
Hari ini Riyan janjian dengan Vina untuk jalan-jalan di Mall. Riyan menjemput Vina pada pukul 10 pagi dengan menggunakan mobil mewahnya berwana hitam di kantor Vina.
Jadwal pekerjaan Riyan di kantor tidak terlalu sibuk dan juga tidak terlalu padat sehingga membuat Riyan sedikit memiliki waktu untuk berduaan dengan Vina. Bahkan Riyan memberikan kepercayaan akan perusahaannya kepada Asistennya selama dirinya berada di luar perusahaan.
Seharian ini Riyan dan Vina jalan-jalan dengannya akhirnya keduanya memutuskan untuk singgah di Hoka-Hoka Bento untuk makan.
"Kamu jadi ke Hongkong?" tanya Riyan kepada Vina yang saat ini tengah memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.
Vina yang mendapatkan pertanyaan dari Riyan langsung melihat kearah Riyan yang juga tengah menatap dirinya
"Ya. Jadi Yan!"
"Kapan berangkatnya. Jam berapa?" tanya Riyan.
"Aku berangkat lusa. Jam nya aku belum tahu karena menunggu informasi dari atasanku," jawab Vina.
"Siapa saja yang berangkat? Apa hanya kamu sendirian?"
Mendengar pertanyaan dari Riyan dan melihat tatapan khawatir di mata Riyan membuat Vina tersenyum.
"Ada sekitar 10 orang Yan! Jadi kamu nggak perlu khawatir kalau aku pergi sendirian," jawab Vina.
Mendengar jawaban dari Vina seketika membuat Riyan tersenyum. Dirinya sedikit lega Vina yang pergi ke Hongkong tidak sendirian.
***
Aryan, Billy, Triny memutuskan untuk pulang ke kediaman keluarga Kimberly termasuk Risma.
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah lengkap dengan beberapa makanan dan minuman di atas meja.
Mereka semua mengobrol banyak hal. Bahkan sesekali mereka bercanda dan tak jarang mereka melempar kata umpatan satu sama lain.
Disaat Kimberly dan para sepupunya sedang mengobrol, bersenda gurau dan tertawa, tiba-tiba Fathir bersama istrinya Nashita dan putra-putranya pulang kecuali Riyan yang masih diluar.
Ketika mereka memasuki di ruang tengah, Fathir melihat putri dan para keponakannya tengah tertawa bersama.
"Lagi happy nih!" seru Fathir sembari melangkah menghampiri putrinya dan para keponakannya dan diikuti oleh Nashita, Jason, Uggy dan Enda.
Mendengar suara Fathir. Kimberly serta yang lainnya langsung melihat kearah Fathir, Nashita, Jason, Uggy dan Enda.
"Mommy, Daddy, kak Jason, kak Uggy, kak Enda!" sapa Kimberly dan para sepupunya bersamaan.
Fathir, Nashita, Jason, Uggy dan Enda tersenyum lalu menduduki pantatnya di sofa.
Nashita kemudian tak sengaja melihat kearah Risma. Dirinya terkejut melihat putri dari adik sepupunya Indira berada di rumahnya.
"Risma, kamu kapan datang dari Berlin?!"
Mendengar pertanyaan dari Nashita. Fathir, Jason, Uggy dan Enda langsung melihat kearah Risma.
Risma tersenyum menatap wajah bibinya. Ketika Risma hendak menjawab pertanyaan dari bibinya itu. Kimberly sudah terlebih dulu memotongnya.
"Dia kabur dari perjodohan itu Mom!"
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Nashita terkejut. Begitu juga dengan Fathir, Jason, Uggy dan Enda. Kemudian mereka secara bersamaan menatap kearah Risma.
"Jangan dengarkan perkataan putri Mommy yang sedikit tak waras itu! Sejak di sekolah dia selalu ngomong itu mulu. Mungkin dia yang udah kebelet ingin nikah sama Tommy, makanya kenapa dia nuduh aku yang kabur dari perjodohan tersebut."
Mendengar jawaban tak mengenakan dari Risma membuat Kimberly mendengus kesal dan menatap tajam kearah Risma.
Sementara yang lainnya termasuk Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Enda tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar perkataan dari Risma dan melihat wajah kesal Kimberly.
"Sekarang jawab pertanyaan Mommy barusan," pinta Nashita menatap wajah Risma.
"Aku pindah sekolah disini, Mom!"
"Siapa yang daftarin kamu?" tanya Jason.
"Daftar sendiri," jawab Risma.
"Sudah selesai?" tanya Enda.
