly melihat kearah ayahnya yang sudah menampilkan wajah super sedihnya.


"Aish! Sejak kapan Daddy jadi lebay gini?" Kimberly cemberut.


"Daddy seperti ini sejak kamu pergi diam-diam meninggalkan rumah dan membuat semua orang seperti orang gila mencari kamu," jawab Fathir.


Kimberly makin memanyunkan bibirnya sembari berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati ayahnya itu.


Grep..


Kimberly langsung memeluk tubuh ayahnya dan melepaskan rasa rindu satu minggu ini.


"Aku rindu Daddy. Maafkan aku yang sudah membuat Daddy khawatir."


Fathir tersenyum bahagia bersamaan dengan dirinya mengeratkan pelukannya pada putri satu-satunya. Dia benar-benar bahagia bisa memeluk putrinya lagi setelah satu minggu berjauhan.


"Tak apa, sayang! Daddy paham masalah kamu sama kakak kamu. Tapi jangan diulangi lagi ya. Daddy benar-benar khawatir ketika mendengar kamu pergi."


"Baik, Dad! Aku janji. Ini untuk pertama dan terakhir."


Fathir tersenyum mendengarnya. Begitu juga dengan Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Termasuk anggota keluarga Fidelyo yang lainnya. Semuanya bahagia.