"Awalnya belum karena adik perempuannya kakak yang sok pintar ini belum bertemu dengan kepala sekolah. Kalau bukan Billy yang bantuin dia. Boro-boro dia bakal bertemu dengan kepala sekolah." Itu Kimberly yang menjawab pertanyaan dari Enda yang seharusnya Risma yang menjawabnya.
Risma menatap Kimberly dengan tatapan sangarnya. "Kim, lo benar-benar ya. Sejak kedatangan gue, lo nggak ada habisnya nyari ribut sama gue!" ucap Risma.
Mendengar perkataan dari Risma membuat Kimberly justru makin menantang Risma dengan menatap balik Risma dengan wajah yang tak kalah sangar.
Sementara Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda, Billy, Aryan dan Triny hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Kimberly dan Risma.
"Sekarang bagaimana? Sudah selesai urusannya kepindahan sekolahnya?" tanya Fathir.
"Sudah Dad. Aku sudah resmi jadi murid KIKAN HIGH SCHOOL!"
Mendengar jawaban dari Risma membuat Fathir dan Nashita tersenyum. Begitu juga dengan Jason, Uggy dan Enda.
"Awas saja kalau sampai laki-laki tua itu datang lalu buat keributan nyari calon istrinya. Gue yang bakal nikahin kalian berdua," sahut Kimberly.
"Kimberly!" teriak Risma kesal.
Risma berdiri dari duduknya hendak menghampiri Kimberly. Dirinya benar-benar kesal akan ulah Kimberly sejak di sekolah.
Melihat Risma yang berdiri dari duduknya membuat Kimberly seketika langsung berdiri dari duduknya.
Dan tanpa pikir panjang lagi, Kimberly langsung berlari menuju kamarnya di lantai dua sembari tertawa keras.
"Hahahaha."
Mendengar tawa keras dari Kimberly membuat Fathir, Nashita serta yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kimberly yang menjahili Risma. Mereka semua tersenyum melihat sifat ceria dan sifat jahil Kimberly.
Melihat Kimberly yang sudah berlari menuju kamarnya. Risma seketika langsung menduduki kembali pantatnya sembari menggerutu.
"Sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Nashita kepada keponakannya itu.
"Nggak tahu. Masih bingung mau tinggal sama siapa selama di kota Hamburg. Rencana mau tinggal sendirian aja di Apartemen."
"Tidak boleh!" Jason, Uggy dan Enda berucap bersamaan.
"Kamu anak perempuan. Tidak diizinkan tinggal sendirian," ucap Enda.
"Lah memangnya kenapa kak Enda? Bukannya bagus ya. Biar bisa hidup mandiri," ucap Risma.
"Tapi itu hanya berlaku kepada keluarga lain. Tidak dengan keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo," sahut Uggy.
"Hidup mandiri bisa dilakukan ketika tinggal bersama. Tidak harus tinggal sendirian," ujar Jason.
"Mending kamu tinggal disini saja sekalian jadi babu! Dari pada tinggal di Apartemen sendirian. Apa-apa harus sendirian. Mulai dari makan, mencuci baju, menyeterika baju dan memasak. Apa enaknya!" seru Kimberly tiba-tiba.
Mendengar seruan dari Kimberly membuat semuanya terkejut, terutama Risma.
Mereka semua dengan kompak langsung melihat kearah atas. Dapat mereka lihat Kimberly tersenyum menatap kearah bawah.
"Kim, apa lo udah bosan hidup hah?!" teriak Risma melengking di ruang tengah.
"Apa lo tega mau bunuh gue? Bukankah gue sepupu lo yang paling cantik, paling baik, paling eem....."
"Lo sepupu gue yang paling... Paling... Paling menyebalkan Kimberly Aldama. Bahkan lo super-super menyebalkan dibandingkan Billy, Aryan dan Triny!"
Mendengar jawaban sarkas dari Risma membuat Kimberly membelalakkan matanya tak percaya.
"Sialan lo!" teriak Kimberly dari atas balkon.
"Hahahaha... Kenapa? Udah kehabisan kata-kata ya!" teriak Risma.
"Bacot lo!"
Setelah mengatakan itu, Kimberly kembali masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit membanting pintu kamarnya.
"Berhasil juga gue ngebalas lo Kim," ucap Risma tersenyum dengan tatapan matanya masih menatap keatas.
Sementara Fathir, Nashita, Jason, Uggy Enda, Billy, Aryan dan Triny tersenyum mendengar perkataan dari Risma dan melihat kekesalan Kimberly.